Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terlalu Vulgar, Episode Euphoria Terbaru Sydney Sweeney Panen Kritik
Sydney Sweeney sebagai Cassie di Euphoria (dok. HBO/Euphoria)

Serial Euphoria (2019–) kembali menjadi bahan perdebatan panas di media sosial. Episode terbaru musim ketiganya yang berjudul "This Little Piggy" menuai gelombang kritik setelah menampilkan adegan eksplisit karakter Cassie Howard yang diperankan Sydney Sweeney.

Sejak awal tayang, Euphoria memang dikenal sebagai serial remaja yang gelap, penuh visual provokatif, dan sering mendorong batas kenyamanan penonton. Namun episode terbaru ini dianggap sebagian penonton sebagai titik paling ekstrem yang pernah dicapai serial karya Sam Levinson tersebut.

1. Sydney Sweeney tampil vulgar di musim ketiga episode lima Euphoria

Sydney Sweeney sebagai Cassie di Euphoria (dok. HBO/Euphoria)

Dalam episode terbaru yang tayang Minggu malam (10/5/2026), Cassie sedang menjalankan akun berbayar miliknya, ItsJustMeCassie. Sejumlah adegan memperlihatkan Cassie melakukan berbagai konten demi pelanggannya. Mulai dari olahraga lompat tali dengan pakaian sangat terbuka, menjual pakaian dalam bekas, hingga membuat video personal bernada fetish.

Episode itu juga menampilkan salah satu adegan paling absurd dalam sejarah Euphoria. Dalam sebuah fantasi surealis yang terinspirasi film Attack of the 50 Foot Woman (1958), tubuh Cassie berkembang menjadi raksasa layaknya Godzilla dan meneror pusat kota Los Angeles. Puncaknya adalah saat Cassie melihat pria sedang menonton videonya di perkantoran, merobek bajunya, lalu menabrakkan dadanya ke kaca gedung.

Banyak kritikus menilai musim ketiga Euphoria kini semakin menjadikan karakter Cassie sebagai pusat eksploitasi visual. Alih-alih memperdalam trauma atau psikologi karakter, serial ini dianggap lebih sibuk mengejar shock value alias momen viral.

2. Episode terbaru Euphoria mendulang banyak kecaman

Sydney Sweeney sebagai Cassie di Euphoria (dok. HBO/Euphoria)

Tak lama setelah episode tayang, platform X/Twitter langsung dipenuhi komentar penonton yang mempertanyakan arah cerita serial tersebut. Banyak yang merasa khawatir dengan intensitas adegan yang terus melibatkan Sydney Sweeney.

"Sydney Sweeney, mereka pasti tidak membayarmu cukup mahal untuk melakukan semua ini. Uangnya tidak mungkin sebanding," tulis salah satu pengguna X.

Komentar lain juga mempertanyakan apakah adegan-adegan tersebut benar-benar dibutuhkan untuk cerita, "Apakah Sydney Sweeney benar-benar suka melakukan adegan telanjang sebanyak ini? Saya tidak bermaksud mengatur perempuan, tapi ini sudah keterlaluan."

Sebagian penonton menilai episode terbaru Euphoria terasa lebih seperti upaya memancing viral ketimbang pengembangan karakter. Kritik terbesar datang dari anggapan bahwa serial tersebut kini semakin kabur membedakan eksplorasi tema dewasa dengan eksploitasi visual.

3. Komentar pencipta Euphoria atas musim ketiga

Sydney Sweeney sebagai Cassie di Euphoria (dok. HBO/Euphoria)

Kontroversi bukan hal baru bagi Euphoria. Sejak musim pertamanya, serial ini kerap dikritik organisasi perlindungan anak dan kelompok orang tua karena dianggap terlalu gamblang dalam menampilkan narkoba, seks, dan kekerasan remaja. Namun musim ketiga tampaknya berbeda. Banyak pengamat menilai alur Cassie kini memang sengaja dibuat semakin provokatif demi memancing diskusi publik dan viralitas media sosial.

Dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter (12/4/2026), Sam Levinson menjelaskan pendekatan kreatifnya terhadap karakter Cassie.

"Mari kita buat lebih gila lagi. Yang selalu ingin kami temukan adalah lapisan keanehan lainnya yang dapat kami kaitkan dengannya sehingga kami tidak terlalu masuk ke dalam fantasi atau ilusinya. Humornya adalah untuk melompat keluar, untuk menghancurkan tembok itu," ujarnya.

Sementara itu, Sydney Sweeney beberapa kali mengatakan bahwa ia mempercayai visi kreatif Levinson dalam membentuk perjalanan Cassie sebagai karakter yang rapuh, obsesif, dan haus validasi. Terlepas dari kontroversinya, Euphoria tetap menjadi salah satu serial HBO dengan performa penonton tertinggi secara global, bukti kalau tontonan ini masih punya magnet kuat bagi audiens modern.

Editorial Team