Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
momen konferensi pers Esok Tanpa Ibu
momen konferensi pers Esok Tanpa Ibu (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Intinya sih...

  • Dian Sastro ingin pesan filmnya tersampaikan kepada penonton

  • Dian tidak terpaku pada angka penonton, lebih fokus pada makna film

  • Dian berani mengambil dua peran berbeda dalam satu proyek film

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dian Sastro tidak hanya menjadi pemain dalam karya terbarunya. Lewat rumah produksi Beacon Film, aktris ternama ini juga duduk di bangku produser untuk film Esok Tanpa Ibu.

Punya beban sebagai produser untuk menyukseskan filmnya, Dian Sastro mengaku tak mau fokus ke angka penonton. Ia pun membagikan misinya di rumah produksi buatannya tersebut. Berikut berita selengkapnya.

1. Dian Sastro berharap pesan filmnya bisa tersampaikan ke penonton

momen konferensi pers Esok Tanpa Ibu (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Bertindak sebagai produser, Dian Sastro memahami bagaimana film Esok Tanpa Ibu membutuhkan biaya yang gak sedikit. Ia pun bekerja keras, mulai dari fundraising, penulisan, shooting, editing, sampai tahap promosi. Ini dilakukan untuk bisa menyampaikan pesan filmnya secara totalitas kepada publik.

"Saya sih sama produser-produser yang lain berharap ini bisa semaksimal mungkin. Bukan semata mengenai keuntungan ya, kita melihat bahwa film ini punya pesan yang positif juga yang sebenarnya bisa disebarkan untuk lebih banyak keluarga di Indonesia. Jadi dari situ aja kalau pesannya tersampaikan, kita udah seneng banget," ujar Dian Sastro kepada media pada Senin (19/1/2026).

2. Dian Sastro tidak mau terpaku pada angka penonton

momen konferensi pers Esok Tanpa Ibu (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Ketika ditanya soal target jumlah penonton, Dian menegaskan tak mau berfokus pada keuntungan belaka. Menurutnya, membuat film bermakna lebih penting untuk masyarakat.

Dian Sastro mengatakan, "Kita bikin film tuh gak pengin cuma berorientasi kepada keuntungan finansial, tapi kalau bisa gimana caranya kita bisa bikin film yang bermakna dan bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat yang lagi sangat membutuhkan pada saat ini."

3. Dian mau bergabung jadi pemain karena karakter pendukung

momen konferensi pers Esok Tanpa Ibu (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Dian Sastro juga berperan sebagai Ibu Laras dalam film ini. Ia memutuskan untuk berani mengambil dua peran berbeda dalam satu proyek, karena karakternya tidak mendominasi sepanjang film.

Ia menjelaskan alasannya. "Karena fokus produser dengan fokus aktor itu jauh berbeda. Makanya saya memiliki keberanian untuk mengambil dua peran ini, karena di sini saya adalah peran pendukung. Beban lebih besar yang diberikan kepada aktor utama itu adalah pada Ringgo dan Ali Fikry."

Esok Tanpa Ibu menceritakan cara Hendi dan anaknya, Rama, berduka atas kehilangan Laras. Sosok ibu yang tak tergantikan lalu mulai diambil alih oleh teknologi bernama I-BU. Film ini siap tayang perdana pada 22 Januari 2026 di bioskop Tanah Air.

Editorial Team