Dikta di hearing session "Unapologetic" di Krapela, Jakarta, Rabu (13/5/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Lewat Unapologetic, Dikta mencoba keluar dari zona nyaman dengan menghadirkan lagu-lagu yang cepat, penuh energi, dan lebih "berisik" dibanding karya sebelumnya. Salah satu inspirasi terbesarnya datang dari Blink-182, band yang ternyata cukup melekat dengan masa remajanya.
"Jadi alter ego saya dulu ketika SMP atau SMA ketika saya mainin lagu yang strumming gitarnya tuh kayak kita main Blink gitu, ya kan? Terus itu full power yang memang raw energy aja gitu. Pengennya bikin kayak gitu, akhirnya kebikin lah itu si Stop Bilang Iya," tuturnya.
Selain pop punk, Dikta juga mulai banyak memainkan elemen synth dan nuansa retro dalam lagu "Aku Kamu Kita." Saat mendengar hasil akhirnya, ia bahkan langsung teringat dengan atmosfer musik dari serial Stranger Things.
"Gue tuh suka sound-sound synthesizer yang deep gitu tuh. Nah gue tuh suka musik Stranger Things. Sound-sound-nya ya, 80-90. Karena gatau setiap denger sound itu gue kayak 'Ih gue suka nih, kayak gini nih'," aku mantan vokalis dari Yovie & Nuno ini.
Nuansa lagu tersebut memang cukup unik karena memadukan elemen new wave, synth pop, dan pop alternatif ala era 80-90an. Sementara untuk liriknya sendiri, Dikta menegaskan kalau cerita di balik lagu itu bukan sepenuhnya pengalaman pribadi.
"Itu fiktif sih ceritanya. Ga semua cerita saya, banyak cerita temen. Maksudnya film-film juga banyak yang kayak gini gitu. Kenapa ada Euphoria-nya, maksudnya itu kan kayak perceritaan yang sangat sering terjadi," ungkap Dikta sembari bercanda dengan MC.
Selain Stranger Things dan Blink 182, Dikta juga pun mengaku cukup banyak mendengarkan musik alternatif era akhir 90-an hingga awal 2000-an selama proses kreatif album ini berlangsung. Tak ayal kalau lagu-lagu berikutnya seperti memiliki vibes Radiohead di dalamnya.