Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Deddy Mizwar berpesan untuk menghargai orang tua yang masih ada.jpg
Deddy Mizwar saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (9/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Intinya sih...

  • Deddy Mizwar menjelaskan makna "cahaya" sebagai personifikasi ibu yang krusial dalam keluarga.

  • Donny Damara melihat cahaya sebagai sumber kehidupan, sementara Ira Wibowo menganggapnya sebagai kehangatan emosional dalam keluarga.

  • Deddy Mizwar mengingatkan pentingnya menghargai orang tua yang masih ada sebelum terlambat, dengan pesan terbuka kepada masyarakat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Aktor senior sekaligus produser Deddy Mizwar kembali menghadirkan karya layar lebar lewat Rumah Tanpa Cahaya (2026). Bergenre drama keluarga, film ini diproduksi oleh Citra Sinema bekerja sama dengan SinemArt.

Mengangkat dinamika keluarga yang rapuh setelah kehilangan figur ibu, Rumah Tanpa Cahaya mencoba mengajak penonton merenungi satu hal sederhana: kehadiran orang tua yang sering dianggap sepele.

1. Deddy Mizwar sebut sosok ibu sebagai cahaya di rumah

Deddy Mizwar saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (9/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Setelah peluncuran film di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2026), muncul satu pertanyaan tentang makna "cahaya" di Rumah Tanpa Cahaya. Sebagai produser, Deddy Mizwar pun memberi jawaban gamblang.

"Jadi, ibu itu dipersonalisasikan dengan cahaya yang menyinari seluruh isi rumah," ujarnya.

Menurut Deddy, film ini menggambarkan realita pahit tentang betapa krusialnya peran seorang ibu. Kehadirannya sering baru benar-benar terasa justru setelah ia tak lagi ada.

"Pertengkaran di mana-mana karena tidak ada 'cahayanya.' Cahaya itu simbol," lanjutnya.

2. Makna "cahaya" menurut Donny Damara dan Ira Wibowo

Donny Damara saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (9/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Para pemeran utama juga punya tafsir masing-masing soal makna cahaya dalam film ini. Sebagai Qomar, sang ayah, Donny Damara memandang cahaya sebagai sumber kehidupan.

"Ya, di judul ini cahaya kan personifikasi dari orang (Nurul). Tapi menurut saya, cahaya adalah kehidupan," ucapnya.

Sementara itu, pemeran ibu Nurul, Ira Wibowo, menambahkan bahwa cahaya juga identik dengan kehangatan emosional dalam keluarga.

"Aku juga mau bilang kehidupan, kehidupan atau kehangatan. Karena tanpa cahaya tidak ada kehidupan dan tidak ada kehangatan," imbuh aktris pemenang Piala Citra ini.

3. Deddy Mizwar berpesan untuk menghargai orang tua yang masih ada

Deddy Mizwar saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (9/2/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Deddy sendiri mengakui, inti emosional film ini terletak pada kesadaran yang datang terlambat. Saat cinta itu berhenti, ada lubang besar yang tertinggal di dalam keluarga.

"Seorang ibu itu baru terasa kehadirannya setelah dia enggak ada. Waktu ada kayak biasa-biasa saja, kan? Karena dia sudah terbiasa mencintai kita," tuturnya emosional.

Di usia 70 tahun, Deddy pun menyampaikan pesan terbuka kepada masyarakat agar lebih menghargai orang tua selagi mereka masih ada, "Makanya, baik-baik kalau masih hidup ibunya, ya."

Selain Donny Damara dan Ira Wibowo, Rumah Tanpa Cahaya juga dibintangi oleh Lavicky Nicholas, Ridwan Ghany, dan Dea Annisa. Film ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi keluarga Indonesia, terlebih menjelang bulan suci Ramadan. Rumah Tanpa Cahaya tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 12 Februari 2026.

Editorial Team