Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan adegan dalam serial The Simpsons: Bart's New Friend
cuplikan adegan dalam serial The Simpsons: Bart's New Friend (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: Bart's New Friend)

Intinya sih...

  • Kartun The Simpsons awalnya memiliki plot twist yang menghubungkan Homer Simpson dan Krusty si Badut

  • The Simpsons pernah berseteru dengan keluarga Presiden George H.W. Bush di dunia nyata

  • Michael Jackson pernah mengisi suara salah satu karakter dalam The Simpsons, serta rumor tentang lagu "Do the Bartman"

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak debutnya pada tahun 1989—setelah beberapa tahun muncul dalam segmen pendek di acara The Tracey Ullman Show di Fox—The Simpsons berhasil menayangkan lebih dari 800 episode. Kartun Paman Sam ini dinobatkan sebagai salah satu program terbaik sepanjang masa oleh Vulture, Rolling Stone, dan Time. Gak hanya itu, kartun ini memenangkan banyak Emmy Award dan sebuah Peabody Award.

The Simpsons juga menjual merchandise senilai jutaan dolar. Nah, yang lebih menariknya, kartun ini menciptakan ratusan karakter yang gak mudah dilupakan dan dialog yang lucu-lucu. Ditambah lagi beberapa prediksinya yang menjadi kenyataan.

Bisa dibilang, The Simpsons adalah masterpiece yang setara dengan The Beatles atau Star Wars. Ini berarti ada banyak sekali cerita dan informasi di balik layar tentang keluarga dari kota fiksi Springfield. Apa saja, ya, fakta-faktanya.

1. Homer Simpson dan Krusty si Badut awalnya diceritakan sebagai orang yang sama

cuplikan dalam kartun The Simpsons: Homie the Clown (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: Homie the Clown)

Bart Simpson punya trust issue dengan orang dewasa, terutama Kepala Sekolah Skinner dan ayahnya sendiri, yang biasanya ia panggil "Homer" ketimbang sebutan "Ayah." Satu-satunya orang dewasa yang dihormati Bart adalah pembawa acara TV anak-anak, yaitu Krusty the Clown. Ironi memang.

Dikutip laman Cracked, penulis The Simpsons, yakni Matt Groening dan tim penulis yang lain, awalnya punya ide agar Krusty dan Homer menjadi orang yang sama. Jadi Bart gak mengenali ayahnya di balik riasan badut itu. Meskipun begitu, Homer masih gak dihormati putranya saat menjadi dirinya sendiri.

Namun, plot itu dianggap rumit untuk dikembangkan. Jadi ide tersebut ditinggalkan, tetapi masih diselipkan kesamaannya. Jika kamu lihat sekilas, Krusty dan Homer punya desain karakter yang hampir identik. Hanya saja, Krusty punya rambut dan riasan badut. Selain itu, episode musim keenam berjudul "Homie the Clown" (1995), menceritakan bagaimana Homer meniru Krusty the Clown.

2. The Simpsons pernah bersiteru dengan keluarga Presiden George H.W. Bush di dunia nyata

cuplikan adegan pertikaian Homer Simpson dan Presiden George H.W Bush dalam The Simpsons: Two Bad Neighbors (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: Two Bad Neighbors)

Pertikaian antara The Simpsons dan Presiden George H.W. Bush berlangsung lebih lama ketimbang ribut tetangga antara mereka yang meletus dalam episode berjudul "Two Bad Neighbors" (1996). Dalam sebuah wawancara tahun 1990 dengan People, Ibu Negara saat itu, yakni Barbara Bush, menyebut The Simpsons yang sedang populer kala itu sebagai kartun terbodoh yang pernah ditontonnya. Sebagai tanggapan, para penulis The Simpsons mengirim surat kepada Ibu Negara Bush dengan menyamar sebagai Marge Simpson. "Saya baru-baru ini membaca kritik Anda terhadap keluarga saya. Saya sangat terluka," tulis Marge Simpson. "Tuhan tahu kami jauh dari sempurna, dan jujur saja, mungkin juga kurang normal. Tapi seperti kata Dr. Seuss, 'manusia adalah manusia.'"

Presiden George H.W. Bush akhirnya mengirim permintaan maaf. Namun, hal ini belum berakhir. Di awal kampanye pemilihan kembali tahun 1992, Presiden George H. W. Bush berbicara di Convention of the National Religious Broadcasters. "Kita akan terus berusaha memperkuat keluarga Amerika, membuat keluarga Amerika jauh lebih mirip keluarga Walton," janji Bush, "dan jauh lebih mirip dari keluarga Simpson."

Nah, sebuah episode The Simpsons ditayangkan gak lama kemudian. Episode itu menyertakan cuplikan keluarga Simpson menonton pidato Presiden George H.W. Bush tersebut. Setelah itu, Bart menyindir, "Hei, kita sama seperti keluarga Walton. Kita juga berdoa agar Depresi (krisis ekonomi) segera berakhir."

3. The Simpsons menghadirkan Michael Jackson sebagai pengisi suara salah satu karakternya

cuplikan adegan Homer Simpson dan Leon dalam The Simpsons: Stark Raving Dad (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: Stark Raving Dad)

Dalam episode dari musim ketiga berjudul "Stark Raving Dad" (1991), Homer masuk ke rumah sakit jiwa karena suatu kekeliruan. Ia pun berteman dengan seorang pasien Kaukasia yang punya tubuh besar dan kepala botak bernama Leon, yang mengira dirinya Michael Jackson. Fun fact, Leon memang punya suara yang mirip seperti Michael Jackson. Yap, Raja Pop ini mengisi suara Leon untuk episode tersebut. Namun, dalam kredit, Michael Jackson tercantum dengan nama samaran, John Jay Smith.

Jadi gimana, sih, mendiang Michael Jackson bisa mengisi suara salah satu karakter The Simpsons? Nah, rupanya, Michael Jackson sendiri yang menelepon produser eksekutif The Simpsons, James L. Books. Michael Jackson bilang kalau ia sangat menyukai Bart, dan ia pun mau menjadi bagian dari acara tersebut. Michael Jackson awalnya ingin memerankan dirinya sendiri, tetapi para penulis punya ide lain dengan menciptakan karakter Leon.

4. Apa benar Michael Jackson menulis lagu "Do the Bartman"?

cuplikan adegan Bart Simpson menyanyikan "Do the Bartman" dalam The Simpsons: Bart the Daredevil (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: Bart the Daredevil)

Sudah lama beredar rumor bahwa Michael Jackson menulis lagu Bart Simpson yang berjudul "Do the Bartman." Single pertama itu muncul dalam album Simpsons tahun 1991, The Simpsons Sing the Blues. Nah, pencipta The Simpsons, Matt Groening, mengakui hal ini lewat wawancaranya dengan World Animation Celebration pada 1998. "Sangat menakjubkan bagi saya bahwa gak ada yang tahu kalau Michael Jackson menulis lagu itu."

Namun, pada 2015, pernyataan itu dibantah oleh Bryan Loren, musisi dan penulis lagu yang mengaku menulis "Do the Bartman." Bryan Loren memang mengakui kalau Michael Jackson menyanyikan vokal latar, mencetuskan judulnya, dan menyarankan Bryan Loren untuk memasukkan namanya dalam lagu tersebut. Bryan Loren pun menurutinya.

Siapa pun yang menulis "Do the Bartman," lagu tersebut sangat sukses, lho. "Do the Bartman" mencapai peringkat #11 di tangga lagu radio Amerika dan #1 di Inggris.

5. The Simpsons hampir dibuat spin off-nya

cuplikan adegan dalam kartun The Simpsons: 22 Short Films About Springfield (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: 22 Short Films About Springfield)

The Simpsons adalah salah satu dari sedikit acara TV yang sukses dan punya umur panjang. Sayangnya, kartun ini gak punya spin off. Tapi bukannya gak pernah dicoba, nih.

Pada 1994, Matt Groening menulis naskah untuk serial baru yang menampilkan Krusty si Badut punya acara bincang-bincangnya sendiri dan pindah ke Los Angeles. Namun, itu bukan kartun TV, Matt Groening ingin membuat serial live action-nya. Ia pun ingin menggaet Dan Castellaneta untuk mengisi suara dan memerankan Krusty.

Namun, Matt Groening mengubahnya menjadi serial animasi karena terkendala cerita dalam naskah tersebut. "Krusty tinggal di atas tiang dan ada berang-berang yang menggerogoti tiang-tiang itu," ungkap Matt Groening. "Tapi seseorang di jaringan televisi bilang kalau menyewa berang-berang yang terlatih itu mahal. Berang-berang palsu pun sama mahalnya." Kendati begitu, versi animasinya pun gak pernah diproduksi, nih. Pasalnya, negosiasi antara Matt Groening dan Fox gagal.

Dalam episode dari musim ketujuh, berjudul "22 Short Films About Springfield," Matt Groening membahas kalau episode tersebut hampir menjadi pendorong terciptanya serial The Simpsons yang baru. Seperti "22 Short Films About Springfield," setiap episode dari serial yang awalnya berjudul Tales from Springfield akan terdiri dari beberapa cerita pendek tentang karakter-karakter kecil The Simpsons dan penduduk Springfield. Namun, pihak produksi punya banyak kendala untuk memproduksi dua serial TV itu secara bersamaan.

6. The Beatles reuni dalam kartun The Simpsons, meskipun dalam episode terpisah

cuplikan adegan Lisa Simpson dan Paul McCartney dalam The Simpsons: Lisa the Vegetarian (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: Lisa the Vegetarian)

Selain beberapa single lepas di era 90-an, The Beatles gak pernah bersatu kembali setelah mengalami pertikaian pada tahun 1970—kecuali di serial The Simpsons, meskipun terpisah. Dalam serial tersebut, ketiga anggota The Beatles yang masih hidup saat itu (John Lennon meninggal pada tahun 1980 dan George Harrison pada 2001) muncul di acara tersebut.

Dalam episode "Homer's Barbershop Quartet," yaitu episode tentang Homer yang menjadi superstar, bertemu dengan George Harrison di sebuah pesta. Ia sangat senang karena mantan anggota The Beatles itu punya kue brownies. Ringo Starr juga muncul di The Simpsons. Ia muncul dalam adegan ketika menulis surat terima kasih kepada Marge atas potret yang dilukisnya beberapa dekade sebelumnya. "Marge tersayang: Terima kasih atas lukisanmu yang luar biasa. Aku sudah menggantungnya di dindingku!"

Paul McCartney, istrinya sekaligus rekan band Wings, Linda McCartney, muncul di The Simpsons dalam adegan ketika mereka mengajak Lisa Simpson untuk menjadi vegetarian dalam episode "Lisa the Vegetarian" (1995). Pasangan McCartney ini setuju untuk menyumbangkan suara mereka asalkan Lisa menjadi vegetarian dalam serial tersebut.

7. Sutradara Judd Apatow harus menunggu 25 tahun agar naskahnya diterima The Simpsons

cuplikan adegan dalam serial The Simpsons: Bart's New Friend (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: Bart's New Friend)

Saat ini, Judd Apatow adalah salah satu penulis skenario komedi, produser, sekaligus sutradar papan atas Hollywood. Namun pada 1990, Judd Apatow yang baru berusia 22 tahun itu, lagi berjuang mencari pekerjaan sebagai penulis untuk acara televisi. Memang, salah satu cara untuk masuk ke industri Hollywood adalah dengan menulis spec script.

The Simpsons baru menayangkan enam episodenya kala itu. Judd Apatow pun menulis spec script The Simpsons. Naskahnya bercerita tentang Homer yang dihipnotis. Homer mengira kalau dirinya berusia 10 tahun, dan menjadi teman dekat Bart. Sayangnya, naskah Judd Apatow gak diterima di The Simpsons. Namun gak lama kemudian, ia bekerja di acara The Ben Stiller Show dan The Larry Sanders Show.

Lebih dari 20 tahun kemudian, Judd Apatow membahas naskah The Simpsons itu dalam sebuah wawancara. Nah, naskah itu justru menarik perhatian produser The Simpsons, Al Jean, yang kemudian memproduksi naskah tersebut. Episode yang diberi judul "Bart's New Friend" itu akhirnya ditayangkan pada Januari 2015.

8. Asal usul Milhouse dalam The Simpsons

cuplikan adegan Milhouse dan Bart Simpson (dok. 20th Television Animation/The Simpsons)

Pada akhir 1988, The Simpsons masih menjadi bagian dari The Tracey Ullman Show dan belum punya serial sendiri. Para produser pun membuat kesepakatan untuk membuat iklan permen Butterfinger yang menampilkan Bart Simpson. Naskah iklan tersebut mengharuskan Bart membandingkan makan siangnya dengan seorang teman di sekolah. Jadi, tim kreatif The Simpsons harus membuat gambar untuk teman Bart Simpson dalam iklan kartun itu.

Gambar yang dipilih untuk menjadi lawan Bart adalah seorang anak yang sangat culun dan namanya gak disebutkan. Namun, ia harus punya nama dong. Akhirnya, Matt Groening menamainya Milhouse. Nama yang dianggap cocok buat anak itu.

9. Episode The Simpsons yang hilang, saat Prince gagal muncul dalam The Simpsons

cuplikan visual Prince sebagai karakter latar dalam The Simpsons: Treehouse of Horror XIX (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: Treehouse of Horror XIX)

Fakta ini sudah gak asing lagi. Yap, pembawa acara TV Conan O'Brien pernah menjadi penulis The Simpsons. Di antara kontribusinya untuk serial tersebut, ia menulis episode The Simpsons yang berjudul "Marge vs. the Monorail." Conan O'Brian juga menulis "episode yang hilang" dari The Simpsons yang seharusnya dibintangi oleh mendiang bintang pop Prince.

Direncanakan sebagai sekuel dari episode The Simpsons berjudul "Stark Raving Dad." Naskahnya bercerita tentang Homer yang bertemu dengan pasien rumah sakit jiwa bernama Leon yang mengira dirinya Michael Jackson, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Nah, Leon ini kembali muncul dalam "The Prince Episode." Kali ini Leon yakin kalau dirinya adalah Prince.

Kala itu, Prince siap untuk mengisi suara Leon versi baru, tetapi ia malah mundur setelah naskah selesai ditulis. Penulis dan produser The Simpsons, Al Jean, menganggap kalau Prince gak mau menjadi "nomor dua" setelah Michael Jackson atau gak mau samaan ceritanya seperti versi Michael Jackson. Di sisi lain, Prince meninggal dunia pada April 2016.

Ketika itulah Jean memposting tangkapan layar dari naskah yang akhirnya gak diproduksi tersebut ke akun Twitter-nya (sekarang X). Naskah itu menceritakan adegan ketika Prince menggoda saudara perempuan Marge yang bernama Selma. Al Jean juga mengakui kalau dia sudah menonton film-film Prince yang gagal di box office, seperti Under the Cherry Moon dan Graffiti Bridge.

10. Matt Groening membenci episode crossover The Critic

cuplikan adegan dari karakter The Critic dan Bart Simpson dalam The Simpsons: A Star Is Burns (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: A Star Is Burns)

Produser eksekutif Simpsons, James L. Brooks, juga merupakan produser eksekutif untuk The Critic, serial kartun berumur pendek di pertengahan era 90-an yang dibintangi Jon Lovitz sebagai kritikus film TV Jay Sherman. Kartun ini, yang diciptakan oleh penulis dan produser The Simpsons, Al Jean dan Mike Reiss, memulai debutnya di ABC pada 1994. Namun, serial kartun ini diambil alih oleh Fox pada 1995 berkat beberapa kesepakatan yang disetujui oleh James L. Brooks. Fox kemudian memberinya waktu tayang yang bagus, Minggu pukul 8:30, tepat setelah serial kartun The Simpsons.

James L. Brooks juga membuat episode crossover The Critic di The Simpsons. Dalam episode ini, Jay Sherman mengunjungi Springfield untuk menilai festival film. Namun, Matt Groening menolak episode tersebut, dan menganggapnya hanya sebagai iklan belaka. "Dua alasan saya menentang kolaborasi ini adalah karena saya gak mau mendapat pujian atau disalahkan atas The Critic dan saya merasa ini melanggar serial The Simpsons," kata Matt Groening. Dia bahkan menghapus namanya dari kredit episode tersebut.

James L. Brooks sendiri menganggap kalau sikap Matt Groening itu jelek. Pasalnya, butuh waktu berbulan-bulan untuk memproduksi episode tersebut. Namun, Matt Groening merusaknya hanya sesaat sebelum episode ditayangkan. Ia berharap agar Brooks berubah pikiran di menit terakhir dan menarik episode tersebut.

11. Perubahan karakter Waylon Smithers dalam The Simpsons

cuplikan adegan Waylon Smithers dalam The Simpsons: Homer's Odyssey (dok. 20th Television Animation/The Simpsons: Homer's Odyssey)

Episode The Simpsons yang berdurasi penuh ketiga adalah episode Januari 1990, berjudul "Homer's Odyssey." Dalam episode tersebut, asisten kepala Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Springfield, bernama Waylon Smithers, atau asisten Tuan Burns, tampil singkat. Hanya dalam episode itu—Waylon Smithers digambarkan dengan kulit cokelat yang gelap. Setelah itu, dan hingga hari ini, warna kulit Waylon Smithers berubah menjadi kuning. Kenapa bisa berubah, ya?

Yap, Matt Groening bilang kalau hal itu disebabkan oleh kesalahan produksi. Waylon Smithers seharusnya berkulit kuning sejak awal, tetapi para kreatornya ngasih warna yang keliru, yaitu cokelat. Ditambah lagi gak ada anggaran untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Alhasil dibiarkan saja dalam episode itu.

Selain itu, selama lebih dari dua dekade episode, sudah menjadi rahasia umum bahwa Waylon Smithers adalah seorang homoseksual dan sangat mencintai Tuan Burns (Montgomery Burns). Bukti-buktinya ada di sepanjang serial tersebut. Namun baru pada episode April 2016, Waylon Smithers secara terbuka mengakui kalau dirinya gay (dan juga menyadari bahwa Tuan Burns gak akan pernah membalas perasaannya).

Penulis The Simpsons, Rob LaZebnik, menulis episode tersebut sebagai bentuk dukungan untuk putranya yang bernama Johnny, yang merupakan seorang gay. "Saya orang Midwestern," jelasnya, "jadi saya gak menunjukkan emosi secara terang-terangan, tetapi saya berpikir, 'Cara apa yang lebih baik untuk memberi tahu putra saya bahwa saya mencintainya selain dengan menulis kartun tentang hal itu?'" sebagaimana yang dikutip The New York Post.

The Simpsons menjadi serial kartun yang digandrungi anak-anak. Mirip seperti SpongeBob SquarePants. Hanya saja, The Simpsons lebih populer di Amerika ketimbang Indonesia, mengingat serial kartun ini gak tayang di TV Indonesia. Meski begitu, banyak penggemar dari seluruh dunia yang mengikuti serial kartun The Simpsons. Apakah kamu termasuk?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team