Sydney Sweeney sebagai Cassie di Euphoria (dok. HBO/Euphoria)
Kontroversi bukan hal baru bagi Euphoria. Sejak musim pertamanya, serial ini kerap dikritik organisasi perlindungan anak dan kelompok orang tua karena dianggap terlalu gamblang dalam menampilkan narkoba, seks, dan kekerasan remaja. Namun musim ketiga tampaknya berbeda. Banyak pengamat menilai alur Cassie kini memang sengaja dibuat semakin provokatif demi memancing diskusi publik dan viralitas media sosial.
Dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter (12/4/2026), Sam Levinson menjelaskan pendekatan kreatifnya terhadap karakter Cassie.
"Mari kita buat lebih gila lagi. Yang selalu ingin kami temukan adalah lapisan keanehan lainnya yang dapat kami kaitkan dengannya sehingga kami tidak terlalu masuk ke dalam fantasi atau ilusinya. Humornya adalah untuk melompat keluar, untuk menghancurkan tembok itu," ujarnya.
Sementara itu, Sydney Sweeney beberapa kali mengatakan bahwa ia mempercayai visi kreatif Levinson dalam membentuk perjalanan Cassie sebagai karakter yang rapuh, obsesif, dan haus validasi. Terlepas dari kontroversinya, Euphoria tetap menjadi salah satu serial HBO dengan performa penonton tertinggi secara global, bukti kalau tontonan ini masih punya magnet kuat bagi audiens modern.