scene di film Tee Yai: Born to Be Bad (Dok. Netflix/Born to Be Bad)
Tee Yai: Born to Be Bad menjadi film kriminal Thailand yang terinspirasi dari kisah nyata. Film ini mengangkat cerita legendaris tentang seorang bandit dengan kekuatan mistis yang mewarnai sejarah kejahatan di Thailand pada tahun 70-an. Legenda Tee Yai yang sudah terkenal di Thailand, digarap ulang dalam film ini dengan sudut pandang baru yang belum pernah diceritakan sebelumnya.
Tee (Apo Nattawin), merupakan perampok kelas kakap yang paling dicari oleh polisi Thailand. Dalam menjalankan aksinya, Tee selalu bekerja sama dengan sahabatnya Rerk (Most Witsarut). Rerk sosok berhati dingin yang selalu menjadi bayangan serta penyusun rencana dalam setiap perampokan yang dilakukan oleh Tee. Nama Tee dan Rerk sebagai perampok begitu melegenda, banyak masyarakat Thailand yang percaya bahwa keduanya memiliki kemampuan supranatural yang mempermudah aksi perampokan dan lolos dari kejaran polisi.
Namun kehidupan keduanya berubah saat Rerk memutuskan pensiun sebagai perampok setelah jatuh cinta dengan Dao (Kao Supassara), perempuan cantik dari sebuah rumah bordil. Meski pada awalnya tidak setuju dengan keputusan Rerk, Tee akhirnya mengiyakan keinginan sahabatnya. Sebelum keluar dari dunia perampokan, Tee dan Rerk menyusun rencana untuk melakukan perampokan besar terakhir. Di saat bersamaan tanpa mereka sadari seorang polisi bernama Jakkarat (Joke Akarin) sedang menyusun strategi untuk memburu keduanya. Cara cerdik yang dilakukan oleh Jakkarat tidak hanya menghentikan perampokan, tapi juga menghancurkan ikatan persahabatan Tee dan Rerk.
Film kriminal Thailand tidak hanya mengandalkan fiksi atau twist semata, namun kisah diambil dari kehidupan sehari-hari dan realita sosial yang terjadi masa kini. Ketiga film di atas tidak hanya menyajikan aksi brutal dan menegangkan, namun juga berisi sebuah pesan kehidupan. Dari tiga film di atas adakah yang sudah kamu tonton?