Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Awal Mula Fuji dan Reza Arab Dijuluki Furab, Gimana Reaksi Mereka?
kolase foto Fuji dan Reza Arap (Instagram.com/fuji_an | instagram.com/ybrap)

Istilah Furab mendadak viral di media sosial belakangan ini. Kamu sadar? Saking ramainya, banyak netizen yang menggunakan istilah tersebut dalam postingan mereka hingga tagar #Furab jadi trending, terutama di TikTok.

Jadi, istilah Furab ini adalah gabungan nama yang digunakan untuk menjodoh-jodohkan Fuji dan Reza Arap. Seiring viralnya istilah tersebut, berbagai editan kebersamaan mereka pun bermunculan. Namun, alih-alih dibuat romantis, kolase kebersamaan mereka justru diedit dengan nuansa kocak. Bahkan, dukungan bernada candaan untuk mereka pun bertebaran di media sosial.

Uniknya, fenomena Furab seolah mengalahkan popularitas beberapa pasangan seleb romantis Indonesia, karena kini julukan itu telah memiliki penggemar dari berbagai daerah, lho.

Mendadak menjadi hiburan baru netizen, kamu penasaran gak sih bagaimana awal mula Furab ini muncul? Dan bagaimana juga respons Fuji dan Reza Arap terkait perjodohan mereka?

1. Istilah Furab sudah ada sejak tahun lalu dan viral lagi gegara Reza Arab nanya status Fuji

potret Fuji (Instagram.com/fuji_an)

Meski baru viral, faktanya Furab bukanlah istilah baru. Tagar #Furab sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu dan lahir dari keisengan netizen yang menjodoh-jodohkan Fuji dan Reza Arap.

Lalu, kenapa istilah Furab tiba-tiba ramai lagi dan viral di sosial media? Hal tersebut dipicu karena pertanyaan tak terduga Reza Arap di salah satu episode Marapthon. Dalam momen itu, Arap tiba-tiba saja menanyakan soal status Fuji.

“Fuji single gak, sih?” celetuk Reza Arap dengan nada santai.

Pertanyaan Arap ini sontak mengejutkan Aloy yang sedang asyik rebahan. “Fuji! Kamu dicariin. Are you single or no?” kata Aloy merespons pertanyaan dari Reza Arap saat itu.

Potongan klip yang menampilkan interaksi Reza Arap dan Aloy ini pun langsung ramai dibagikan ulang ke media sosial. Akhirnya, istilah Furab kembali viral diperbincangkan oleh netizen.

2. Diduga lahir dari haters, Furab pun diklaim sebagai kapal adem-ayem tanpa haters

potret Reza Arap (Instagram.com/ybrap)

Sejak awal, istilah Furab ini muncul bersamaan dengan kolase kebersamaan Fuji dan Reza Arap yang diedit dengan nuansa kocak dan absurd. Karena konteks awalnya cukup nyeleneh, banyak yang menduga bahwa Furab bukan lahir dari penggemar mereka sendiri, melainkan haters. Berpegang pada pedoman tersebut, kapal ini pun akhirnya ramai diklaim netizen sebagai kapal adem ayem yang gak akan karam. Ada-ada saja~

Fenomena Furab ini telah berkembang pesat di media sosial. Terpantau gak sedikit netizen yang mulai menggunakan istilah Furab sebagai caption postingan mereka, dengan kata-kata kocak, seperti “Furab kalian inspirasiku,” “Furab forever,” hingga “Furab hadir saat Tuhan sedang tersenyum.”

Hingga kini, demam Furab semakin menyebar. Banyak juga netizen yang mengaku fans Furab dengan menyebut diri mereka sebagai Furab Sejati, Furab Lovers, Furab cabang Jabar, hingga Furab Grogol, yang menambah kesan lucu dari fenomena ini.

3. Fuji dan Reza Arap gak baper, tetap santai berinteraksi di tengah godaan Furab

potret Fuji dan A4A CLAN (Instagram.com/ibotttt)

Fuji dan Reza Arap tidak pernah mengonfirmasi soal hubungan asmara di antara mereka. Menariknya, meski sering dijodoh-jodohkan dan menjadi bahan candaan netizen, keduanya tetap santai dan tidak terlihat baper. Fuji bahkan menunjukkan sikap tenang saat menjadi bintang tamu Marapthon pada Rabu (25/3/2026).

Awalnya, pertemuan mereka terlihat sedikit canggung. Keduanya pun tak lepas dari godaan A4A CLAN, termasuk Tepe, yang tiba-tiba menanyakan Fuji lebih suka melihat Reza Arap memakai kemeja atau hoodie. Saat itu, Fuji tanpa ragu menjawab “Hoodie”, sementara Reza tampak salting sambil memegang hoodie.

Berawal editan kocak di media sosial, momen-momen kebersamaan Fuji dan Reza Arab kini tidak hanya menjadi nyata, tetapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi netizen. Gimana menurutmu?

Editorial Team