Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bagaimana Perasaan Upin dan Ipin Tidak Punya Rambut?
cuplikan Upin & Ipin episode Tumbuh Rambut (youtube.com/Les' Copaque Production)
  • Upin dan Ipin pernah diejek Fizi karena kepala botak mereka, terutama di episode 'Gunting Rambut' dan 'Tumbuh Rambut', yang membuat keduanya merasa tersinggung.
  • Setelah ejekan itu, Upin dan Ipin menangis serta merasa insecure karena berbeda dari teman-teman mereka yang memiliki rambut, bahkan sempat mempertanyakan ke Opah kenapa rambut mereka tak tumbuh.
  • Meski sempat mencoba menumbuhkan rambut dan memakai rambut palsu, teman-teman justru lebih menyukai Upin dan Ipin apa adanya dengan kepala botak sebagai ciri khas mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Upin dan Ipin adalah karakter utama dalam serial animasi produksi Les’ Copaque Production, yakni Upin & Ipin. Keduanya digambarkan sebagai anak kembar berusia 5 tahun yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Satu hal yang menonjol dan sudah menjadi ciri khas dari Upin dan Ipin adalah kepala botak mereka. Sehingga, karakter mereka pun mudah dikenali.

Melihat dua kepala botak sepanjang menonton episode Upin & Ipin sudah menjadi pemandangan yang biasa. Namun, di balik tingkah menggemaskan Upin dan Ipin yang menghibur, pernahkah kamu penasaran dengan isi hati keduanya karena berbeda dengan teman-teman mereka?

Kamu mungkin menganggapnya sebagai hal biasa, tapi apakah tanpa rambut selama ini mereka bersedih atau justru sebaliknya? Untuk menemukan jawabannya, simak keempat poin berikut, ya!

1. Upin dan Ipin pernah menerima ejekan karena kepala botak mereka

cuplikan Upin & Ipin episode "Tumbuh Rambut" (youtube.com/Les' Copaque Production)

Karakter Fizi digambarkan sebagai anak yang suka ceplas-ceplos dalam Upin & Ipin. Karakter lain sering menjadi korban ucapan Fizi, tanpa terkecuali si karakter utama, Upin dan Ipin. Kedua anak itu pernah dua kali diejek gak punya rambut olehnya.

Kejadian pertama ada di episode "Gunting Rambut". Fizi pernah menyebut bahwa Upin dan Ipin tak perlu berkomentar tentang penampilan rambutnya, karena mereka bahkan tak memiliki rambut. Fizi juga menyebut mereka tidak perlu datang ke sesi potong rambut karena tak punya rambut yang hendak dipangkas. Sementara itu, di episode "Tumbuh Rambut", Fizi secara langsung menyinggung perasaan Upin dan Ipin setelah menyebutnya botak dengan nada ejekan.

2. Upin dan Ipin pernah menangis dan insecure karena tidak punya rambut

cuplikan Upin & Ipin dalam episode "Tumbuh Rambut" (youtube.com/Les' Copaque Production)

Sepanjang menonton episode Upin & Ipin, mungkin tidak pernah terpikirkan olehmu bagaimana perasaan si kembar yang tak memiliki rambut. Sebab, selama ini Upin dan Ipin tampak tak mempermasalahkannya dan tetap bisa bermain bersama teman-teman mereka. Namun, jika kamu cukup jeli menonton episode "Tumbuh Rambut", ada momen di mana Upin dan Ipin merasa sedih karena tidak memiliki rambut, tepatnya setelah disebut botak oleh Fizi.

Di saat anak-anak lain menganggapnya sebagai gurauan biasa, ternyata ucapan Fizi tersebut justru menusuk hati Upin dan Ipin. Begitu mendengar perkataan Fizi, si kembar pun bergegas pulang ke rumah dan mengadu kepada Opah. Sambil menangis tersedu, keduanya mempertanyakan mengapa rambut mereka tak kunjung tumbuh. Mereka juga bertanya mengapa tidak seperti anak-anak lainnya yang punya rambut, sehingga bisa membuat bermacam-macam gaya rambut.

Upin dan Ipin merasa apa yang mereka alami tidaklah adil, mengingat semua orang di sekitar mereka memiliki rambut. Dari kejadian ini terungkap bahwa meski selama ini terlihat baik-baik saja, sebenarnya mereka juga merasa sedih. Bahkan, mereka juga merasa insecure karena terlihat berbeda dari teman-teman mereka yang memiliki rambut.

3. Upin dan Ipin sudah berusaha menumbuhkan rambut

cuplikan Upin & Ipin episode "Tumbuh Rambut" (youtube.com/Les' Copaque Production)

Setelah mendengar ucapan tak menyenangkannya dari Fizi di episode "Tumbuh Rambut", Upin dan Ipin tidak diam begitu saja. Si kembar kemudian berencana menumbuhkan rambut setelah menemukan minyak penumbuh rambut di wadah bakul yang ada di rumah Tok Dalang. Tanpa lama, malam harinya Upin dan Ipin saling mengoleskan minyak tersebut ke kepala mereka. Bahkan, Upin dan Ipin sudah meminjam penutup kepala milik Opah supaya saat tidur tidak mengotori bantal.

Sayangnya, harapan Upin dan Ipin untuk memiliki rambut dalam semalam tidak terwujud. Mereka juga kecewa saat menyadari momen bahagia memiliki rambut hanya sekadar mimpi. Sehingga, mungkin karena sudah terlanjur menaruh harapan pada minyak rambut mujarab, Upin dan Ipin pun meminta Kak Ros mencarikan rambut palsu untuk mereka pakai.

4. Teman-teman Upin dan Ipin lebih suka jika mereka menjadi diri sendiri

cuplikan Upin & Ipin episode "Tumbuh Rambut" (youtube.com/Les' Copaque Production)

Upin dan Ipin mengira bahwa rambut palsu akan membuat keduanya lebih keren di hadapan teman-teman mereka. Namun, semuanya justru memberikan respons yang tidak terduga. Saat Upin dan Ipin muncul pertama kali di depan teman-teman mereka, semua tampak heran dan menunjukkan wajah tidak suka.

Benar saja, sebagai salah satu teman, Mei Mei, mengaku lebih suka Upin dan Ipin botak. Sementara itu, menurut Susanti, lebih seru jika mereka tak berambut karena memang aslinya demikian. Bahkan, mereka semua kompak mengatakan tidak suka ketika Upin dan Ipin menanyakan penampilan barunya. Seakan menunjukkan bahwa botak memang sudah menjadi ciri khas Upin dan Ipin.

Pada akhirnya, kita jadi tahu kalau Upin dan Ipin ternyata merasa sedih dan insecure karena tak punya rambut. Bahkan, Upin dan Ipin sampai berusaha menumbuhkan rambut karena ingin terlihat sama seperti teman-teman mereka. Namun, teman-teman Upin dan Ipin tidak pernah mempermasalahkannya atau menganggap mereka  berbeda. Mereka justru lebih suka dengan Upin dan Ipin yang apa adanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team