Marthino Lio saat konferensi pers "Badut Gendong" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (22/5/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Peran Darso membawa tantangan yang tidak biasa bagi Lio. Ia beberapa kali harus berlari sambil menggendong boneka, menari, hingga melakukan adegan berkelahi dengan mata tertutup. Tantangan itu tentu tak mudah. Beruntung, ada tim stunt dan koreografi laga yang berpengalaman selama syuting berlangsung.
"Untungnya kita dapet tim koreo dan tim stunt yang oke. Di sini kita ada Kang Cecep dan ada Bang Joe," ucapnya selama konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
Namun karena harus berakting tanpa melihat, banyak kru stunt yang akhirnya jadi "korban" pukulan ngawur Marthino Lio selama syuting. Untungnya, suasana di set tetap cair dan penuh tawa.
"Anak-anak stunt-nya, mereka kuat-kuat karena banyak yang jadi korban gua. Tiba-tiba 'pak' ketabok, 'Eh, sorry,' terus melek 'pak' ketabok lagi. 'Maaf bang'," ucap Lio disambut tawa awak media.
Ada pula satu adegan ekstrem ketika Darso harus berlari dengan mata tertutup sambil dikejar mobil. Saat sang MC menggoda apakah latihan ini jadi persiapannya menuju proyek Si Buta dari Gua Hantu yang juga bakal digarap Magma Entertainment, Lio langsung salah tingkah.
"Aduh, gua enggak tahu deh. Mungkin. Enggak, enggak, enggak," jawabnya.