Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Denada Ungkap Alasan Serahkan Ressa ke Keluarga Om dan Tantenya
Denada dalam Spill The Tea (youtube.com/FeniRoseOfficial)

Setelah dituding membuang anak kandungnya yang bernama Ressa Rizky, Denada buka-bukaan dalam kanal YouTube Fenni Rose Official. Dalam siniar tersebut, ia membagikan kisah awal ketika hamil dan melahirkan sendiri.

Denada juga bercerita bagaimana Ressa bisa jatuh ke tangan om dan tantenya. Ia menyebut, keputusan besar yang pernah diambilnya terkait Resa kerap disalahpahami oleh banyak orang. Berikut selengkapnya.

1. Denada tegaskan tidak membuang Ressa Rizky

instagram.com/denadaindonesia, lisamarianaaa

Denada membantah anggapan bahwa dirinya membuang Ressa Rizky. Ia merasa narasi tersebut sangat menyakitkan, apalagi jika sampai didengar langsung oleh Ressa.

"Ressa itu bukan kesalahan. Ressa itu tidak dibuang. Aku tidak pernah membuang dia. Aku jaga dia, aku pertahankan dia, dan aku lahirkan dia. Jadi tolong jangan ada yang ngomong kayak gitu," kata Denada sambil menangis dalam program Spill The Tea yang tayang di kanal YouTube Feni Rose pada Senin (16/3/2026).

Denada juga menceritakan, ia melahirkan Ressa dengan kesadaran penuh dan kasih sayang.

"Aku tuh mengandung dia dan melahirkan dia itu dengan penuh kasih, dengan penuh sayang. Aku mengambil keputusan itu sesadar-sadarnya, semantap-mantapnya tanpa ada keraguan."

2. Denada mengaku tidak pernah ada niat aborsi

Denada dalam Spill The Tea (youtube.com/FeniRoseOfficial)

Di tengah situasi yang tidak mudah, Denada mengklaim dirinya tidak pernah sekali pun mempertimbangkan untuk melakukan aborsi. Sejak awal mengetahui hamil, ia sudah mantap untuk melanjutkan semuanya, meski harus menjalani kehamilan tanpa kehadiran ayah biologis sang anak.

“Dari pertama kali aku tahu bahwa aku hamil, aku tidak pernah ada keraguan selain dengan keputusan untuk meneruskan kehamilan dan melahirkan," katanya.

3. Alasan Ressa Rizky diberikan ke om dan tantenya

Denada dalam Spill The Tea (youtube.com/FeniRoseOfficial)

Di balik keputusan menyerahkan pengasuhan Ressa kepada keluarga, ada pergulatan batin yang pelik. Menurut Denada, ia memikirkan masa depan anaknya, terutama soal tumbuh di lingkungan keluarga yang saat itu tidak ideal.

"Beban mental bahwa tanggung jawabku kepada dia bahwa dia akan tumbuh besar tidak di dalam gambaran rumah tangga dan gambaran keluarga yang utuh. Utuh dan sepenuhnya yang ideal," ujarmua.

Denada lalu mengungkapkan bahwa sang ibu, Emilia Contessa, adalah yang pertama kali mengusulkan agar Ressa diasuh oleh keluarga mereka di Banyuwangi. Keluarga yang dimaksud adalah adik dari ibunya yang saat itu memang sudah lama ingin memiliki anak laki-laki.

"Intinya Mama menanyakan pendapat aku, bagaimana kalau misalnya Tante Ratih dan Om Dino meminta untuk mengasuh (Ressa)," ujar Denada dan menambahkan, "Aku pikir itu perfect, karena Ressa akan tumbuh di satu keluarga, rumah tangga di mana dia akan melihat ada sosok bapak, ada sosok ibu. Dia akan disayang di situ."

Denada pun mengklaim masih berusaha untuk menghubungi Ressa dan mengungkapkan rasa penyesalannya atas kejadian tersebut. Kini, ia masih menghadapi gugatan Ressa Rizky senilai Rp7 miliar atas dugaan penelantaran anak selama 24 tahun. Kasusnya pun masih bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur.

Editorial Team