Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
momen konferensi pers Na Willa pada Kamis (12/2/2026)
momen konferensi pers Na Willa pada Kamis (12/2/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Intinya sih...

  • Ryan Adriandhy mengadaptasi novel "Na Willa" menjadi film panjang

  • Ia mendapat keuntungan melihat foto masa kecil Reda Gaudiamo

  • Ryan dan Reda sangat memperhatikan detail dialog sesuai dengan setting tahun 1960

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ryan Adriandhy kembali dengan karya terbarunya. Bukan animasi, stand up comedian yang kini beralih profesi di bidang perfilman ini mengadaptasi novel anak berjudul "Na Willa" karya Reda Gaudiamo.

Melewati proses yang panjang, Ryan membagikan tantangan baru dengan menerjemahkan kisah dari tulisan ke dalam medium layar lebar. Mulai dari proses menggodok naskah hingga meramu dialog agar tetap terasa alami, apa saja kesulitan yang ia alami?

1. Ryan Adriandhy berusaha membedah bab buku menjadi film panjang

momen konferensi pers Na Willa pada Kamis (12/2/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Mengambil peran sebagai penulis sekaligus sutradara, Ryan mengungkapkan bagaimana proses awal ia menggodok novel Na Willa hingga siap diadaptasi menjadi film. Dalam prosesnya, ia tetap menjalin diskusi intens dengan Reda Gaudiamo selaku penulis karya aslimya.

"Novelnya itu kan slice of life. Jadi bab-bab pendek, sementara kalau kita mau bikin film, kita butuh satu jahitan narasi yang utuh untuk bisa dinikmati. Aku datang ke Bu Reda dengan tawaran sinopsis supaya karakter-karakternya berfungsi di dalam narasinya. Bukan cuma hadir dan dia punya fungsi ke dalam ceritanya," kata Ryan dalam konferensi pers pada Kamis (12/2/2026).

2. Ryan Adriandhy mendapat keuntungan melihat foto masa kecil Reda Gaudiamo

momen konferensi pers Na Willa pada Kamis (12/2/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Demi mempermudah prosesnya, Reda sampai membagikan foto-foto masa kecilnya kepada Ryan. Sutradara film Jumbo ini pun membanggakan momen tersebut, karena bisa melihat secara tak langsung sosok yang menginspirasi tokoh Na Willa.

Ryan mengungkapkan, "Bu Reda ini memberikan pandora box dari foto-foto masa kecilnya Bu Reda. Jadi aku, mohon maaf ya, lebih dari pembaca Na Willa. Aku melihat beneran, Oh kayak gini dunianya.'"

3. Ryan Adriandhy dan Reda Gaudiamo sangat memperhatikan dialog

momen konferensi pers Na Willa pada Kamis (12/2/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Latar cerita yang mengambil setting tahun 1960 membuat Reda dan Ryan memberi perhatian khusus pada detail dialog. Keduanya sepakat bahwa pemilihan kata dan gaya bahasa harus sesuai dengan zamannya. Menurut sang pencipta Na Willa, penggunaan dialog yang terlalu modern justru bisa merusak keutuhan dan nuansa cerita yang sudah ia bangun.

"Karena Ryan sepakat untuk mempertahankan setting tahun 60-an itu. Dan saya merasa Itu penting kalau dialognya terlalu modern, itu akan mengacaukan semuanya," jelas Reda Gaudiamo.

Penasaran bagaimana Na Willa dibuat menjadi audiovisual oleh Ryan Adriandhy? Kamu bisa menyaksikan film anak-anak ini di bioskop pada lebaran 2026 mendatang.

Editorial Team