cuplikan A Bule Named Yanto (dok. AFTERSUN CREATIVE/A Bule Named Yanto)
Meskipun mengangkat cerita lokal di Yogyakarta, film garapan sutradara Berthold Wahjudi ini merupakan hasil kerja sama antara Aftersun Creative dari Indonesia dan Madfilm dari Jerman. Kerennya lagi, mayoritas kru yang terlibat dalam seluruh proses produksi film berkelas dunia ini berasal dari Indonesia, lho.
"Bisa membuat film berlatar di Jogja dengan perspektif minoritas, orang dengan kultur campuran seperti ini, lalu mendapatkan reaksi yang sangat baik dari penonton Cannes kemarin, menjadi pengalaman yang sangat berarti buat kami. Harapannya justru ini menjadi pembuka agar Yanto bisa terus berpetualang ke berbagai ruang menonton, khususnya di Indonesia dan berbagai negara lainnya," kata Annisa Adjam, produser dari Indonesia sekaligus founder Aftersun Creative, dalam rilis yang dibagikan pada Kamis (21/5/2026).