Denada dalam Spill The Tea (youtube.com/FeniRoseOfficial)
Di balik keputusan menyerahkan pengasuhan Ressa kepada keluarga, ada pergulatan batin yang pelik. Menurut Denada, ia memikirkan masa depan anaknya, terutama soal tumbuh di lingkungan keluarga yang saat itu tidak ideal.
"Beban mental bahwa tanggung jawabku kepada dia bahwa dia akan tumbuh besar tidak di dalam gambaran rumah tangga dan gambaran keluarga yang utuh. Utuh dan sepenuhnya yang ideal," ujarmua.
Denada lalu mengungkapkan bahwa sang ibu, Emilia Contessa, adalah yang pertama kali mengusulkan agar Ressa diasuh oleh keluarga mereka di Banyuwangi. Keluarga yang dimaksud adalah adik dari ibunya yang saat itu memang sudah lama ingin memiliki anak laki-laki.
"Intinya Mama menanyakan pendapat aku, bagaimana kalau misalnya Tante Ratih dan Om Dino meminta untuk mengasuh (Ressa)," ujar Denada dan menambahkan, "Aku pikir itu perfect, karena Ressa akan tumbuh di satu keluarga, rumah tangga di mana dia akan melihat ada sosok bapak, ada sosok ibu. Dia akan disayang di situ."
Denada pun mengklaim masih berusaha untuk menghubungi Ressa dan mengungkapkan rasa penyesalannya atas kejadian tersebut. Kini, ia masih menghadapi gugatan Ressa Rizky senilai Rp7 miliar atas dugaan penelantaran anak selama 24 tahun. Kasusnya pun masih bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur.