Shepherds (dok. micro_scope/Shepherds)
Sesuai judulnya, Shepherds memang tak menyoal petani, tetapi penggembala. Kesulitannya tak kalah dengan petani, kok. Film bermula dari Mathyas, pemuda yang muak dengan hidup dan pekerjaannya di kota. Ia tertarik untuk menjalani slow living di desa dengan menjadi peternak.
Namun, sebelum itu, ia sadar ia harus mencari pengalaman dulu. Salah satunya adalah bekerja sebagai penggembala. Keputusannya ditertawakan warga lokal, tetapi kegigihannya meluluhkan salah satu peternak. Ia pun direkrut, tetapi di sinilah titik baliknya. Mathyas akhirnya terekspos terhadap kenyataan yang selama ini tak pernah ia bayangkan.
Kelihatan mudah, ternyata kembali ke desa untuk bertani dan beternak tidak untuk semua orang. Ada banyak hal di luar kuasa kita dan kerap luput dari kalkulasi risiko. Pada akhirnya, ini bukan tentang self-sufficiency dan kemandirian pangan belaka, tetapi soal komunitas dan sistem yang saling bertautan. Film-film tadi, meski gak berlatar Indonesia, kurang lebih berhasil mengekspos isu universal di sektor ini.