Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Biodata dan Profil Jessie Buckley, Pemeran Istri Shakespeare di Hamnet.jpg
Jessie Buckley di Hamnet (dok. Focus Features/Hamnet)

Ajang penghargaan Oscar semakin dekat. Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) telah menutup putaran kedua pemungutan suara pada 16 Januari 2026 lalu. Sambil menunggu nominasi Oscar ke-98 yang akan diumumkan pada 22 Januari 2026 mendatang, para anggota Academy bersiap memasuki tahapan terakhir dalam menentukan para pemenang Oscar tahun ini. 

Sebagai salah satu ajang penghargaan paling bergengsi bagi insan perfilman dunia, Oscar dikenal memiliki sistem pemungutan suara yang cukup rumit dan berlapis. Penasaran bagaimana anggota Academy memilih para pemenang Oscar setiap tahunnya? IDN Times siap membedahnya khusus untuk kamu. 


1. Tahap Pertama: Pre-eliminasi

The Voice of Hind Rajab (dok. Kaouther Ben Hania/The Voice of Hind Rajab)

Pagelaran Oscar resmi dibuka dengan tahap pertama yakni pre-eliminasi. Dimulai pada awal Desember setiap tahunnya, para anggota Academy menyeleksi ratusan film yang eligible atau memenuhi kriteria ke dalam shortlist berisikan sekitar 10—15 film per kategori.

Dari total 19 cabang keanggotaan yang tersedia di Oscar, hanya 12 kategori yang mengikuti tahap pre-eliminasi. Kategori tersebut meliputi Animated Short Film, Casting, Cinematography, Documentary Feature Film, Documentary Short Film, International Feature Film, Live Action Short Film, Makeup and Hairstyling, Music (Original Score), Music (Original Song), Sound, dan Visual Effects. 

Para anggota Academy umumnya diberi tenggat waktu sekitar 7—10 hari untuk mengirimkan surat suara. Surat tersebut akan dikirim secara daring melalui situs resmi Academy maupun melalui metode konvensional. 

Pada tahap pre-eliminasi ini, setiap anggota hanya dapat memberikan suara sesuai dengan cabang keanggotaan mereka masing-masing. Seorang sinematografer, misalnya, hanya akan diminta mengirim shortlist film dengan sinematografi terbaik menurut penilaian pribadinya. Kemudian daftar tersebut disusun dengan pilihan terbaik di posisi teratas dan seterusnya. 

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pihak Academy telah merancang tahap pre-eliminasi sebagai proses kurasi berbasis keahlian, dimana shortlist di setiap kategori disusun oleh mereka yang bekerja langsung di bidang tersebut. Dengan kata lain, shortlist yang diumumkan pada akhir Desember tersebut merupakan hasil seleksi awal langsung oleh para praktisi yang memahami aspek teknis di setiap kategorinya. 

2. Tahap Kedua: Pemungutan Suara untuk Nominasi

Frankenstein (dok. Double Dare You/Frankenstein)

Pengumuman shortlist dari 12 kategori tertentu menjadi penanda dimulainya tahap kedua, yakni pemungutan suara untuk penentuan nominasi Oscar. Pada tahap ini, seluruh cabang keanggotaan dalam The Academy mulai berpartisipasi. Diiringi dengan mekanisme voting yang dibedakan antara kategori yang telah melalui pre-eliminasi dan kategori yang tidak. 

Untuk kategori yang telah melewati pre-eliminasi, para anggota Academy kembali diminta mengirimkan surat suara sesuai dengan cabang keanggotaan masing-masing. Namun berbeda dari tahap sebelumnya, kali ini mereka hanya dapat memilih lima judul terbaik dari shortlist yang telah tersedia. Lima film dengan perolehan suara terbanyak kemudian ditetapkan sebagai nominasi resmi di masing-masing kategori. 

Sementara kategori yang tidak melalui tahap pre-eliminasi langsung memasuki pemungutan suara nominasi. Kategori ini mencakup Best Picture (Producer), Director, Actor (Lead Actor, Lead Actress, Supporting Actor, dan Supporting Actress), Screenplay (Original Screenplay dan Adapted Screenplay), serta Editing. Para anggota dari masing-masing cabang tersebut diminta memilih lima nominasi terbaik dari seluruh film yang eligible. Seorang aktor, misalnya, akan mengirimkan empat surat suara terpisah dengan masing-masing berisi lima nama untuk kategori acting berdasarkan penilaian pribadinya. 

Beda cerita dengan kategori Best Picture. Untuk kategori ini, seluruh anggota Academy diwajibkan mengirimkan surat suara preferensial. Setiap anggotanya mengurutkan 10 judul film terbaik dari pilihan utama di posisi teratas hingga seterusnya.

3. Tahap Ketiga: Penentuan Para Pemenang

Marty Supreme (dok. A24/Marty Supreme)

Usai daftar nominasi resmi diumumkan, Oscar memasuki tahap terakhir, yakni pemungutan suara untuk memilih para pemenang. Pada tahap ini, seluruh anggota Academy berhak memberikan memberikan suara di seluruh kategori. Tanpa terkecuali dan tidak lagi berfokus pada cabang keanggotaan mereka. 

Sebagai alat penilaian kolektif, setiap anggota Academy diminta memilih satu pemenang di setiap kategori yang diperlombakan. Nominee dengan jumlah suara terbanyak akan langsung keluar sebagai pemenang Oscar. Sistem ini berlaku hampir di seluruh kategori kecuali Best Picture.

Best Picture menggunakan sistem preferential ballot atau sistem peringkat. Sederhananya, para anggota Academy diminta mengurutkan film-film nominasi berdasarkan preferensi mereka. Untuk penilaiannya, sebuah film baru dapat dinyatakan menang apabila berhasil meraih lebih dari 50% suara setelah proses penghitungan dilakukan. 

Jika tidak ada satupun film yang langsung memenuhi ambang batas tersebut, akuntan Academy berhak melakukan proses eliminasi dan redistribusi suara. Film dengan perolehan suara terendah otomatis dieliminasi. Suara dari pemilih yang menempatkan film tersebut di posisi teratas kemudian akan dialihkan ke pilihan berikutnya di surat suara mereka.

Misalnya, film A hanya mengumpulkan 100 suara dan berada di posisi terbawah dari total 1000 surat suara yang masuk. Film A pun otomatis tereliminasi. Selanjutnya, surat suara yang sebelumnya menempatkan film A di posisi teratas akan dihitung ulang dengan melihat pilihan berikutnya. Jika dari 100 surat suara tersebut 60 pemilih menempatkan film B sebagai pilihan selanjutnya dan 40 pemilih memilih film C, maka film B akan mendapatkan tambahan 60 suara dan film C memperoleh tambahan 40 suara.

Proses ini akan terus berulang hingga satu film akhirnya mencapai mayoritas suara yang dibutuhkan untuk memenangkan kategori Best Picture. Bukan tanpa alasan, sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa pemenang Best Picture memiliki tingkat penerimaan paling luas di antara seluruh anggota Academy. 

Untuk pagelarannya yang ke-98, The Academy resmi mengeluarkan Mandatory Viewing Requirements sebagai aturan baru. Singkatnya, The Academy akan mencatat aktivitas menonton para anggotanya dimana tombol vote hanya aktif jika mereka telah menonton film tersebut. Langkah tersebut diambil untuk menghindari bias popularitas dan memberikan lebih banyak peluang bagi film indie maupun film internasional untuk mendapatkan sorotan dari anggota Academy.

Bagaimana? Sudah ada gambaran mengenai sistem voting Oscar yang ruwet dan berlapis? Nominasi Oscar 2026 sendiri akan diumumkan pada Kamis, 22 Januari 2026 mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team