Pernahkah kamu merasa banyak yang tidak beres di sekitarmu, tetapi anehnya tak ada yang merasakannya. Semua dianggap normal sampai kamu risih sendiri, tetapi tak pula bisa berbuat banyak. Kamu mungkin sedang mengalami atau menyaksikan yang namanya manipulasi publik, yakni sebuah upaya yang sengaja dilakukan untuk memengaruhi sikap banyak orang. Masih belum yakin? Boleh tonton lima film tentang manipulasi publik berikut untuk dapat gambaran yang lebih jelas:
5 Film tentang Manipulasi Publik, Dimulai dari Hal Sepele

1. Network (1976)
Network adalah sebuah film satir yang berkutat pada beberapa pegawai di sebuah stasiun TV di Amerika Serikat. Akibat rating yang turun, mereka terpaksa menghentikan satu acara dan memutus kontrak kerja pembawa acaranya. Tak terima, si pembawa acara nekat melakukan sebuah aksi kontroversial pada acara perpisahan. Ironisnya, aksinya itu justru mencuri perhatian dan bikin rating acara itu naik drastis. Melihat peluang tersebut, pihak stasiun TV pun tergerak untuk melanjutkan kontrak dengan si pembawa acara walau etika bakal mereka kesampingkan.
Genre: satir
Pemain: Faye Dunaway, William Holden
Sutradara: Sidney Lumet
2. Don’t Look Up! (2021)
Don’t Look Up bisa juga dilihat sebagai sebuah film manipulasi publik karena berkutat pada perjuangan dua astronom untuk menyakinkan dunia bahwa Bumi sedang tak baik-baik saja. Bukannya didengar, peringatan mereka dianggap angin lalu. Bahkan, pemerintah justru melakukan beberapa upaya pembungkaman karena beberapa alasan, terutama berkaitan dengan kepentingan elite. Media pun tak bisa diandalkan. Mereka memilih untuk fokus pada masalah pribadi dua astronom tadi ketimbang mendengar esensi dari temuan mereka.
Genre: satir politik, komedi
Pemain: Jennifer Lawrence, Leonardo DiCaprio
Sutradara: Adam McKay
3. Wag the Dog (1997)
Kisah serupa ternyata pernah dibuat Barry Levinson pada 1997 dengan judul Wag the Dog. Film ini berlatarkan AS yang sedang menghadapi pemilu presiden. Salah satu kandidat presiden ternyata terjerat sebuah skandal besar yang dipercaya bisa menghancurkan reputasi dan peluangnya untuk terpilih. Untuk menyelamatkan muka sang capres, timnya sepakat merekrut seorang ahli propaganda yang diharapkan bisa mendistraksi orang dari berita miring soal si capres itu.
Genre: satir-politik
Pemain: Dustin Hoffman, Robert de Niro
Sutradara: Barry Levinson
4. A Face in the Crowd (1957)
Seorang produser radio gak sengaja menemukan Larry, pria yang dianggapnya berbakat dan potensial untuk jadi bintang baru. Tebakan dan kalkulasinya tepat, Larry menjelma jadi idola baru yang popularitasnya melonjak dengan cepat. Kolaborasi mereka berjalan lancar sampai si produser menyadari kalau ternyata Larry berniat memanfaatkan pengaruhnya untuk tujuan-tujuan jahat. Ngeri, nih!
Genre: drama satir
Pemain: Andy Griffith, Patricia Neal
Sutradara: Elia Kazan
5. The Wave (2008)
Seorang guru di Jerman nekat melakukan sebuah eksperimen sosial yang berakhir fatal. Ia sebenarnya berniat mendemonstrasikan bahayanya autokrasi dengan mencoba menerapkannya di kelasnya. Ia awalnya tergerak setelah mendengar murid-muridnya tak percaya kalau Jerman bakal kembali ke sistem autokrasi. Ia berusaha membuktikan sebaliknya, yakni seorang diktator bisa mengambil alih kekuasaan dengan cara-cara sederhana yang tampak tak berbahaya. Film ini berhasil memotret proses naiknya popularitas diktator lewat manipulasi publik yang dilakukan bertahap dan sistematik.
Genre: drama-psikologi
Pemain: Max Riemelt, Jurgen Vogel
Sutradara: Dennis Gansel
Dari lima film tadi, kita bisa membaca sebuah pola mengerikan. Hal-hal sepele seperti sikap apatis, memudarnya daya pikir kritis, sampai kerakusan dalam skala kecil ternyata bisa berkembang jadi manipulasi publik dengan pengaruh luar biasa.