Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
film Viva Maria!.
film Viva Maria! (dok. MGM/Viva Maria!)

Intinya sih...

  • Contempt (1963): Bardot tampil sebagai pusat emosi dan konflik cerita dalam film ini, membuktikan kedalaman aktingnya.

  • The Night Heaven Fell (1958): Memperlihatkan sensualitas Bardot yang khas era 1950-an dengan chemistry kuat antara Bardot dan Stephen Boyd.

  • And God Created Woman (1956): Film ini menjadikan Bardot sensasi internasional dan simbol perubahan cara sinema memandang perempuan dan seksualitas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Berita meninggalnya Brigitte Bardot pada 28 Desember 2025 di usia 91 tahun menutup satu bab besar dalam sejarah sinema Prancis dan dunia. Bardot bukan sekadar aktris, tetapi juga ikon kebebasan perempuan pada masa ketika industri film masih sangat konservatif. Kepergiannya membuat banyak orang kembali menoleh ke film-film yang membentuk legenda dirinya.

Lewat karya-karyanya, Bardot meninggalkan jejak yang sulit ditandingi. Ia bekerja dengan para sutradara besar, menjajal berbagai genre, dan menciptakan karakter yang terus dibicarakan lintas generasi. Untuk mengenang warisannya, berikut tujuh film paling ikonik Brigitte Bardot yang layak ditonton setidaknya sekali seumur hidup.

1. Contempt (1963)

film Contempt (Dok. Rialto Pictures/Contempt)

Film karya Jean-Luc Godard ini sering dianggap sebagai puncak artistik karier Bardot. Diadaptasi dari novel Alberto Moravia, Contempt menyajikan kisah pernikahan yang retak dengan pendekatan filosofis yang dingin dan penuh simbol. Bardot tampil bukan sekadar sebagai objek visual, melainkan sebagai pusat emosi dan konflik cerita.

Pengambilan gambar Technicolor di Roma dan Capri membuat film ini terasa mewah sekaligus melankolis. Meski hubungan Bardot dan Godard dikenal tidak harmonis, justru ketegangan itulah yang menghasilkan performa paling matang dalam kariernya. Contempt membuktikan bahwa Bardot adalah aktris dengan kedalaman, bukan hanya ikon sensual semata.

2. The Night Heaven Fell (1958)

film The Night Heaven Fell (dok. Lena Productions/The Night Heaven Fell)

Berlatar pedesaan Spanyol, film ini kembali menonjolkan magnet sensual Bardot yang khas era 1950-an. Disutradarai Roger Vadim, ceritanya menggabungkan drama kriminal dengan ketegangan psikologis, diperkuat oleh chemistry kuat antara Bardot dan Stephen Boyd.

Namun di balik sensualitasnya, film ini menyiratkan kegelisahan dan hasrat terpendam yang membuat karakternya terasa lebih manusiawi. The Night Heaven Fell memperlihatkan bagaimana Bardot mampu memikat penonton tanpa harus banyak dialog, cukup lewat gestur dan ekspresi yang intens.

3. And God Created Woman (1956)

film And God Created Woman (dok. Criterion/And God Created Woman)

Inilah film yang mengubah hidup Brigitte Bardot selamanya. Dirilis saat ia baru berusia 18 tahun, film ini langsung menjadikannya sensasi internasional. Bardot memerankan perempuan muda yang menantang norma pernikahan dan moral sosial, sesuatu yang sangat provokatif pada masanya.

Film ini menuai sensor dan kontroversi, terutama di Amerika Serikat, tetapi justru itulah yang membuatnya legendaris. And God Created Woman bukan hanya peluncur karier Bardot, melainkan juga simbol perubahan besar dalam cara sinema memandang perempuan dan seksualitas.

4. Viva Maria! (1965)

film Viva Maria! (dok. MGM/Viva Maria!)

Disutradarai Louis Malle, film petualangan-komedi ini mempertemukan Bardot dengan Jeanne Moreau. Keduanya memerankan dua perempuan bernama Maria yang terlibat dalam revolusi di awal abad ke-20, dengan nada cerita yang ringan namun sarat makna.

Bardot tampil lebih berani, penuh energi, dan karismatik, hingga membuatnya mendapat nominasi BAFTA. Viva Maria!menunjukkan sisi Bardot yang playful sekaligus politis, membuktikan bahwa ia bisa bersinar bahkan saat berbagi panggung dengan aktris besar lain.

5. The Legend of Frenchie King (1971)

film The Legend of Frenchie King (dok. Narcos Films/The Legend of Frenchie King)

Dalam western unik ini, Bardot berperan sebagai pemimpin kelompok perempuan pemberontak. Ceritanya mungkin tak terlalu disukai kritikus, tetapi justru itulah yang membuat film ini menarik sebagai tontonan cult.

Kolaborasinya dengan Claudia Cardinale menjadi daya tarik utama. The Legend of Frenchie King memperlihatkan Bardot di fase akhir kariernya, tetap berani, ekspresif, dan setia pada citra perempuan bebas yang ia bangun sejak awal.

6. Une Parisienne (1957)

film Une Parisienne (dok. Les Films/Une Parisienne)

Film komedi romantis ini menampilkan Bardot sebagai putri presiden Prancis yang terjebak dalam pernikahan penuh kecemburuan dan konflik. Lewat film ini, Bardot mengokohkan persona komedi-erotis yang begitu melekat pada namanya.

Kesuksesan komersialnya membuat Bardot semakin identik dengan citra modern Paris kala itu. Une Parisienne adalah contoh bagaimana ia bisa tampil ringan, menggoda, namun tetap cerdas dalam membawakan karakter.

7. The Bear and the Doll (1970)

film The Bear and the Doll (dok. Paramount Pictures/The Bear and the Doll)

Film ini memperlihatkan sisi Bardot yang lebih dewasa dan reflektif. Ia berperan sebagai perempuan bebas yang berusaha menggoda pria konservatif, dengan nuansa komedi yang terinspirasi dari screwball comedy klasik.

Bardot sendiri menyebut film ini sebagai salah satu yang paling ia cintai. The Bear and the Doll terasa seperti penutup yang manis untuk karier layar lebarnya. Film ini lebih tenang, namun penuh kehangatan dan kejujuran emosional.

Kepergian Brigitte Bardot meninggalkan kekosongan besar, tetapi film-filmnya memastikan bahwa namanya akan terus hidup. Nah, film mana yang akan kamu tonton ulang atau temukan pertama kali untuk mengenang sang legenda?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team