Oslo, August 31st (dok. Cannes Film Festival/Oslo, August 31st)
Film Norwegia yang menyabet puluhan nominasi ini adalah bagian dari Trilogi Oslo milik sutradara Joachim Trier. Kali ini, protagonis yang dipilih Trier adalah Anders (Anders Danielsen Lie), pria yang baru saja keluar dari pusat rehabilitasi karena isu kecanduan narkoba. Perlahan, ia mencoba memperbaiki hubungannya dengan orang-orang terdekat yang pernah ia kecewakan dulu. Termasuk beberapa perempuan yang pernah dan sedang jadi love interest-nya.
Tak ada yang salah dengan nonton film romcom konvensional, tetapi boleh imbangi dengan mengulik genre romantic realism. Sebagai pengingat kalau kamu tetap harus menapak tanah bila bicara cinta.
Mengapa film "(500) Days of Summer" sering dianggap sebagai standar film romantis realis? | Karena film ini membedah perbedaan antara ekspektasi dan realita dalam hubungan. Melalui karakter Tom dan Summer, penonton diajak melihat bahwa cinta tidak selalu berakhir bersama hanya karena kita merasa seseorang adalah "orangnya", serta bagaimana memori sering kali membuat kita mengabaikan tanda-tanda ketidakcocokan. |
Apa keunikan dari trilogi "Before" (Before Sunrise, Before Sunset, Before Midnight)? | Trilogi ini dianggap sangat realistis karena hampir seluruh filmnya diisi oleh dialog panjang antara kedua karakter utamanya (Jesse dan Celine). Penonton melihat evolusi cinta mereka dari kegembiraan masa muda hingga kerumitan serta kejenuhan dalam kehidupan pernikahan di usia matang. |
Film mana yang menggambarkan dampak rutinitas dan ego dalam pernikahan? | "Blue Valentine". Film ini menggunakan alur maju-mundur untuk menunjukkan kontras yang menyakitkan antara awal hubungan yang sangat manis dengan masa depan pernikahan mereka yang penuh pertengkaran dan kelelahan emosional. |