Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
GOAT
GOAT (dok. Sony Pictures Animation/GOAT)

Intinya sih...

  • Surf's Up (2007): Film animasi kedua dari Sony Pictures Animation dengan pendekatan dokumenter palsu yang unik dan berhasil masuk nominasi Oscar 2008.

  • Cloudy with a Chance of Meatballs (2009): Mengadaptasi buku anak-anak menjadi film animasi dengan konsep hujan makanan yang penuh warna.

  • The Angry Birds Movie 2 (2019): Adaptasi game populer yang menghadirkan pesan penting tentang persatuan di tengah konflik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sony Pictures Animation termasuk salah satu studio yang sangat produktif dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sukses dengan KPop Demon Hunters (2025), mereka menghadirkan film bertema olahraga yang berjudul GOAT (2026). Ia mengikuti kisah Will Harris (Caleb McLaughlin), seekor kambing muda dengan mimpi besar untuk menjadi atlet roarball, sebuah olahraga fiktif yang terinspirasi dari basket.

Tayang di Indonesia pada Jumat (13/2/2026), GOAT langsung menjadi buah bibir berkat premisnya yang unik. Film ini juga menyuguhkan humor segar yang bisa dinikmati oleh penonton dari berbagai usia. Di balik perjalanan Will yang penuh perjuangan, terselip pesan penting tentang keberanian meski menghadapi keraguan dan cibiran dari orang-orang di sekitarnya.

Namun, GOAT bukanlah satu-satunya bukti konsistensi Sony Pictures Animation. Jauh sebelum film ini dirilis, mereka telah melahirkan beragam karya inovatif yang menghibur sekaligus membekas di benak penonton. Jika kamu terhibur dengan GOAT, tujuh film berikut bisa menjadi referensi menarik yang layak disaksikan.

1. Surf's Up (2007)

Surf's Up (dok. Sony Pictures Animation/Surf's Up)

Jika kamu menyukai GOAT karena menempatkan hewan sebagai karakter utama, maka Surf's Up wajib masuk daftar tontonanmu. Ia menjadi proyek kedua dari Sony Pictures Animation setelah Open Season (2006). Ceritanya mengikuti Cody Maverick (Shia LaBeouf), seekor penguin muda yang bercita-cita menjadi peselancar profesional.

Surf's Up mengusung pendekatan dokumenter palsu (mockumentary) yang membuat setiap adegannya terasa seperti liputan nyata. Berkat gaya penceritaannya yang unik pada masanya, film berhasil masuk nominasi Film Animasi Terbaik (Best Animated Featured Film) di Oscar 2008. Prestasi ini sekaligus menegaskan reputasi awal Sony Pictures Animation sebagai studio yang berani bereksperimen dengan konsep-konsep baru.

2. Cloudy with a Chance of Meatballs (2009)

Cloudy with a Chance of Meatballs (dok. Sony Pictures Animation/Cloudy with a Chance of Meatballs)

Cloudy with a Chance of Meatballs merupakan film animasi yang diadaptasi buku anak-anak karya Judi Barrett terbitan 1978. Film ini menceritakan Flint Lockwood (Bill Hader), ilmuwan eksentrik yang menciptakan mesin pengubah air menjadi makanan. Awalnya pembawa kebahagiaan bagi warga Swallow Falls, situasi mulai berubah total ketika mesin itu rusak dan memicu bencana besar.

Premisnya mungkin terdengar nyeleneh, tetapi justru di situlah daya tarik Cloudy with a Chance of Meatballs. Konsep hujan makanan dalam film ini dikemas dengan visual penuh warna dan dibumbui komedi slapstick menggelitik. Berkat sambutan positif penonton, film ini kemudian melahirkan sekuel berjudul Cloudy with a Chance of Meatballs 2 (2013) serta serial animasi yang tayang di Cartoon Network pada 2017.

3. The Angry Birds Movie 2 (2019)

The Angry Birds Movie 2 (dok. Sony Pictures Animation/The Angry Birds Movie 2)

Bagi kamu yang lahir di pertengahan 2000-an, mungkin sudah familier dengan Angry Birds (2009), game mobile karya Rovio Entertainment yang populer berkat gameplay-nya yang sederhana, tetapi adiktif. Bertahun-tahun kemudian, Sony Pictures Animation mengadaptasi game ini ke layar lebar dalam bentuk duologi. Dibandingkan film pertamanya, The Angry Birds Movie 2 dinilai lebih berkesan dan menghibur.

The Angry Birds Movie 2 menampilkan kerja sama tak terduga antara kaum burung dan babi untuk menghadapi ancaman baru. Dinamika tersebut menjadi sumber komedi yang selalu tepat sasaran tanpa terlihat dipaksakan. Selain itu, The Angry Birds Movie 2 juga menyelipkan pesan penting tentang persatuan di tengah konflik dan permusuhan.

4. Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018)

Spider-Man: Into the Spider-Verse (dok. Sony Pictures Animation/Spider-Man: Into the Spider-Verse)

Film animasi bertema superhero memang sudah banyak diproduksi. Namun, Spider-Man: Into the Spider-Verse tetap layak disebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa. Film ini mengikuti sepak terjang Miles Morales (Shameik Moore) setelah tergigit laba-laba radioaktif dan memperoleh kekuatan Spider-Man.

Tak hanya kuat dari aspek cerita, Spider-Man: Into the Spider-Verse juga menjadi salah satu dari sedikit film superhero yang memenangkan Oscar melalui kategori Best Animated Feature Film. Pendekatan visualnya yang memadukan teknik CGI dengan estetika komik membuat film ini seolah-olah menjadi lembaran komik yang hidup. Ditambah deretan lagu catchy, seperti "Sunflower" dan "What's Up Danger", Spider-Man: Into the Spider-Verse semakin sulit dilupakan bagi fans sejati superhero.

5. The Mitchells vs. The Machines (2021)

The Mitchells vs. The Machines (dok. Sony Pictures Animation/The Mitchells vs. The Machines)

Walau kurang populer akibat pandemik COVID-19, The Mitchells vs. The Machines sebenarnya layak diperhitungkan sebagai salah satu karya terbaik Sony Pictures Animation. Ia berfokus pada keluarga Mitchell yang kerap berselisih dan kesulitan untuk kompak. Segalanya berubah ketika mereka terjebak di tengah pemberontakan perangkat elektronik yang dipimpin oleh kecerdasan buatan bernama PAL (Olivia Colman).

Jika kamu suka Spider-Man: Into the Spider-Verse, kemungkinan besar kamu juga akan jatuh hati pada The Mitchells vs. The Machines, sih. Selain visual bergaya komikal yang ekspresif, film ini memadukan animasi 3D dengan sentuhan 2D yang dinamis layaknya sebuah linimasa media sosial. The Mitchells vs. The Machines juga menyelipkan sindiran tajam tentang perkembangan teknologi yang membuat kita menjauh dari keluarga dan sahabat.

6. Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023)

Spider-Man: Across the Spider-Verse (dok. Sony Pictures Animation/Spider-Man: Across the Spider-Verse)

Sebagai bagian dari Spider-Verse Saga, rasanya kurang lengkap tanpa menyertakan film keduanya, yaitu Spider-Man: Across the Spider-Verse. Ia menyoroti kisah Miles Morales (Shameik Moore) saat dirinya bertemu dengan komunitas multisemesta bernama Spider-Society yang dipimpin oleh Miguel O'Hara (Oscar Isaac). Konflik memuncak ketika Miles memilih untuk menyelamatkan keluarganya dari canon event yang membuatnya menjadi buronan Spider-Society.

Tak hanya mempertahankan gaya animasi kartunis yang unik, Spider-Man: Across the Spider-Verse juga berani dengan menampilkan warna dan visual berbeda untuk berbagai Spider-Man dari setiap semesta. Film ini pun menjadi fan service yang memuaskan, karena menghadirkan ratusan varian Spider-Man yang setia dengan komik, serial animasi, film live action, hingga video game. Spider-Man: Across the Spider-Verse menjadi bukti bahwa sebuah cerita superhero bisa digarap dengan penuh niat dan hati.

7. KPop Demon Hunters (2025)

KPop Demon Hunters (dok. Sony Pictures Animation/KPop Demon Hunters)

KPop Demon Hunters menambah daftar karya yang berani dan cerdas dari Sony Pictures Animation. Film ini menceritakan Rumi (Arden Cho), Mira (May Hong), dan Zoey (Ji-young Yoo), anggota grup girl band HUNTR/X yang tengah naik daun. Selain menjalani kehidupan sebagai idol, mereka juga harus berperan sebagai pemburu yang melindungi dunia manusia dari serangan iblis.

Meski narasinya sederhana, keunikan KPop Demon Hunters terletak pada perpaduan unsur supranatural khas Asia dengan pop culture modern yang stylish. Kamu juga akan dimanjakan oleh "Golden", "What It Sounds Like", "Free", dan lagu-lagu memikat lainnya sebagai medium untuk memperdalam dinamika karakter. Di balik visualnya yang lucu dan menggemaskan, film ini turut menyampaikan nasihat menyentuh tentang pentingnya keberanian untuk jujur pada diri sendiri.

Pada akhirnya, ketujuh film Sony Pictures Animation tersebut sama-sama menyuguhkan pesan yang dekat dengan kehidupan penonton. Meski begitu, pesan tersebut berhasil dibalut identitas unik masing-masing film yang terasa segar dan baru dari segi konsep. Jadi, sudah siap menyaksikan deretan karya Sony Pictures Animation yang menghibur dan menyentuh hati selain GOAT?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team