Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa yang Membuat Podcast The Catch Up Club Populer?
The Catch Up Club (instagram.com/the.catchupclub)
  • The Catch Up Club, dipandu Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia Azizah, sukses meraih 225 ribu subscriber hanya dalam waktu singkat sejak debut Januari 2025.
  • Podcast ini populer berkat topik ringan namun bermakna, gaya obrolan santai yang relatable, serta humor natural hasil chemistry kuat antarhost.
  • The Catch Up Club juga menjadi simbol representasi perempuan di dunia podcasting, menunjukkan keberagaman dan suara baru dalam industri yang sebelumnya didominasi laki-laki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Indonesia sudah punya banyak podcast yang selalu menarik untuk ditonton dan didengarkan saat senggang. Di tengah kompetitifnya podcast, muncul nama baru yang pertumbuhannya terbilang sangat cepat, yakni The Catch Up Club.

Podcast yang dipandu oleh Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia Azizah itu baru debut pada akhir Januari 2026, tetapi ia sudah menggaet 225 ribu subscriber. Potongan-potongan obrolan mereka bahkan kerap berseliweran di media sosial karena dianggap relatable.

The Catch Up Club bisa jadi masih seumur jagung, tetapi ia mampu bersaing dengan podcast-podcast lainnya. Kira-kira, apa yang membuat The Catch Up Club begitu populer, ya?

1. Tema yang diangkat ringan, tetapi tetap penuh makna

The Catch Up Club (YouTube.com/The Catch Up Club)

Ketiga host The Catch Up Club diketahui adalah Gen Z. Maka dari itu, pemilihan topik podcast ini bisa dibilang ringan, tetapi tetap penuh makna. Cara pembawaan yang santai pun membuat pendengar betah berlama-lama.

Meski dibawakan dengan santai, The Catch Up Club tetap mengangkat topik yang ringan, relatable, dan bermakna. Dari episode yang sudah tayang, topik-topik seperti preferensi musik, kisah cinta, hingga perjuangan membangun karier sukses dibawakan.

Gaya obrolan para host The Catch Up Club juga terbilang unik. Topik yang dibahas kerap tidak terstruktur dan patah, tetapi tetap sampai ke pendengar lewat cerita keseharian dan pengalaman pribadi. Topik ringan nyatanya gak selalu "kosong", terbukti dari The Catch Up Club.

2. Selipan humor yang natural dan dekat dengan keseharian

The Catch Up Club (instagram.com/agthpricilla)

Kalau kamu perhatikan, The Catch Up Club kerap diselipi humor yang natural dan tidak dipaksakan. Semua itu didukung oleh chemistry antara ketiga host yang memang sudah berteman sejak lama. Candaan yang terlontar kerap kali berasal dari pengalaman pribadi atau memang spontan saja.

Humor yang ada dalam The Catch Up Club menjadi salah satu alasan podcast ini terasa segar, bahkan seperti merangkul erat pendengarnya. Mendengarkan The Catch Up Club seperti duduk bareng ketiga host tanpa terasa ada jarak.

Hal-hal sepele, seperti istilah spontan yang menggelitik, kenangan masa lalu, hingga cerita lucu, mampu menambah nilai plus dari The Catch Up Club. Bukan seperti stand up comedy, tetapi lebih seperti candaan di pertemanan yang erat.

3. Banyak podcast dengan host perempuan yang berhasil mencuri perhatian di awal debut

Logo The Catch Up Club (instagram.com/the.catchupclub)

Melihat kesuksesan dan viralnya The Catch Up Club yang begitu cepat, kamu mungkin berpikir kalau ini baru pertama kali. Nyatanya tidak begitu, lho. Banyak podcast lain dengan host perempuan yang juga berhasil mencuri perhatian di awal debutnya.

Misalnya, ada podcast An Unlikely Affair yang dipandu Lala Kent dan Ambyr Childers. Siniar ini baru debut pada Januari 2026 dan langsung viral berkat topik-topik yang diangkat. Pemandu podcast ini dulu pernah berada dalam konflik karena pria yang sama, tetapi sekarang justru menjadi sahabat.

Kemudian, ada podcast ANDMOM yang berhasil menangkap keresahan perempuan modern. Dipandu oleh Skylar Diggins dan Cassidy Hubbarth, siniar ini baru debut pada Mei 2026, tetapi langsung mendapat perhatian karena membawa tema motherhood dan ambisi yang relate dengan perempuan masa kini.

4. The Catch Up Club menjadi representasi perempuan di dunia podcasting

The Catch Up Club (YouTube.com/The Catch Up Club)

The Catch Up Club mungkin hanya sebuah podcast yang bisa didengarkan kapan saja. Namun, lebih dari itu, mereka menjadi representasi perempuan di dunia podcasting saat ini.

Jurnal Women in Podcasting: We Should Tune In mengatakan kalau pembawa acara podcast secaar tradisional dipegang oleh laki-laki kulit putih dengan perubahan yang lambat. Bahkan, pada 2017, hanya sekitar sepertiga dari 100 podcast teratas di Apple yang dibawakan atau dibawakan bersama oleh perempuan.

Adanya The Catch Up Club menjadi penting karena berperan sebagai representasi yang beragam, menyuarakan perempuan, dan menjadi arah serta harapan masa depan bagi perempuan di dunia podcasting.

The Catch Up Club mungkin dianggap bisa populer secara cepat karena popularitas ketiga host-nya. Namun, lebih dari itu, podcast yang umurnya baru seumur jagung ini punya kekuatan lebih daripada itu. Kalau gak percaya, buktikan dengan mendengar podcast-nya, deh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article