ilustrasi manga (unsplash.com/branden_skeli)
Baru-baru ini, bos DC Comics, Jim Lee, dalam sebuah wawancara dengan NikkeiXTrend, membahas alasan kenapa komik AS belum bisa menyamai kesuksesan manga Jepang. Menurutnya, salah satu faktor utamanya adalah genre dan cakupan cerita. Manga memiliki cakupan cerita dan genre yang sangat luas.
Manga memiliki kategori andalan misalnya shonen yang lekat dengan action dan adventure seperti Naruto, One Piece, hingga Attack On Titan. Juga kategori shojo yang biasanya mengusung genre drama, romance, hingga persahabatan layaknya Fruits Basket hingga Your Lie in April. Ada juga genre ringan yang diangkat seperti slice of life dan komedi, misalnya Doraemon dan Crayon Shinchan. Ataupun genre sports dan sci-fi yang kesemuanya punya judul-judul yang sangat populer.
Berbeda dengan di Amerika Serikat yang menurut Lee, produksi komik masih berkutat di genre superhero saja, setidaknya itu yang paling terkenal. Sehingga, cakupan audiensnya pun tidak begitu luas. Khalayak yang tidak menyukai dunia superhero mungkin akan jarang membaca komik, karena tidak memiliki variasi genre dan kategori lain yang menonjol dan populer.
"Di Jepang, manga lebih dekat dengan ‘sastra’, siapa pun bisa membacanya, dan ceritanya tidak hanya tentang pahlawan. Ragam genrenya jauh lebih luas, seperti cerita tentang memasak atau sepak bola," kata Jim Lee, seperti dikutip dari ComicBook pada Selasa (27/1/2026).