potret Baim Wong di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Baim Wong kemudian menjelaskan pemilihan judul Semua Akan Baik-Baik Saja juga tidak dipilih secara sembarang. Judul tersebut dianggap sesuai dengan cerita film yang mencakup berbagai konflik kehidupan dari semua karakternya.
“Film kita bukan cuma mengenai ibu. Mengenai tanggung jawab, mengenai berbagai macam karakter, termasuk juga karakter Ari Irham yang kita munculin, yang semuanya ada masalah masing-masing,” tutur Baim Wong.
Dengan cerita film yang kompleks, Baim Wong pun mengungkap bahwa pemilihan judul tersebut juga berkaitan dengan ending film yang ingin menyampaikan harapan bahwa pada akhirnya, semuanya akan baik-baik saja.
“Insya Allah film ini dengan ending yang semuanya akan baik-baik aja,” lanjut Baim.
Dalam kesempatannya, Baim juga menceritakan bahwa sebagian besar cerita film ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya bersama keluarga. Ia menyebut sekitar 70 persen ide cerita berasal dari dirinya, sementara pengembangan adegan dilakukan bersama penulis.
Beberapa adegan bahkan diangkat langsung dari momen nyata dalam hidupnya, seperti pengalaman saat melihat sang ayah meninggal dunia hingga momen dimandikannya jenazah. Selain itu, ada pula adegan yang terinspirasi dari kebiasaan sederhana bersama sang ibu, seperti disuapi makanan atau tertidur di pangkuan ibunya setelah salat.
“Adegan pas disuapin, terinspirasi dari mama yang suapin saya. Saya suka banget disuapin sama orangtua, terutama ibu. Itu ada adegannya. Nah, kebetulan ini soal orangtua, jadi ada adegan pas ibunya salat masih pakai mukenah, dan Reza tidur di pangkuan ibunya. Itu sering banget. Jadi banyak banget dari hal-hal yang personal,” ungkap Baim Wong dengan mata berkaca-kaca.