Jakarta, IDN Times - Penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam industri film dan animasi masih menjadi perdebatan hingga kini. Di satu sisi, AI dinilai mampu mempercepat proses produksi dan menekan biaya pengerjaan. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga menuai kritik karena dianggap berpotensi mengurangi peran kreator manusia serta memunculkan persoalan hak cipta dan orisinalitas karya.
Di tengah perdebatan ini, film animasi Garuda di Dadaku pun mengungkap pandangan mereka. Jelang penayangannya di bioskop pada 11 Juni 2026, sutradara Ronny Gani dan produser Shanty Harmayn menegaskan bahwa film garapan mereka tidak menggunakan teknologi AI dalam proses produksi. Kenapa? Apa alasannya?
