Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lost in Translation
Lost in Translation (dok. Focus Features/Lost in Translation)

Intinya sih...

  • Lost in Translation (2003) - Menangkap sisi jujur dari pengalaman traveling di Tokyo, Jepang. - Visualnya membuat kota terasa hidup dan mengundang penonton merasakan momen kecil.

  • The Motorcycle Diaries (2004) - Memperlihatkan perjalanan Che Guevara muda di Amerika Latin yang penuh hambatan. - Menunjukkan bahwa traveling bukan hanya soal destinasi, tapi juga perubahan cara pandang.

  • In Bruges (2008) - Film kriminal gelap yang menjadi promosi wisata efektif untuk kota Bruges di Belgia. - Kontras antara cerita keras dan latar kota dongeng membuat Bruges semakin berkesan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Film bertema perjalanan selalu punya daya tarik khusus. Bukan cuma menampilkan tempat-tempat indah, tapi juga menghadirkan rasa takjub yang sering dirasakan saat berada jauh dari rumah. Lewat layar, penonton bisa ikut pergi ke kota asing, pegunungan terpencil, sampai sudut dunia yang mungkin belum pernah terpikir untuk dikunjungi.

Beberapa film bahkan punya efek samping yang berbahaya buat dompet, sehingga bikin penonton langsung buka aplikasi tiket dan cari jadwal liburan. Film-film ini mampu menyalakan wanderlust dan keinginan untuk menjelajah. Berikut daftar film seru yang dijamin membuat penonton ingin keliling dunia.

1. Lost in Translation (2003)

Lost in Translation (dok. Focus Features/Lost in Translation)

Film karya Sofia Coppola ini menangkap sisi paling jujur dari pengalaman traveling. Berlatar di Tokyo, Jepang, cerita mengikuti dua orang yang sama-sama merasa terasing di kota besar yang super sibuk. Alih-alih hanya menampilkan destinasi wisata, film ini justru menyorot suasana dan rasa sebuah kota. Tokyo digambarkan lewat lampu neon, hotel tinggi, dan malam yang panjang.

Pendekatan visualnya membuat kota terasa seperti karakter hidup, bukan sekadar latar. Penonton diajak menikmati momen kecil naik taksi malam hari, menatap jendela hotel, atau tersesat di keramaian. Film ini tidak menjual liburan mewah, tapi pengalaman emosional saat berada jauh dari zona nyaman. Hasilnya justru bikin banyak orang ingin merasakan Tokyo secara langsung.

2. The Motorcycle Diaries (2004)

The Motorcycle Diaries (dok. FilmFour/The Motorcycle Diaries)

Film ini diangkat dari catatan perjalanan Che Guevara muda saat menjelajahi Amerika Latin dengan motor bersama temannya. Perjalanannya penuh hambatan seperti kendaraan rusak, uang menipis, dan rencana yang sering berantakan. Namun, justru dari situlah makna perjalanan terasa kuat. Film ini menunjukkan bahwa traveling bukan hanya soal destinasi, tapi perubahan cara pandang.

Lanskap Amerika Latin ditampilkan sangat megah dari Pegunungan Andes sampai Sungai Amazon. Visual alamnya terasa dominan dan memberi rasa skala yang besar. Penonton diajak merasakan perjalanan yang mentah dan tidak glamor, tapi sangat membentuk karakter. Cocok buat yang suka ide petualangan panjang dengan ransel dan rasa ingin tahu.

3. In Bruges (2008)

In Bruges (dok. Focus Features/In Bruges)

Sekilas ini film kriminal gelap dengan dialog tajam dan humor gelap. Namun tanpa disadari, film ini juga jadi promosi wisata paling aneh, tapi efektif untuk kota Bruges di Belgia. Kota kecil dengan kanal, bangunan abad pertengahan, dan jalan berbatu itu tampil sangat memikat. Awalnya terasa seperti kota wisata biasa, tapi makin lama justru terasa hangat dan hidup.

Lewat sudut pandang dua karakter yang terdampar di sana, penonton ikut merasakan pengalaman jalan kaki tanpa tujuan, masuk pub, dan menikmati detail kota. Kontras antara cerita keras dan latar kota dongeng justru membuat Bruges semakin berkesan. Banyak penonton mengaku baru tahu Bruges justru dari film ini. Efeknya kota kecil itu masuk bucket list.

4. The Great Beauty (2013)

The Great Beauty (dok. Indigo Films/The Great Beauty)

Film Italia ini mengikuti seorang penulis tua yang merenungi hidupnya sambil menyusuri pesta, seni, dan sudut-sudut kota yang jarang dilihat turis biasa. Kamera bergerak pelan menikmati arsitektur, patung, taman tersembunyi, dan malam kota yang elegan. Roma di film ini terasa megah tapi juga intim.

The Great Beauty tidak terasa seperti panduan wisata, melainkan pengalaman tenggelam dalam atmosfer kota. Penonton diajak menikmati Roma di malam hari, yang rasanya seperti berjalan tanpa peta dan tanpa jadwal. Setelah menonton, banyak orang jadi ingin menikmati kota, bukan sekadar mencentang spot terkenal.

5. The Secret Life of Walter Mitty (2013)

film The Secret Life of Walter Mitty (dok. 20th Century Studio/The Secret Life of Walter Mitty)

Ini salah satu film paling berbahaya bagi jiwa petualang yang terpendam. Ceritanya tentang pria biasa dengan hidup monoton yang tiba-tiba harus melakukan perjalanan lintas negara. Dari Greenland, Islandia, sampai pegunungan Himalaya, film ini penuh pemandangan spektakuler. Visualnya cerah dan sangat memancing rasa ingin pergi.

Perjalanan di film ini bukan cuma fisik, tapi juga transformasi pribadi. Setiap lokasi membawa tantangan dan keberanian baru bagi tokohnya. Nuansanya inspiratif tanpa terasa menggurui. Banyak penonton merasa terdorong untuk mencoba hal baru setelah menontonnya.

Dari Tokyo yang neon sampai Roma yang artistik, dari gurun hingga pegunungan, setiap cerita menawarkan alasan berbeda untuk berkemas. Kira-kira dari daftar film traveling paling seru ini, destinasi mana yang paling bikin kamu ingin segera berangkat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team