Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
poster film Legenda Kelam Malin Kundang.
poster film Legenda Kelam Malin Kundang. (dok. Come and See Pictures/Legenda Kelam Malin Kundang)

Intinya sih...

  • Legenda Kelam Malin Kundang mengangkat folklore Minangkabau dalam thriller psikologis yang gelap dan penuh misteri.

  • Rekomendasi film serupa termasuk Lost Highway, Mother, The Vanishing, dan Before I Go to Sleep.

  • Film-film tersebut menawarkan lapisan misteri, distorsi realitas, tema obsesi, dan protagonis yang dihantui masa lalu.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah Pengepungan di Bukit Duri, Joko Anwar lewat studio Come and See Pictures kembali memanjakan para sinefili lewat Legenda Kelam Malin Kundang pada Kamis (27/11/2025). Film ini mengangkat folklore Minangkabau dalam balutan thriller psikologis yang gelap, penuh misteri, dan sarat intrik. Ceritanya mengikuti Alif (Rio Dewanto), seniman penderita amnesia yang hidupnya makin runyam ketika perempuan tua misterius (Vonny Anggraini) muncul dan mengaku sebagai ibunya alias Amak.

Gak butuh waktu lama bagi film arahan Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo ini menuai pujian luas. Misterinya yang solid, musiknya yang menghantui, serta cara film ini membedah isu hubungan ibu dan anak memang layak disebut sebagai kombinasi yang brilian. Akting Rio Dewanto dan Vonny Anggraini pun dielu-elukan karena berhasil menggambarkan trauma dan emosi intens karakternya.

Kalau kamu salah satu yang masih gagal move on setelah menonton Legenda Kelam Malin Kundang, apalagi sudah khatam semua karya Jokan, tenang dulu. Penulis sudah mengumpulkan empat rekomendasi film thriller psikologis lain yang wajib kamu pantengin. Siap-siap dibikin mikir keras lagi dari awal sampai akhir!

1. Lost Highway (1997)

adegan dalam film Lost Highway. (dok. Ciby 2000/Lost Highway)

Lost Highway karya David Lynch langsung terlintas di benak penulis sewaktu menonton Legenda Kelam Malin Kundang. Ceritanya mengikuti Fred Madison (Bill Pullman), musisi yang dijatuhi hukuman mati setelah membunuh istrinya, Renee (Patricia Arquette), akibat kecemburuan yang menggerogoti pikirannya. Anehnya, di penjara, Fred justru berubah secara “fisik” jadi mekanik muda bernama Pete Dayton (Balthazar Getty), dan memulai hidup yang sama sekali berbeda.

Kalau kamu suka Legenda Kelam Malin Kundang karena lapisan misteri, distorsi realitas, dan protagonis yang dihantui masa lalu, Lost Highway wajib disimak. Keduanya sama-sama menciptakan sensasi “terjebak” dalam kepala tokohnya, di mana imajinasi dan kenyataan sulit dibedakan. Dan seperti yang dilakukan film yang diproduseri Joko Anwar itu pula, Lost Highway sajikan scoring yang dijamin bikin gelisah di sepanjang durasi!

2. Mother (2009)

adegan dalam film Mother. (dok. CJ Entertainment/Mother)

Gak cuma misteri yang bikin menebak-nebak sampai akhir, isu maternal yang gelap dan intens juga jadi pusat perhatian dalam Legenda Kelam Malin Kundang. Nah, pengalaman serupa juga bisa kamu rasakan di Mother garapan Bong Joon Ho. Layaknya Legenda Kelam Malin Kundang lewat karakter Amak, film thriller psikologis Korea Selatan ini juga menghadirkan sosok ibu yang gak kalah misterius dalam diri Eomma yang diperankan dengan luar biasa oleh Kim Hye Ja.

Eomma merupakan ibu tunggal yang sangat protektif dari Yoon Do Joon (Won Bin), pria dewasa dengan disabilitas intelektual. Konflik muncul ketika seorang siswi SMA dibunuh dan Do Joon ditangkap berdasarkan bukti yang samar. Gak percaya pada sistem hukum yang acuh dan kepolisian yang lamban, Eomma pun memutuskan untuk mencari pembunuh yang sesungguhnya. Namun, apakah kasus ini sesimpel yang terlihat, atau ada rahasia lain di baliknya?

3. The Vanishing (1988)

adegan dalam film The Vanishing. (dok. Golden Egg Films/The Vanishing)

Film thriller psikologis garapan Belanda dan Prancis satu ini boleh jadi kurang dikenal, tapi tetap direkomendasikan untuk pencinta Legenda Kelam Malin Kundang karena menyajikan ketegangan yang sama intensnya. The Vanishing bercerita tentang Rex (Gene Bervoets), pria yang hidupnya hancur setelah kekasihnya, Saskia (Johanna ter Steege), hilang secara misterius saat liburan di Prancis. Bertekad menemukan sang kekasih, niat mulianya itu justru membuat Rex terjebak dalam permainan psikologis yang menakutkan.

Baik Legenda Kelam Malin Kundang maupun The Vanishing sama-sama menggunakan elemen investigasi dan tema obsesi untuk menggerakkan cerita. Rex terus mengejar jawaban meski petunjuk yang ia temukan kian absurd, serupa dengan Alif yang gencar menggali identitas Amak dan masa lalunya yang penuh kabut. Apalagi, The Vanishing juga punya ending mengganggu yang bakal mengingatkanmu pada klimaks Legenda Kelam Malin Kundang!

4. Before I Go to Sleep (2014)

adegan dalam film Before I Go to Sleep. (dok. Studio Canal/Before I Go to Sleep)

Jika menonton film macam Memento-nya Christopher Nolan setelah Legenda Kelam Malin Kundang sudah terlalu mainstream, kamu perlu mencoba Before I Go to Sleep. Sebagai thriller psikologis, film adaptasi novel best-seller karya S. J. Watson ini bermain di ranah ketidakpastian serupa Legenda Kelam Malin Kundang. Rasa curiga terhadap orang terdekat, situasi rumah yang gak lagi terasa aman, dan, terutama, protagonis yang mengalami hilang ingatan juga jadi bahan bakar utama di sini.

Before I Go to Sleep berfokus pada Christine (Nicole Kidman), wanita yang menderita amnesia akibat trauma kekerasan. Setiap bangun tidur, ingatannya terhapus total sehingga ia selalu mengawali hari dengan kebingungan tentang siapa dirinya dan dengan siapa ia tinggal. Ketika seorang dokter neurologi diam-diam memintanya merekam video diary, Christine pun mulai melihat kejanggalan dalam hidupnya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Berbekal empat rekomendasi di atas, kamu bisa lanjut menengok kisah-kisah gelap yang sama intensnya dengan Legenda Kelam Malin Kundang, lengkap dengan misteri dan tensi psikologis yang siap mengaduk kepala. Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman pencinta thriller lain biar nontonnya makin seru, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team