Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Film Horor Taiwan di Netflix yang Mengerikan, Ada Mudborn!
Mudborn (dok. GSCinemas/Mudborn)
  • Artikel ini menyoroti delapan film horor Taiwan di Netflix yang terkenal berani mengeksplorasi mitos lokal, ritual mistis, dan kisah supranatural tanpa batasan sensor ketat.
  • Beberapa judul populer seperti Incantation, The Bridge Curse, dan The Rope Curse sukses besar secara komersial serta mendapat pujian karena teknik penceritaan unik dan efek visual memukau.
  • Mudborn menjadi sorotan terbaru dengan kisah kutukan boneka tanah liat yang menyeramkan, menggabungkan unsur psikologis rumah tangga dan folklore klasik dalam balutan visual modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi pencinta film horor Asia, karya sineas Taiwan sering kali terlewatkan, padahal kualitas ketegangannya gak kalah seram dengan horor Thailand atau Korea, lho. Sering dikira sebagai film Tiongkok karena sama-sama berbahasa Mandarin, film horor Taiwan nyatanya jauh lebih berani dan kelam.

Tanpa adanya batasan sensor ketat terhadap unsur gaib, mereka sangat bebas mengeksplorasi kengerian hantu sungguhan, sekte sesat, hingga ritual berdarah dari mitos lokal setempat. Buat kamu yang lagi cari tontonan horor baru, deretan film ini bisa jadi rekomendasi yang pas banget. Ada juga Mudborn yang siap menerormu lewat kutukan boneka bayi tanah liat yang mengerikan.

Jadikan rekomendasi film horor Taiwan di Netflix yang mengerikan berikut ini sebagai referensi tontonanmu. Siap-siap ketakutan!

1. Hospital (2020)

Hospital (dok. Far East Films/Hospital)

Hospital berpusat di sebuah rumah sakit terbengkalai di Tainan, di mana seorang pendeta Tao dan putranya disewa oleh dua wanita untuk menghubungi roh kerabat mereka. Niat awal untuk menyampaikan pesan terakhir berubah menjadi petaka ketika ritual yin dan yang yang mereka lakukan justru membangkitkan entitas roh jahat yang sangat kuat.

Mereka pun harus berjuang mencari jalan keluar sebelum roh-roh pendendam tersebut merenggut nyawa mereka. Film ini diangkat dari legenda urban nyata tentang Rumah Sakit Xinglin di Tainan, lho. Tempat ini memang terkenal sebagai salah satu lokasi paling berhantu di Taiwan. Nuansa horor dari lorong-lorong rumah sakit ini cukup seru untuk dinikmati.

2. The Bridge Curse (2020)

The Bridge Curse (dok. Golden Village Pictures/The Bridge Curse)

The Bridge Curse mengikuti seorang pembaca berita yang mempertaruhkan pekerjaannya demi menginvestigasi kejadian nyata di sebuah jembatan angker yang memakan korban secara misterius. Berbekal petunjuk dari rekaman video yang tersisa, ia mengulik kembali tragedi sekelompok mahasiswa Universitas Tunghu yang nekat menguji sebuah mitos urban kampus tentang hantu wanita di jembatan tersebut. Sekaligus, ia berusaha membuktikan secara langsung apakah mitos kutukan itu benar-benar nyata.

Fakta serunya, film ini diadaptasi dari legenda urban yang benar-benar ada di Universitas Tunghai, Taiwan. Film ini meledak di pasaran dan mendapat ulasan sangat positif dari kritikus maupun penonton karena teknik penceritaannya yang nonlinier dan penuh plot twist tak terduga. Saking suksesnya, The Bridge Curse sampai diadaptasi menjadi video game horor PC dan konsol yang laris manis dimainkan oleh para gamer di seluruh dunia.

3. The Rope Curse 2 (2020)

The Rope Curse 2 (dok. LandFM/The Rope Curse 2)

Melanjutkan eksplorasi budaya pada film pertamanya, sekuel ini menyoroti ritual tradisional "Song Jia" (Mengirim Tali Hantu) yang digunakan untuk mengusir kutukan orang yang gantung diri. Di sekuel ini, ceritanya berfokus pada seorang pendeta Tao bermata batin yang berusaha menyelamatkan seorang gadis dari rasukan entitas gaib. Roh yang dihadapinya bukan sembarang hantu, melainkan iblis tali mematikan yang berasal dari Thailand bernama Setan Thailand.

Daya tarik utama film ini terletak pada perpaduan ketegangan silang budaya, menggabungkan elemen horor folklore Taiwan dengan mistisisme Thailand. Secara mengejutkan, banyak penonton menilai sekuel ini jauh lebih baik dan lebih emosional dibandingkan dengan film pertamanya. Penampilan aktor kelas festival ternama, Lee Kang Sheng, juga menuai banyak pujian karena ia berhasil memberikan bobot dramatis pada karakter pendeta yang diam-diam dihantui trauma masa lalunya.

4. Incantation (2022)

Incantation (dok. Netflix Indonesia/Incantation)

Disajikan dengan gaya found footage, Incantation menceritakan perjuangan seorang ibu bernama Li Ronan. Ia berusaha mati-matian menyelamatkan putri kecilnya dari kutukan mematikan setelah enam tahun lalu, ketika ia dan teman-temannya tanpa sengaja melanggar tabu terlarang di sebuah desa sekte sesat.

Dianggap sebagai film horor Taiwan terlaris sepanjang masa, Incantation terinspirasi dari kejadian nyata sebuah keluarga di Kaohsiung yang mengalami tragedi karena percaya bahwa mereka dirasuki dewa. Interaksi unik, di mana penonton disuruh menghafal simbol dan mengucapkan mantra mistis, membuat banyak orang merasa parno di dunia nyata. Karya epik ini juga memborong banyak piala bergengsi di ajang Golden Horse Awards.

5. The Bridge Curse: Ritual (2023)

The Bridge Curse: Ritual (dok. North Sky Film/The Bridge Curse: Ritual)

Berlatar di kampus yang berbeda dari film sebelumnya, sekelompok mahasiswa jurusan desain game memutuskan untuk mengembangkan game Augmented Reality (AR) bertema horor. Mereka nekat menggunakan peninggalan ritual gelap kampus sebagai basis permainannya. Namun, saat melakukan uji coba, mereka tak sengaja melepaskan entitas iblis itu ke dunia nyata.

Kepingan cerita di dalamnya masih memiliki benang merah dengan kutukan jembatan di The Bridge Curse (2020) yang melengkapi universe horor ini. Sebagai sekuel, film ini juga membawa angin segar dengan menggabungkan mitos kampus kuno dengan teknologi AR modern. Kualitas efeknya digarap dengan teliti hingga berhasil memenangkan penghargaan bergengsi Best Visual Effects di Golden Horse Awards 2023.

6. The Rope Curse 3 (2023)

The Rope Curse 3 (dok. Taipei Film Commission/The Rope Curse 3)

Film ketiga dari franchise ini bergeser fokus pada seorang pemuda dari keluarga pendeta Tao yang enggan meneruskan tradisi eksorsisme keluarganya, dan lebih memilih menggapai impiannya sendiri dengan mendalami parkour. Namun, takdir memaksanya turun tangan ketika Setan Thailand kembali mengancam nyawa ayahnya.

Kedua film sekuel The Rope Curse ini juga masih menampilkan karakter pendukung dari film pertamanya. Meski bukan pemeran utama, kehadiran mereka berhasil mengisi kepingan cerita mengenai kutukan tali gantung diri yang masih menghantui sejak The Rope Curse (2018). Tak hanya itu, dalam trilogi ini filmnya masih setia menyajikan detail ritual pengusiran roh tradisional yang kental, sehingga sukses menambah keseraman visual dan bikin atmosfernya makin mencekam.

7. Dead Talents Society (2024)

Dead Talents Society (dok. TIFF/Dead Talents Society)

Sangat kontras dan unik dibandingkan dengan film lainnya di daftar ini, Dead Talents Society adalah sebuah komedi horor yang membongkar kerasnya dunia bawah tanah. Di dimensi ini, para hantu harus bersaing secara profesional menakut-nakuti manusia demi mendapatkan "lisensi hantu". Jika mereka gagal mencapai target, mereka akan lenyap selamanya.

Kisahnya mengikuti hantu baru yang pemalu saat ia dilatih oleh seorang agen talenta hantu dan seorang diva hantu senior yang kariernya kini mulai meredup. Film ini menyajikan satir yang cerdas, membalikkan stereotip film horor dengan memperlihatkan tekanan mental para hantu yang harus bekerja keras mengejar ketenaran.

Disutradarai oleh John Hsu, karya ini dipuji habis-habisan oleh kritikus karena idenya yang luar biasa segar, lucu, namun tetap tidak ragu menyajikan adegan berdarah yang khas. Resepsinya sangat cemerlang di Taiwan dan bahkan sukses menembus pemutaran perdana di festival film kelas dunia bergengsi seperti Toronto International Film Festival.

8. Mudborn (2025)

Mudborn (dok. GSCinemas/Mudborn)

Cerita Mudborn berpusat pada kehidupan seorang perancang game Virtual Reality (VR) yang tanpa sadar membawa pulang boneka bayi tanah liat yang rusak dari sebuah rumah hantu saat sedang meriset proyek gamenya. Istrinya yang sedang hamil berusaha memperbaiki boneka tanah liat tersebut, yang sayangnya malah memicu teror gaib.

Teror ini perlahan mengancam kewarasan keluarga kecil tersebut serta membahayakan nyawa bayi di dalam kandungannya. Mudborn mengambil inspirasi yang sangat cerdas dari lagu pengantar tidur (nursery rhyme) klasik Mandarin berjudul "Ni Wa Wa" (Boneka Tanah Liat) yang liriknya ternyata punya sisi gelap.

Dibintangi oleh aktor papan atas Tony Yang, film ini sukses besar dan menjadi blockbuster horor terbaru di Taiwan. Penonton memuji kemampuannya meramu ketakutan psikologis rumah tangga, takhayul folklore yang lekat di masyarakat, dengan pendekatan visual modern.

Gimana, nyalimu sudah siap buat maraton semua film di atas? Daripada cuma penasaran, mending langsung saja masukin deretan judul tersebut ke watchlist kamu sebelum film-filmnya turun tayang dari Netflix. Selamat merinding!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team