Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Film Indonesia yang Masuk Marché du Film di Cannes 2026, Apa Saja?
Lakadbaggha 2: The Monkey Business dan Laut Bercerita (Instagram.com/theanshumanjha | Instagram.com/filmlautbercerita)
  • Tiga film Indonesia—Laut Bercerita, Ibu: Mother of the Lost, dan Lakadbaggha 2—berhasil masuk ke ajang Marché du Film di Cannes Film Festival 2026.
  • Marché du Film merupakan pasar film internasional terbesar yang berfokus pada promosi, pendanaan, dan kolaborasi proyek global di industri perfilman dunia.
  • Laut Bercerita tampil lewat program HAF Goes to Cannes, Ibu membawa horor emosional dua bahasa, sementara Lakadbaggha 2 jadi kolaborasi resmi pertama antara Indonesia dan India.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Industri film Indonesia terus mengukuhkan eksistensinya di kancah global. Bahkan pada tahun ini, sejumlah proyek film Tanah Air berhasil menembus Marché du Film di Cannes Film Festival 2026.

Tentu saja hal ini menjadi bukti bahwa industri perfilman Indonesia semakin mendapat perhatian dunia. Apalagi ajang ini merupakan salah satu yang paling dipertimbangkan di dunia perfilman internasional.

Apa itu Marché du Film?

Marché du Film (Instagram.com/filmlautbercerita)

Bagi kamu yang belum familiar, Marché du Film sendiri merupakan pasar film internasional terbesar di dunia yang menjadi bagian dari Cannes Film Festival. Ajang ini menjadi tempat berkumpulnya para pelaku industri perfilman global, mulai dari produser, sutradara, distributor, investor, hingga rumah produksi untuk mempromosikan, menjual, dan mencari kerja sama proyek film baru.

Nah, cukup berbeda dengan kompetisi utama Cannes yang fokus pada penayangan dan penghargaan film, Marché du Film lebih berfokus pada sisi bisnis industri perfilman. Banyak proyek film dari berbagai negara yang diperkenalkan di sini untuk mencari pendanaan, distribusi internasional, hingga peluang kolaborasi global.

Pada tahun ini, Marché du Film 2026 digelar di Cannes, Prancis, mulai 12-20 Mei 2026, bersamaan dengan berlangsungnya Cannes Film Festival 2026. Ada sejumlah judul asal Indonesia yang berhasil lolos. Mulai dari adaptasi novel populer hingga proyek kolaborasi internasional, berikut deretan film Indonesia yang masuk ke Marché du Film di Cannes Film Festival 2026.

1. Laut Bercerita

film Laut Bercerita (Instagram.com/filmlautbercerita)

Diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori, film Laut Bercerita (The Sea Speaks His Name) siap melangkah ke panggung internasional untuk dipresentasikan secara khusus dalam program “HAF Goes to Cannes” di ajang Marché du Film 2026.

“Kami merasa terhormat untuk mengumumkan bahwa The Sea Speaks His Name (Laut Bercerita) telah dipilih sebagai salah satu proyek yang dipresentasikan oleh Hong Kong - Asia Film Financing Forum (@hkiffindustry) selama HAF Goes to Cannes pada Marché du Film tahun ini,” bunyi pengumuman tim produksi di akun Instagram @filmlautbercerita.

Film yang disutradarai oleh Yosep Anggi Noen ini mengikuti kisah hilangnya aktivis mahasiswa bernama Biru Laut pada tahun-tahun terakhir era Orde Baru di Indonesia. Sekaligus menyoroti pergulatan emosional keluarganya dalam mencari kebenaran, film Laut Bercerita juga diperkuat oleh jajaran bintang ternama, mulai dari Reza Rahadian, Yunita Siregar, Christine Hakim, Arswendi Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, hingga Kevin Julio.

2. Ibu: Mother of the Lost

Ibu: Mother of the Lost (dok. Variety)

Selanjutnya, ada film horor Ibu: Mother of the Lost yang diproduseri oleh produser Indonesia-Australia, Intan Kieflie. Melansir Variety, Rabu (13/5/2026), film ini diproduksi dalam dua bahasa, yaitu Inggris dan Indonesia, dengan melibatkan para aktor ternama, seperti Yayan Ruhian hingga Christine Hakim dalam jajaran pemainnya.

Film ini mengikuti kisah perempuan bernama Dewi yang sedang berduka dan memutuskan untuk pindah ke rumah tua di tepi danau dengan niat mengubahnya menjadi panti asuhan. Namun, ia terjebak dalam situasi misterius karena menemukan dua anak yang telah meninggal dunia dan memanggilnya ibu.

“Lewat ‘Ibu’, kami membangun film horor yang bukan hanya menakut-nakuti penonton. Film ini terlebih dahulu menghancurkan hati penonton, lalu membiarkan terornya tumbuh dari luka tersebut,” kata Intan Kieflie.

3. Lakadbaggha 2: The Monkey Business

Lakadbaggha 2: The Monkey Business (Instagram.com/theanshumanjha)

Terakhir, yang gak kalah mencuri perhatian adalah film “Lakadbaggha 2: The Monkey Business”. Disutradarai oleh aktor sekaligus sutradara Anshuman Jha, film ini menjadi co-produksi resmi pertama India dan Indonesia.

Berlatar di Indonesia, film ini menampilkan aksi bela diri tangan kosong dengan pendekatan cerita yang realistis. Selain itu, film ini juga mengangkat isu lingkungan, khususnya ancaman kepunahan Yaki Monkey akibat perburuan ilegal dan kerusakan habitat. Film ini dibintangi oleh deretan aktor internasional, seperti Sunny Pang, Dan Chupong, Adil Hussain, Sarah-Jane Dias, serta Anshuman Jha sendiri.

Editorial Team