Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa yang Dimaksud Sumpah Pengikat dalam Anime Jujutsu Kaisen?
Sukuna terkena Sumpah Pengikat (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)
  • Sumpah Pengikat adalah ritual dalam Jujutsu Kaisen untuk menukar batasan dengan keuntungan tertentu.

  • Setiap sumpah memiliki konsekuensi berat dan bisa berakibat fatal jika dilanggar.

  • Karakter seperti Sukuna memanfaatkan aturan Sumpah Pengikat secara cerdas untuk mendapatkan keuntungan besar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jujutsu Kaisen merupakan salah satu serial anime dan manga dengan popularitas yang meroket beberapa tahun terakhir. Ia tidak hanya menghadirkan pertarungan seru, tetapi juga kreativitas dalam membentuk sebuah konsep kekuatan unik. Sumpah Pengikat menjadi salah satu konsep menarik dalam Jujutsu Kaisen yang layak diulik.

Sumpah Pengikat pertama dikenalkan pada awal serial sebagai sebuah ritual sakral. Ia membawa keuntungan dan konsekuensi bagi para Penyihir Jujutsu. Nah, mau tahu lebih dalam tentang Sumpah Pengikat dalam Jujutsu Kaisen? Yuk, simak pembahasan berikut ini!

1. Jujutsu Kaisen adalah anime tentang Penyihir Jujutsu dengan berbagai ilmu supranatural

Nobara Kugisaki (kiri) dan Yuji Itadori (kanan) membasmi Roh Kutukan (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen Modulo)

Jujutsu Kaisen berfokus pada sepak terjang para individu dengan kekuatan supranatural yang disebut Penyihir Jujutsu. Tugas utama mereka membasmi Roh Kutukan yang secara tak kasatmata mengganggu kehidupan manusia. Untuk menjadi Penyihir Jujutsu, seseorang harus memiliki energi spiritual yang disebut Energi Kutukan. Dalam aksinya, Penyihir Jujutsu memanifestasikan Energi Kutukan mereka menjadi sebuah kekuatan unik yang disebut Teknik Kutukan.

Selain Teknik Kutukan, Penyihir Jujutsu juga bisa menggunakan berbagai teknik supranatural lain. Ada Domain Expansion, Simple Domain, dan tentunya Sumpah Pengikat. Karena kreativitas sang kreator, Gege Akutami, dalam membuat kekuatan karakternya menjadi menarik, Jujutsu Kaisen langsung meraih popularitas luar biasa.

2. Sumpah Pengikat adalah sebuah ritual sakral para Penyihir Jujutsu untuk melakukan pertukaran kondisi

Efek Sumpah Pengikat Nanami aktif. (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Lantas, apa sebenarnya Sumpah Pengikat itu? Singkatnya, ia merupakan sebuah ritual sumpah yang dilakukan Penyihir Jujutsu untuk membuat suatu kondisi yang menguntungkan dirinya. Adapun, Sumpah Pengikat tidak bisa dilakukan seenaknya. Ada bayaran atau pertukaran yang harus dibayar setiap Sumpah Pengikat dibuat oleh seorang Penyihir Jujutsu. Bayarannya dapat berupa pembatasan kekuatan dalam kondisi tertentu sampai pantangan yang berdampak fatal kalau dilanggar.

Sumpah Pengikat dapat dilakukan sendiri maupun dengan membuat kesepakatan dengan Penyihir Jujutsu lainnya. Sebagai contoh, kamu bila lihat Sumpah Pengikat sendiri yang dilakukan Kento Nanami. Ia membuat Sumpah Pengikat bernama Overtime yang membatasi Energi Kutukannya pada saat jam kerja. Sebagai gantinya, ketika malam, Energi Kutukan Nanami akan meningkat drastis hingga 120 persen.

Kalau Sumpah Pengikat bersama, kamu bisa lihat contohnya seperti yang dilakukan Yuji Itadori dan Ryomen Sukuna. Sumpah tersebut mengharuskan Sukuna untuk menyembuhkan atau menghidupkan Yuji ketika di ambang kematian. Sebagai gantinya, Sukuna boleh mengambil alih tubuh Yuji sepenuhnya selama 1 menit.

3. Dampak melanggar Sumpah Pengikat sangat fatal sehingga belum ada yang berani melanggar

Kenjaku berbicara tentang dampak Sumpah Pengikat. (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Karena Sumpah Pengikat dianggap sebuah hal yang sakral, tidak ada Penyihir Jujutsu yang berani melanggarnya. Bahkan, karakter sekuat Ryomen Sukuna dan Kenjaku juga menghormati dan menjaga semua Sumpah Pengikat yang mereka buat. Adapun, melanggar Sumpah Pengikat yang sakral memiliki dampak yang sangat fatal.

Kalau melanggar Sumpah Pengikat yang dibuat sendiri, Penyihir Jujutsu akan kehilangan peningkatan yang didapatkan. Sebagai contoh, mereka akan kehilangan peningkatan Energi Kutukan dan kondisi menguntungkan lainnya. Sementara, berdasarkan pernyataan Kenjaku dalam Jujutsu Kaisen chapter 79, melanggar Sumpah Pengikat dengan orang lain akan menyebabkan dampak yang sangat fatal dan mematikan.

Kenjaku yang sudah berumur ribuan tahun juga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kalau Sumpah Pengikat bersama dilanggar. Berdasarkan narasi Kenjaku, penaltinya dapat berupa kerusakan pada jiwa, transmutasi, hingga kematian instan. Sampai Jujutsu Kaisen berakhir, tidak ada yang terang-terangan berani melanggar Sumpah Pengikat bersama tersebut.

4. Ryomen Sukuna jadi contoh Penyihir Jujutsu yang paling cerdas dalam memanipulasi aturan Sumpah Pengikat

Sukuna membuat Sumpah Pengikat dengan Yuji. (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Kalau tahu cara menggunakannya, Sumpah Pengikat sebenarnya sangat bermanfaat untuk para Penyihir Jujutsu. Ryomen Sukuna yang disebut sebagai Penyihir Jujutsu terkuat dalam sejarah sangat cerdas mengeksploitasi Sumpah Pengikat untuk keuntungannya. Bahkan, Sumpah Pengikat menjadi bagian krusial untuk menjalankan rencana reinkarnasinya pada era modern.

Sumpah Pengikat pertama Sukuna dalam serial ini ialah meminjam tubuh Yuji selama 1 menit yang ternyata ia gunakan untuk mencuri tubuh Megumi Fushiguro. Lalu, Sukuna juga menggunakan Sumpah Pengikat untuk memodifikasi Domain Expansion dan teknik Slash That Cuts The World untuk bisa mengalahkan Satoru Gojo dalam duel di Shibuya. Hal tersebut menunjukkan bahwa Sumpah Pengikat dapat dimanipulasi untuk membantu mengalahkan lawan dengan Teknik Kutukan yang lebih superior.

Setelah mengetahui cara kerja dan mekanisme Sumpah Pengikat, kini kamu mengerti bagaimana fleksibelnya manipulasi Energi Kutukan dalam dunia Jujutsu Kaisen. Ngomong-ngomong, bakal muncul banyak Sumpah Pengikat unik mulai dari Culling Game Arc. Oleh sebab itu, jangan lupa terus ikutin Jujutsu Kaisen Season 3, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎