Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film yang Ingatkan Perlunya Nyaman dengan Diri Sendiri
An Unmarried Woman (dok. Criterion/An Unmarried Woman)
  • Artikel menyoroti lima film yang menggambarkan pentingnya kenyamanan dengan diri sendiri dan kemandirian emosional di tengah rapuhnya hubungan antarmanusia.
  • Setiap film menampilkan tokoh perempuan yang menghadapi krisis personal, seperti perselingkuhan, perceraian, hingga tekanan mental, lalu menemukan kekuatan dari dalam diri.
  • Pesan utama artikel ini mengajak penonton untuk belajar menghargai diri sendiri dan tidak menggantungkan kebahagiaan sepenuhnya pada orang lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Manusia memang makhluk sosial. Bahkan secara normatif, manusia akan berpasang-pasangan, membangun keluarga, komunitas, dan seterusnya. Namun, ada satu hal yang kadang kita lupakan, yakni betapa rapuhnya hubungan antarmanusia. Bahkan, banyak yang setuju kalau berharap kepada sesama manusia adalah hal yang paling tidak disarankan. Ikatan darah saja bisa rapuh, begitu pula dengan pernikahan.

Mungkin nasihat ini tak terasa relevan untukmu sekarang. Hidupmu sedang jaya-jayanya, dikelilingi orang yang menurutmu suportif dan tulus. Namun, ada baiknya untuk bisa nyaman dengan diri sendiri, melatih self-respect dan kemandirian emosional. Seperti yang dicerminkan oleh beberapa film berikut.

1. Le Bonheur (1965)

Le Bonheur (dok. Criterion/Le Bonheur)

Le Bonheur adalah film romantis rasa horor yang dibuat oleh Agnès Varda dan menjadi salah satu karya terbaiknya. Film ini memakai perspektif pria bernama François yang sekilas hidupnya ideal. Ia punya istri yang setia dan mencintainya serta anak-anak perempuan yang manis.

Bukannya puas dengan itu, François justru menemukan kebahagiaan lain di luar rumah dengan punya kekasih baru. Saat ia akhirnya mengaku kepada istrinya soal perselingkuhannya, ia mengira diamnya sang istri sebagai penerimaan.

Padahal, sebaliknya, sang istri sebenarnya sedang terjebak dalam rasa bersalah dan kekecewaan mendalam. Film ini secara tak langsung mengingatkan kita pentingnya untuk menyadari bahayanya berharap kepada sesama manusia, bahkan yang sudah mengikat janji sehidup semati sekalipun.

  • Genre: drama, romance

  • Pemain: Jean-Claude Drouot, Marie-France Boyer

  • Sutradara: Agnes Varda

2. An Unmarried Woman (1978)

An Unmarried Woman (dok. Criterion/An Unmarried Woman)

Erica adalah istri menawan yang kariernya pun cemerlang. Tak ada yang salah dengan dirinya, tetapi itu tak cukup membuat suami yang sudah dinikahinya selama 17 tahun bertahan. Satu hari, sang suami memutuskan meninggalkannya untuk bersama orang lain.

Momen itu jelas menghancurkan hatinya, tetapi pada saat bersamaan juga membuka pintu-pintu baru untuk dijelajahi. Ketika seorang pria mencoba mendekatinya, Erica punya pendekatan dan perspektif yang jauh berbeda dari dirinya yang dulu.

  • Genre: drama, romance

  • Pemain: Jill Clayburgh, Alan Bates

  • Sutradara: Paul Mazursky

3. Things to Come (2016)

Things to Come (dok. Les Films du Losange/Things to Come)

Seperti Erica, Nathalie dalam film Things to Come juga mengalami perceraian mendadak. Ia dan suaminya sebenarnya tak punya masalah. Wajar ketika gugatan cerai dilayangkan padanya, rasanya seperti petir di siang bolong.

Di sisi lain, putranya sudah dewasa dan memutuskan untuk pisah rumah. Jadilah Nathalie yang selama bertahun-tahun mengabdikan hidup untuk keluarganya itu berada dalam semacam limbo. Untuk pertama kalinya, selain pekerjaannya sebagai guru, ia punya banyak waktu luang untuk dirinya sendiri.

  • Genre: drama, coming of age

  • Pemain: Isabelle Huppert, Roman Kolinka

  • Sutradara: Mia Hansen-Løve

4. Waitress (2007)

Waitress (dok. Searchlight Pictures/Waitress)

Waitress adalah cerita Jenna, perempuan muda yang terjebak dalam pernikahan toksik dan sudah berencana untuk kabur menggunakan tabungan yang ia kumpulkan selama bekerja sebagai pramusaji di sebuah kedai pai. Apesnya, ia menemukan dirinya hamil dan terpaksa harus merombak rencana tersebut.

Satu hari saat mengecek kehamilannya, Jenna bertemu seorang dokter kandungan dan keduanya jatuh cinta. Jenna sempat tergoda untuk membangun hidup baru bersama lelaki itu, tetapi fakta bahwa dokter itu sudah menikah, lagi-lagi memaksa Jenna mengambil langkah lain.

Film ini dibuat dengan ending yang bikin penonton puas, pengingat kalau kebahagiaan itu datang dari diri sendiri, bukan orang lain. Tak peduli seberapa baik dan memesonanya orang itu.

  • Genre: romcom

  • Pemain: Keri Russell, Adrienne Shelly

  • Sutradara: Adrienne Shelly

5. A Woman Under the Influence (1974)

A Woman Under the Influence (dok. Criterion/A Woman Under the Influence)

Disebut salah satu mahakarya John Cassavetes, A Woman Under the Influence mungkin terasa mengganggu untuk sebagian penonton. Lakon kita adalah Mabel, ibu rumah tangga yang baru saja mengalami insiden traumatis.

Karena tak yakin dengan apa yang terjadi dengannya, Mabel memutuskan untuk mengubur kejadian itu dan berusaha melanjutkan hidup layaknya tak terjadi apa-apa. Namun, lama-kelamaan kondisi mentalnya terus memburuk. Parahnya, sang suami justru menyalahkan Mabel dan berharap istrinya segera membaik dengan sendirinya.

Kisah Mabel di film ini mungkin tampak ekstrem, tetapi sebenarnya relevan dengan pengalaman banyak perempuan di luar sana. Yakni, yang memilih untuk memendam masalah dan merepresi perasaan sejati mereka demi keharmonisan keluarganya.

  • Genre: drama

  • Pemain: Gena Rowlands, Peter Falk

  • Sutradara: John Cassavetes

Pesan moral film-film tadi mungkin belum terasa relevan buatmu yang hidupnya sedang baik-baik saja. Namun, gak ada salahnya untuk tetap berjaga-jaga. Mereka bisa jadi pengingat yang mahal. Simpan dulu buat bekal masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article