Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bad Bunny saat tampil di Halftime Show Superbowl 2026
Bad Bunny saat tampil di Halftime Show Superbowl 2026 (dok. YouTube/NFL)

Intinya sih...

  • Bad Bunny dan identitas Puerto Rico-nya
    - Bad Bunny lahir dan besar di Puerto Rico
    - Setia bernyanyi dalam bahasa Spanyol tanpa mencoba meraih pasar lebih luas dengan lagu berbahasa Inggris

  • Simbol perlawanan dari Puerto Rico - Keputusan Bad Bunny sebagai upaya mengeklaim kembali identitas Puerto Rico - Puerto Rico masih berada di bawah yurisdiksi Amerika Serikat tanpa hak yang setara dengan negara bagian

  • Mendobrak stereotip negatif soal bahasa Spanyol di Amerika Serikat
    - Bad Bunny berhasil mencuri hati banyak penutur asli bahasa Spanyol di Amerika Serikat, yakni warga Latin

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemenangan album DeBÍ TiRAR MáS FOToS (2025) milik musisi Bad Bunny (Benito Antonio) pada Grammy Awards 2026 tidak layak diabaikan. Bersama album itu, Bad Bunny memecahkan rekor baru, yakni album berbahasa Spanyol pertama yang berhasil memenangkan penghargaan di kategori umum.

Penampilan spesialnya di Halftime Show Super Bowl 2026 pun disebut kaya simbolisme, terutama kritik terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat saat ini yang sedang gencar “bersih-bersih” imigran ilegal. Berasal dari Puerto Riko yang sampai sekarang masih berstatus wilayah koloni AS, sosok dan karya terbaru Bad Bunny pun sarat akan pesan tersirat.

1. Bad Bunny dan identitas Puerto Riko-nya

Bad Bunny di video musik "NUEVAYoL" (dok. Youtube/Bad Bunny)

Bad Bunny tidak pernah menutupi identitasnya sebagai seseorang yang lahir dan besar di Puerto Rico. Ia bahkan setia bernyanyi dan berkarya dalam bahasa aslinya, Spanyol. Ini ia lakukan sejak mengawali kariernya dengan mengunggah lagu-lagu di SoundCloud pada 2016, disusul album debut pada 2018. Bahkan, ia berhasil menembus Billboard 100 lewat album ketiganya, El último tour del mundo (2020). Sejak saat itu, Bad Bunny pun jadi bagian dari musisi mainstream yang ketenarannya mendunia dan tak pernah sekalipun ia berusaha untuk meraih pasar lebih luas dengan merilis lagu berbahasa Inggris.

Menariknya lagi, ia tidak bernyanyi dalam bahasa Spanyol biasa. Kalau kamu perhatikan, logat yang ia pakai untuk menyanyi sangat spesifik. Ia menggunakan logat Puerto Rico yang membuatmu jarang mendengarnya mengucapkan konsonan ‘r’ di tengah dan akhir kata. Contoh paling mudah bisa kamu amati dalam lagu “NUEVAYoL”. Bukan bualan belaka, Nueva Yol adalah cara orang Puerto Rico menyebut kota New York.

Dalam bahasa Spanyol Puerto Rico, sangat awam untuk melenyapkan “r” dan menggantinya dengan “l”. Itu juga yang membuat Bad Bunny kadang mengucap kata ‘amol' saat bernyanyi, bukannya ‘amor’ yang lebih umum dipakai di berbagai aksen bahasa Spanyol lainnya.

2. Simbol perlawanan dari Puerto Rico

Bad Bunny di Grammy Awards 2026 (instagram.com/grammys)

Keputusan Bad Bunny bisa dilihat sebagai kesengajaan dan keinginannya untuk mengeklaim kembali identitas Puerto Rico. Sebagai konteks, Puerto Rico adalah sebuah wilayah yang cukup unik dalam politik. Mereka adalah sebuah pulau di perairan Karibia yang berada di bawah jajahan Spanyol sejak tahun 1400 sekian, kemudian berpindah tangan ke Amerika Serikat pada akhir 1800-an bersama beberapa bekas jajahan Spanyol lain macam Filipina. Tidak sepenuhnya merdeka, Puerto Rico masih berada di bawah yurisdiksi Amerika Serikat.

AS menempatkan pangkalan militer di Puerto Rico, serta mengatur regulasi hukum dan ekonomi wilayah itu. Namun, Puerto Rico tak pernah dianggap setara dengan negara bagian. Warganya, meski berpaspor AS tidak punya hak untuk berpartisipasi dalam pemilu kongres dan presiden Amerika Serikat, kecuali mereka tinggal di salah satu dari 50 negara bagian AS. Status quo ini belum diubah sampai sekarang, sehingga menjadikan warga Puerto Rico sebagai penonton di tepian. Tak pelak, banyak yang melihat Bad Bunny sebagai simbol dan pengingat soal legasi kolonisasi dan ketimpangan hak yang dirasakan penduduk Puerto Rico.

3. Mendobrak stereotip negatif soal bahasa Spanyol di Amerika Serikat

Bad Bunny di video musik "Tití Me Preguntó" (dok. Youtube/Bad Bunny)

Lewat lagu-lagunya, Bad Bunny juga berhasil mencuri hati banyak penutur asli bahasa Spanyol di Amerika Serikat, yakni warga Latin. Merasa terwakili secara budaya mungkin istilah yang tepat untuk fenomena ini. Di tengah huru-hara Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang gencar memburu imigran ilegal dan paling banyak menarget warga Latin, kesuksesan album DeBÍ TiRAR MáS FOToS pun jadi simbol perlawanan dan kritik.

Bad Bunny seolah mengingatkan Amerika Serikat soal keberadaan komunitas Latin dan kontribusi mereka terhadap ekonomi negeri itu. Miris, karena selama ini bahasa Spanyol masih identik dengan stigma negatif, setidaknya di AS. Mayoritas disebabkan oleh pelekatannya terhadap kelas pekerja kerah biru dan geng kriminal. Bad Bunny pun dilihat sebagai angin segar, bukti bahwa bahasa Spanyol adalah warisan budaya dan seni yang patut dihargai dan dilestarikan, sebab seharusnya tak ada bahasa yang diklaim lebih tinggi kedudukannya dari bahasa lainnya.

Musik dan seni secara umum memang lekat dengan politik. Selihai-lihainya kita memisahkan mereka dari politik, pada akhirnya ia mencerminkan sesuatu yang lekat dengan identitas dan sejarah pembuatnya. Ini yang bisa kita pelajari dari Bad Bunny. Awalnya dikenal sebagai penyanyi balada cinta biasa, kini ia menjelma jadi representasi kebanggaan Puerto Rico dan komunitas Latin secara umum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team