Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Film Indonesia tentang Realita Hidup Para Pejuang Rupiah
Tunggu Aku Sukses Nanti (dok. Rapi Films/Tunggu Aku Sukses Nanti) | 1 Kakak 7 Ponakan (dok. Cerita Film/1 Kakak 7 Ponakan)
  • Lima film Indonesia menyoroti perjuangan hidup masyarakat kelas menengah ke bawah, menggambarkan kerasnya mencari nafkah dan mengejar mimpi di tengah keterbatasan ekonomi.
  • Tokoh-tokoh seperti Topan, Sultan, Kaluna, Moko, dan Arga menghadapi tantangan berat demi keluarga, mulai dari kehilangan pekerjaan hingga tanggung jawab besar sebagai tulang punggung rumah tangga.
  • Film-film ini memadukan drama emosional dengan sentuhan komedi dan realita sosial, mencerminkan semangat pantang menyerah generasi pekerja yang berjuang untuk masa depan lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melihat perkembangan industri perfilman Indonesia, saat ini ada cukup banyak ragam alur cerita yang dihadirkan. Gak melulu tentang kisah asmara khas anak remaja, tetapi mengenai perjuangan untuk bisa bertahan hidup dan mengejar mimpi pun ikut diangkat.

Beberapa tahun belakangan ini, terdapat judul-judul film yang cukup mencuri perhatian karena isu yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Sulitnya mendapatkan pekerjaan hingga berjuang mati-matian untuk bisa menghidupi keluarga disajikan dalam bentuk audiovisual. Salah satunya adalah Tunggu Aku Sukses Nanti (2026)

Berikut ini beberapa rekomendasi film Indonesia tentang realita hidup para pejuang rupiah yang mungkin relate denganmu. Mau nonton yang mana dulu, nih?

1. Tampan Tailor (2013)

Tampan Tailor (dok. Maxima Pictures / Tampan Tailor)

Pertama adalah Tampan Tailor, sebuah film yang menceritakan tentang seorang single father bernama Topan (Vino G. Bastian). Setelah kehilangan istri dan toko jahit, Topan mulai kehilangan arah, terlebih lagi bagaimana cara membesarkan anaknya sendirian.

Topan yang hanya memiliki kemampuan sebagai tukang jahit sangat sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Dia banting tulang untuk mendapatkan uang, demi bertahan hidup agar anaknya bisa kembali masuk sekolah.

Berbagai pekerjaan dilakukan, seperti menjadi tukang calo tiket bioskop, menjadi kuli angkut barang, hingga bekerja di sebuah konveksi. Intinya, dia ingin memberikan masa depan terbaik untuk sang anak, meskipun berada di tengah keterbatasan.

2. Gampang Cuan (2023)

Gampang Cuan (dok. Temata Studio / Gampang Cuan)

Masih dibintangi Vino G. Bastian, kali ini adalah Gampang Cuan. Film ini menceritakan tentang Sultan (Vino G. Bastian), seorang anak pertama yang telah cukup lama merantau di Jakarta. Dia kerap mengabarkan telah sukses, padahal hanya menjadi tukang parkir.

Kerap menjadi andalan keluarga, Sultan bekerja mati-matian untuk melunasi hutang keluarga hingga membiayai sekolah adik-adiknya. Hingga pada suatu ketika, Sultan mencoba peruntungan dengan bermain saham agar bisa mendapatkan uang dengan cepat.

Dibintangi juga oleh Anya Geraldine, film ini menunjukkan betapa sulitnya menjadi anak yang harus berjuang sebagai kepala keluarga. Namun, meski cerita yang diangkat sangat berat, Gampang Cuan menggabungkan genre komedi yang mengundang gelak tawa.

3. Home Sweet Loan (2024)

Home Sweet Loan (dok. Visinema Pictures/Home Sweet Loan)

Menjadi film box office yang mendapatkan banyak penghargaan, selanjutnya ada Home Sweet Loan (2024). Mengikuti perjuangan dari seorang anak bungsu bernama Kaluna (Yunita Siregar) yang bermimpi memiliki rumah impian tanpa gangguan keluarga.

Meskipun menjadi anak bungsu, Kaluna berjuang keras sendirian. Dia kerap dijadikan sebagai pusat meminta pertolongan para anggota keluarga, hingga tidak jarang diperlakukan seperti anak tiri. Padahal, dia berjuang tanpa bantuan dari siapa pun.

Di saat Kaluna telah mengumpulkan uang untuk rumah impian, masalah kembali muncul. Uang yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun dan susah payah harus dipinjamkan kepada saudara untuk melunasi utang pinjaman online yang cukup besar.

4. 1 Kakak 7 Ponakan (2025)

1 Kakak 7 Ponakan (dok. Cerita Films/1 Kakak 7 Ponakan)

Berasal dari garapan sutradara Yandy Laurens, ada 1 Kakak 7 Ponakan. Film ini mengikuti kisah dari seorang anak bungsu bernama Moko (Chicco Kurniawan) yang secara tiba-tiba harus menjadi ibu sekaligus ayah dari beberapa ponakannya.

Moko yang memiliki mimpi untuk menjadi arsitek ternama terpaksa mengubur mimpinya dalam-dalam. Dia harus berjuang membesarkan dan mengurus ponakan yang masih berusia di bawah umur, hingga salah satu di antaranya masih bayi.

Tanpa mengeluh dan memperlihatkan kesulitan kepada para ponakan, Moko mencari uang dengan cara yang cukup keras. Dia tidak memperdulikan kesehatan atau hubungan asmara, asalkan ponakan-ponakan bisa bahagia dan bersekolah.

5. Tunggu Aku Sukses Nanti (2026)

Tunggu Aku Sukses Nanti (dok. Rapi Films/Tunggu Aku Sukses)

Menjadi debut pemeran utama Ardit Erwanda, Tunggu Aku Sukses Nanti tayang saat libur Lebaran 2026. Ceritanya tentang Arga (Ardit Erwanda), anak pertama dari keluarga yang sederhana, yang merasa tertinggal dibandingkan dengan keluarga lainnya.

Arga, yang kerap menjadi bahan cibiran keluarga besar, bertekad untuk segera mendapatkan pekerjaan demi mengangkat martabat keluarga. Pasalnya, hampir setiap ada acara keluarga, dia kerap ditanya soal pekerjaan, gaji, pasangan, hingga arti kesuksesan.

Berbeda dengan orang-orang di sekitarnya, Arga malah sangat kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan impian. Ada cukup banyak perusahaan yang didatangi, tetapi berujung pada penolakan. Di sini, mental dan fisik Arga sangat diuji sangat keras.

Kelima film di atas menunjukkan betapa susahnya mewujudkan sebuah mimpi bagi kalangan menengah ke bawah. Namun, semuanya tidak ada yang tidak mungkin jika berjuang dan berusaha. Film mana yang sudah kamu tonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team