cuplikan Only Friends (dok. GMMTV/Only Friends)
Only Friends merepresentasikan toxic relationship yang sering terjadi di kalangan anak muda, yaitu hubungan beracun dalam pertemanan yang beriringan dengan kisah percintaan. Namun, kamu perlu bijak, drama BL Thailand ini menampilkan banyak adegan dewasa, mulai dari konten seksual, hubungan friends with benefits, hingga pengkhianatan. Drama garapan sutradara Jojo Tichakorn ini dibintangi jajaran artis Thailand naungan GMMTV.
Awal kisah Only Friends dimulai dari persahabatan Mew (Book Kasidet), Ray (Khaotung Thanawat), Boston (Neo Trai), dan Chueam (Lookjun Bhasidi). Kekacauan bermula sejak Boston mengenalkan Top (Force Jiratchapong) untuk membantu mendesain bisnis hostel mereka. Top, yang dikenal playboy, lalu mengembangkan hubungan romantis dengan Mew, yang selama ini hanya fokus pada studinya. Ketertarikan Top pada Mew gak terduga. Hal ini bikin Boston gak senang dengan perkembangan situasi itu meski ia turut andil sebagai mak comblang.
Top awalnya ingin menaklukkan Mew sebagai pembuktian. Jalinan kasih mereka makin runyam dengan kemunculan mantan pacar Top. Belum lagi, kebenaran di balik hubungan Top dengan Boston. Di sisi lain, Sand (First Kanaphan) ingin hubungan lebih dengan Ray, tapi Ray punya perasaan pada Mew. Meski gak tertarik untuk berkomitmen, faktanya Ray terus memberi harapan pada Sand. Sementara itu, Nick (Mark Pakin) menemukan video pornografi di ponsel Boston. Mereka lalu sepakat menjalin hubungan friends with benefits. Namun, Nick ingin sesuatu lebih meski ia tahu jika Boston kerap bergonta-ganti pasangan ranjang.
Toxic relationship kerap diangkat sebagai plot utama di drama Thailand. Adanya manipulasi, kontrol berlebihan, hingga salah satu pihak meragukan kenyataan atau merasa gak dihargai, sukses bikin penonton geregetan saking menariknya jalan cerita yang disajikan. Buat kamu yang suka adrenalin, gak ada salahnya nonton salah satu dari deretan judul drama di atas. Namun, pastikan usiamu sudah sesuai kriteria untuk tontonan tersebut, ya!