Tahun 1930-an adalah masa keemasan bioskop dan studio horor sangat ingin mengeksploitasi properti mereka sebanyak mungkin. Ini menghasilkan banyak sekuel dari film monster klasik seperti Dracula, The Wolf Man, dan The Mummy. Beberapa di antaranya dinilai memuaskan dan lainnya mengecewakan.
Frankenstein juga jatuh ke dalam tren ini dan salah satu sekuelnya, The Bride Of Frankenstein, dirilis pada tahun 1935. Ia dianggap sebagai salah satu yang terbaik dan membantu memperluas mitologi Frankenstein dan menciptakan monster wanita baru. Dalam film lanjutannya, Dr Frankenstein dan monsternya ternyata masih hidup, bukan dibunuh seperti yang diyakini sebelumnya.
Dr. Frankenstein ingin keluar dari bisnis eksperimen jahatnya, tetapi ketika seorang ilmuwan gila, Dr. Pretorius, menculik istrinya, Dr. Frankenstein setuju untuk membantunya menciptakan makhluk baru, seorang wanita, untuk menjadi sahabat monster itu.