Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Skip atau Checkout? Begini Gen Z Pilih Camilan yang Layak Dibeli
Ilustrasi makan camilan keripik (123rf/havucvp)
  • Gen Z menilai camilan dari rasa yang unik dan memorable, bukan sekadar enak biasa, karena mereka terbiasa dengan beragam cita rasa global.

  • Harga bukan faktor utama; gen Z rela bayar lebih jika pengalaman menikmati camilan terasa spesial dan memberikan kesan berbeda.

  • Mereka juga mempertimbangkan nilai di balik produk, eksklusivitas, serta tampilan visual yang menarik untuk dibagikan di media sosial.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada-ada saja memang kalangan gen Z itu. Apa yang mereka lakukan atau pilih, pasti selalu menyimpan banyak jawaban masuk akal. Setuju gak? Sebagai contoh, dalam memilih camilan pun faktanya gen Z itu gak sembarangan pilih. Mereka selalu ada beberapa pertimbangan sebelum membelinya, sebelum menentukan: skip atau checkout?

1. Pertimbangan rasa

Ilustrasi makan camilan keripik (123rf/latkun)

Sebelum Rp1,- pun dikeluarkan, pertanyaan pertama yang muncul di benak Gen Z selalu sama: “enak gak sih?” Tapi definisi ‘enak’ bagi Gen Z bukan standar biasa, mereka tumbuh besar dengan akses ke begitu banyak pilihan rasa dari seluruh dunia, jadi lidah mereka sudah terlatih untuk membedakan mana yang benar-benar istimewa dan mana yang sekadar ramai di media sosial.

Camilan yang lolos seleksi pertama ini adalah yang punya rasa khas, memorable, dan bikin nagih. Kenapa? Soalnya kalau alasannya cuma "lumayan enak", ya di-skip saja.

2. Harga dan experience yang didapat

Ilustrasi makan camilan keripik (123rf/9nong)

Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat sadar nilai. Bukan berarti pelit, tapi mereka sangat teliti soal apa yang mereka dapat dari setiap uang yang dikeluarkan. Camilan mahal bisa saja di-checkout kalau pengalaman menikmatinya sepadan: teksturnya unik, rasanya berlapis, atau ada momen "wow" yang bikin mereka pengen cerita ke teman.

Tapi sebaliknya nih, camilan murah pun bisa di-skip kalau terasa generik dan tidak memberikan kesan apa pun. Buat Gen Z, yang dijual bukan cuma produknya, tapi keseluruhan experience-nya.

3. Nilai lebih di balik produk

Camilan keripik kentang Japota (123rf/nebasin1980)

Semakin banyak Gen Z yang peduli pada cerita di balik sebuah produk. Apakah brand-nya punya nilai yang selaras dengan mereka? Apakah ada unsur lokal, apakah terbuat dari bahan yang berkualitas dan terpercaya, kolaborasi yang keren, atau misi yang lebih besar dari sekadar jualan? Camilan yang hadir dengan konteks, entah itu mendukung UMKM lokal, punya storytelling yang kuat, atau berkolaborasi dengan sesuatu yang relevan dengan kultur mereka, biasanya punya peluang yang jauh lebih besar untuk masuk keranjang belanja Gen Z dibanding produk tanpa identitas yang jelas.

4. Eksklusivitas dan FOMO

Japota x JKT48 (Dok. Japota)

Tidak ada yang menggerakkan jari Gen Z menuju tombol checkout lebih cepat dari kata "edisi terbatas" atau "kolaborasi eksklusif." FOMO atau Fear of Missing Out itu nyata, dan brand yang pintar tahu cara memainkannya. Lagipula, hari gini siapa sih yang gak mau dapat item yang jumlahnya terbatas dan juga special edition ini?

Sama halnya nih buat kamu para Wota, yang akan merasa eksklusif waktu beli Japota. Apalagi, sekarang Japota dan JKT48 punya commercial video terbaru mereka yang menampilkan alasan-alasan mengapa member JKT48 hanya memilih Japota. Ada yang sudah nonton? Waktu IDN Times nonton sih, langsung paham kenapa para member JKT48 auto suka dan nagih sama Japota karena memang #EnaknyaGakCukupSatu.

Nah, kalau idola yang kamu suka ikut jelaskan kenapa sebuah camilan itu layak dipilih, batas antara ‘mau beli’ dan ‘harus beli’ pun jadi sangat tipis ya. Eh, iya gak sih?

5. Visual dan packaging

Ilustrasi bungkus camilan keripik (123rf/yupachingping)

Di era di mana setiap camilan berpotensi jadi konten, tampilan luar produk bukan lagi hal sekunder. Gen Z secara sadar atau tidak selalu menilai: apakah ini layak di foto? Apakah packaging-nya cukup menarik untuk muncul di stories?

Desain yang bersih, warna yang eye-catching, atau packaging yang unik dan Instagram-able bisa menjadi faktor penentu di antara dua produk dengan rasa yang hampir setara. Bagi Gen Z, visual bukan soal dangkal atau tidak, ini bagian dari keseluruhan kualitas produk yang mereka nilai sebelum memutuskan: skip, atau checkout.

Nah, kalau kamu sendiri, biasanya apa sih yang jadi pertimbangan sebelum beli camilan? (WEB/AD)

Editorial Team

Related Article