Amanda JKT48 (x.com/officialJKT48)
Amanda memutuskan untuk pindah ke SMA swasta katolik di Bandung karena ia tidak ingin lulus SMA di usia yang terlalu muda, yaitu 12 tahun. Di SMA tersebut, Amanda sempat hampir tidak naik kelas karena kendala bahasa yang dialami, beruntungnya ia memiliki teman yang sangat suportif dan bersedia mengajarinya dengan bahasa Inggris terkait pelajaran yang belum dimengerti. Amanda menghabiskan masa mudanya dengan banyak kegiatan, ia mengaku jarang bermain karena sibuk sekolah dan les selama satu minggu penuh.
Saat SMP, Amanda sempat menjadi sekretaris OSIS dan di SMA ia tetap aktif OSIS selama 2 tahun sebagai seksi bidang. Selain OSIS, Amanda juga bergabung dengan dance club dan aktif mengikuti berbagai perlombaan. Amanda pernah mengikuti beragam perlombaan, mulai dari dance, OSN informatika, cerdas cermat, fashion design, business plan, hingga scientist competition.
Menginjak kelas 2 SMA, Amanda memutuskan untuk mengikuti audisi JKT48 generasi 10, sayangnya ia terkena restrukturisasi 4 bulan setelah diperkenalkan sebagai trainee. Lulus dari SMA, Amanda sempat mendaftar SNMPTN di jurusan perencanaan wilayah kota dan psikologi, tetapi belum berhasil lolos. Amanda juga belum beruntung mengikuti jalur UTBK, ia kemudian mendaftar beasiswa di universitas swasta dan mendapat beasiswa 100% di jurusan teknik fisika.