Kelas menengah disebut ekonom sebagai kelompok yang mendominasi populasi dunia. Meski begitu, hitungan pastinya masih jadi perdebatan. Ini karena kriteria kelas menengah bisa berbeda-beda di tiap negara atau wilayah regional. Pendekatan keilmuwan yang dipakai pun bisa memengaruhi definisi kelas menengah. Hal ini pernah disenggol Dennis Gilbert dalam tulisan berjudul ‘The Middle Class: Political, Economic, and Social Perspectives’ untuk Latin American Research Review.
Ekonom akan cenderung mengklasifikasikan kelas menengah lewat rentang gaji mereka, kemudian membandingkannya dengan pengeluaran. Ekonom percaya kalau kelas menengah punya surplus pendapatan yang lumayan guna mempertahankan tingkat konsumsi sehari-hari mereka. Di sisi lain, sosiolog akan cenderung mengotakkan kelas menengah lewat profesi mereka, yakni kelas pekerja yang tidak ditugaskan melakukan pekerjaan manual (istilahnya pekerja kerah putih). Sejarawan punya definisi berbeda. Menurut mereka, kelas menengah adalah soal istilah atau kepercayaan yang ditanamkan sekelompok orang atas diri mereka sendiri. Basisnya bisa selera, tingkat pendidikan, dan lain-lain.
Dari argumen-argumen tadi, Dennis Gilbert jadi salah satu ilmuwan yang setuju kalau kelas menengah itu tidak tunggal, melainkan bisa dibagi jadi beberapa divisi lagi. Seperti kelas menengah atas dan kelas menengah bawah alias nanggung. Semuanya punya posisi yang unik. Seperti apa? Beberapa film berikut bisa jadi gambarannya.
