cuplikan film The Gabby Petito Story (dok. Lifetime/The Gabby Petito Story)
Film ini diadaptasi dari kejadian tragis yang menimpa selebgram asal Amerika Serikat, Gabby Petito. Awalnya Gabby dan sang kekasih, Brian Laundrie, berencana untuk melakukan traveling bersama. Keduanya pun sering kali mengunggah foto yang tampak bahagia di Instagram.
Namun, siapa sangka kekasihnya tersebut tega mencekik Gabby hingga menghilang. Jenazah perempuan tersebut akhirnya ditemukan di Taman Nasional Grand Teton Wyoming. Kasus kematian selebgram ini pun langsung menggemparkan publik. Pasalnya tidak ada yang menyangka hubungan yang terlihat sempurna tersebut berakhir bencana.
Media sosial memang sering kali menipu. Apa yang tampak sempurna, ternyata menyimpan hal yang sebaliknya. Oleh karena itu, kita juga harus bijak dalam bermain media sosial. Jangan sampai berakhir seperti yang terjadi dalam kelima film di atas, ya.
Film apa yang menggambarkan obsesi ekstrem terhadap kesempurnaan di dunia tari? | Black Swan. Film ini mengisahkan seorang penari balet (diperankan Natalie Portman) yang perlahan-lahan kehilangan akal sehatnya karena ambisi besar untuk menjadi penari utama dan tuntutan perfeksionisme yang menghancurkan mentalnya. |
Adakah film yang menyoroti bagaimana media massa mengeksploitasi kehidupan seseorang demi rating? | Ya, The Truman Show. Film ini menunjukkan sisi gelap hiburan di mana seluruh hidup seorang pria dijadikan acara realitas tanpa seizinnya. Ini adalah kritik tajam terhadap konsumsi publik yang haus akan privasi orang lain demi kesenangan semata. |
Apakah ada film yang mengangkat tema persaingan berdarah demi pengakuan di dunia musik? | Whiplash adalah salah satu contohnya. Meski lebih ke arah hubungan guru dan murid, film ini menunjukkan bagaimana seseorang rela disiksa secara mental dan fisik demi menjadi salah satu pemusik "terbesar" sepanjang sejarah. Selain itu, A Star Is Born juga menggambarkan bagaimana kesuksesan satu orang bisa berbarengan dengan kejatuhan pasangannya akibat depresi dan kecanduan. |