Noe Letto (instagram.com/sabrangmdp_official)
Lahir di keluarga yang akrab dengan dunia seni, ketertarikan Noe dengan musik sudah muncul sejak kecil. Awalnya, ia mendalami proses produksi musik di Studio Kiai Kanjeng yang merupakan tempat aktivitas kreatif Cak Nun. Ia kemudian membentuk band Letto bareng teman-teman SMA, yakni Ari, Dhedot, dan Pathub pada 2004.
Album debut mereka yang bertajuk Truth, Cry and Lie meledak di pasar musik. Lagu-lagu dengan lirik reflektif dan melodi menenangkan semacam "Ruang Rindu," "Sandaran Hati," dan "Sebelum Cahaya" mengangkat nama Letto di era awal 2000-an. Setelah itu, kesuksesan berlanjut ke album-album selanjutnya yakni Don't Make Me Sad, Lethologica, dan Cinta... Bersabarlah.
Noe juga sempat mendirikan Pic[k]Lock Productions pada 2008, sebuah rumah produksi yang fokus pada film sarat artistik dan reflektif. Melalui rumah produksi ini, Noe terlibat sebagai produser di tiga film berjudul Minggu Pagi di Victoria Park, Rayya, Cahaya di Atas Cahaya, dan Tjokroaminoto: Guru Bangsa.