Terkadang gertakan langsung tidak bisa mengubah banyak hal, yang ada malah kita berdebat tanpa ujung. Inilah yang mungkin menciptakan satir, yakni seni mengungkapkan ekspresi lewat sindiran. Tak harus kocak, tentunya. Sindiran itu bisa dikemas dengan bungkus yang nampol, bahkan tragis. Tujuan intinya adalah memprovokasi pikiran penonton agar mau merenungkan apa yang salah dari isu tertentu.
Termasuk isu maskulinitas, nih. Sering disebut dan dibicarakan, tetapi masih banyak yang salah kaprah dan menganggap maskulinitas normatif yang kita percaya sebagai sebuah kewajaran, padahal toksik. Saat amarah tidak bisa membuat orang berubah, munculah berbagai karya seni satir yang menyindir maskulinitas. Enam film yang menyindir maskulinitas normatif berikut adalah beberapa contoh menariknya.
