Carol Danvers dan Marcus dalam komik Avengers #200 (dok. Marvel Comics/Avengers #200)
Saat ini Carol Danvers dikenal sebagai Captain Marvel, seorang pilot Angkatan Udara Amerika Serikat yang berubah menjadi superhero dengan kekuatan supernya. Nah, dalam adaptasi filmnya, karakter ini diperankan oleh pemenang Academy Award, yaitu Brie Larson. Namun, pada 1980, Carol Danvers adalah Ms. Marvel dan dia menjadi pusat cerita komik Avengers yang paling terkenal pada zamannya.
Dalam komik Avengers #197, Carol Danvers hamil karena kekuatan misterius yang gak diketahuinya. Dalam komik Avengers #200, dia pun melahirkan. Carol terkejut dan gak percaya, tetapi rekan-rekan Avengers justru menyambut bahagia bayi tersebut. Saat bayi itu tumbuh dewasa, ia menyebut dirinya Marcus dan ngasih tahu anggota Avengers kalau dia adalah putra dari penjahat Immortus. Namun anehnya, bukan Immortus yang menghamili Carol Danvers.
Rupanya, Marcus lahir di dimensi Limbo. Ia adalah anak dari Immortus, atau Kang the Conqueror. Ketika itu, Marcus menculik Ms. Marvel dan menghamilinya dengan memanipulasi pikiran Danvers, sehingga Marcus dapat terlahir kembali di Bumi. Marcus mengaku diberi sedikit bantuan dari mesin Immortus. Nah, yang lebih gelapnya lagi, anggota Avengers justru membiarkan Ms. Marvel kembali ke Limbo bersama kekasih sekaligus putranya, Marcus, untuk melanjutkan hubungan mereka.
Komik Avengers #200 pun menuai kontroversi. Para pembaca menyimpulkan kalau Marcus merayu Carol Dean lewat pengendalian pikiran. Kisah ini pun dianggap sebagai pelecehan seksual. Gak hanya itu, anggota Avengers juga mengkhianati teman mereka sendiri karena membiarkan Carol Danvers dibawa pergi.
Carol Danvers sendiri kembali dari Limbo dalam komik Avengers Annual #10 (1981). Ketika itu, ia langsung melampiaskan amarahnya kepada anggota Avengers. Pada 2011, mantan pemimpin redaksi Marvel, yaitu Jim Shooter, mengakui di situs webnya kalau ia menyesal telah menyetujui dirilisnya komik tersebut. "Tanggung jawab ada di meja saya. Saya bertanggung jawab penuh. Saya salah. Penilaian saya gagal, atau mungkin saya tidak cukup memperhatikan. Maaf. Avengers #200 adalah sebuah bencana."