Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Film Terbaik Sepanjang Masa Versi Roger Ebert, Kritikus Legendaris!
Citizen Kane (dok. Paramount Pictures/Citizen Kane)
  • Roger Ebert dikenal sebagai kritikus film legendaris dengan selera tajam dan pandangan bahwa film adalah seni yang mampu menggugah emosi serta mengubah cara pandang penonton.
  • Daftar film terbaik versinya mencakup karya klasik seperti Casablanca, Citizen Kane, Floating Weeds, Gates of Heaven, La Dolce Vita, Notorious, dan Raging Bull yang dipilih karena kekuatan emosional dan teknisnya.
  • Ebert menilai bahwa kehebatan sebuah film tidak ditentukan oleh popularitasnya, melainkan oleh dampak mendalam yang ditinggalkan pada penonton melalui cerita, karakter, dan penyutradaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau bicara soal kritik film, nama Roger Ebert hampir selalu masuk dalam daftar paling berpengaruh. Selama puluhan tahun, ia dikenal karena seleranya yang tajam dan sering kali berani berbeda dari arus mainstream. Bagi Ebert, film bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk seni yang bisa menyentuh emosi dan bahkan mengubah cara seseorang melihat dunia.

Menariknya, daftar film terbaik versi Ebert tidak hanya berisi judul yang paling populer. Ia memilih film yang berdampak besar, baik secara teknis maupun emosional. Dari drama intens hingga karya klasik yang abadi, berikut beberapa film terbaik sepanjang masa versi Roger Ebert, sang kritikus legendaris!

1. Casablanca (1942)

Casablanca (dok. Warner Bros. /Casablanca)

Meski Citizen Kane adalah favorit Ebert, ia menyebut Casablanca sebagai film paling sempurna yang pernah dibuat. Film ini punya segalanya, yakni romansa, drama, humor, dan ketegangan yang berpadu dengan sangat seimbang.

Dibintangi Humphrey Bogart dan Ingrid Bergman, Casablanca menghadirkan karakter yang begitu kuat hingga terasa nyata. Bagi Ebert, kekuatan film ini terletak pada bagaimana penonton benar-benar peduli terhadap setiap tokohnya.

2. Citizen Kane (1941)

Citizen Kane (dok. Paramount Pictures/Citizen Kane)

Sulit membicarakan film terbaik tanpa menyebut Citizen Kane. Film karya Orson Welles ini bahkan sering disebut sebagai film terbaik sepanjang masa oleh banyak kritikus, termasuk Ebert sendiri.

Kisah tentang naik-turunnya kehidupan Charles Foster Kane ini dikemas dengan teknik sinematik yang revolusioner. Dari cara bercerita hingga penggunaan kamera, semuanya terasa inovatif. Tidak heran kalau film ini terus menjadi referensi hingga sekarang.

3. Floating Weeds (1959)

Floating Weeds (dok. Daiei Films/Floating Weeds)

Nama Yasujirō Ozu mungkin tidak sepopuler sutradara Barat, tapi pengaruhnya sangat besar dalam dunia perfilman. Ebert bahkan menyebut gaya Ozu sebagai bahasa sinema yang berbeda.

Floating Weeds terlihat sederhana di permukaan, tapi menyimpan emosi yang dalam. Ceritanya tentang aktor tua yang kembali ke keluarganya, namun perlahan-lahan membuka konflik yang terpendam. Dengan tempo yang tenang, film ini justru terasa sangat menyentuh.

4. Gates of Heaven (1978)

Gates of Heaven (dok. New Yorker Films/Gates of Heaven)

Berbeda dengan film lain di daftar ini, Gates of Heaven adalah dokumenter yang justru terasa sangat filosofis. Disutradarai oleh Errol Morris, film ini mengangkat dunia pemakaman hewan. Topik tersebut terdengar sederhana, tapi ternyata menyimpan banyak makna.

Ebert melihat film ini sebagai refleksi tentang kehidupan dan kematian. Lewat kisah nyata yang unik, film ini mengajak penonton untuk berpikir tentang eksistensi, kehilangan, dan hubungan emosional yang sering kali dianggap sepele.

5. La Dolce Vita (1960)

La Dolce Vita (dok. Riama Film/La Dolce Vita)

Film karya Federico Fellini ini punya daya tarik yang unik karena semakin sering ditonton, justru semakin terasa dalam. Ebert bahkan mengaku semakin mencintai film ini seiring waktu, bukan sebaliknya.

La Dolce Vita bukan sekadar cerita tentang kehidupan glamor di Roma, tetapi eksplorasi tentang makna hidup, cinta, dan kehampaan. Visualnya indah, tapi yang paling membekas adalah pesan emosionalnya yang kompleks dan relevan hingga sekarang.

6. Notorious (1946)

Notorious (dok. Vanguard Films/Notorious)

Kalau bicara tentang sutradara legendaris, Alfred Hitchcock sering disebut sebagai “Master of Suspense.” Ebert sendiri sangat mengagumi gaya penyutradaraannya yang unik dan tak lekang oleh waktu. Film-film Hitchcock selalu terasa segar, meski sudah puluhan tahun berlalu.

Dari sekian banyak karyanya, Notorious menjadi favorit Ebert. Film ini memadukan thriller, romansa, dan intrik dengan sangat rapi. Ditambah akting kuat dari Cary Grant dan Ingrid Bergman, hasilnya adalah film yang elegan sekaligus menegangkan.

7. Raging Bull (1980)

Raging Bull (dok. MGM/Raging Bull)

Banyak yang menganggap Raging Bull bukan film terbaik dari Martin Scorsese. Namun, bagi Ebert, film ini adalah salah satu karya terbesar dalam sejarah perfilman. Cerita tentang petinju Jake LaMotta ini bukan sekadar kisah olahraga, tetapi juga potret gelap tentang obsesi, kemarahan, dan kehancuran diri.

Performa Robert De Niro dalam film ini disebut Ebert sebagai salah satu akting terbaik yang pernah ada di layar lebar. Intensitas emosinya terasa begitu nyata, terutama dalam adegan-adegan yang penuh konflik pribadi. Film ini mungkin berat, tapi justru di situlah kekuatannya.

Pilihan Roger Ebert ini membuktikan bahwa film terbaik bukan hanya soal popularitas, tetapi juga dampak yang ditinggalkan. Setiap judul di daftar ini memiliki ciri khas dan kekuatan yang membuatnya layak disebut sebagai mahakarya. Kalau melihat daftar ini, kira-kira film mana yang menurut kamu paling pantas disebut sebagai yang terbaik sepanjang masa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team