The Apothecary Diaries (dok. OLM, TOHO animation STUDIO/The Apothecary Diaries)
Jauh sebelum Maomao perlu menyamar demi misi di istana, ia sendiri sudah sering menyamarkan kecantikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Maomao yang dibesarkan di Distrik Lampu Merah tempat prostitusi merajalelala, terlihat sebagai perempuan cantik meski dengan tubuh yang kurang sensual pun tetap dinilai berbahaya. Itu sebabnya ia terbiasa menggambar bintik-bintik pada wajahnya.
Meski tetap berakhir seperti yang ditakutkannya yakni “dijual”, secara keseluruhan kehidupannya tidak benar-benar bertambah buruk. Maomao akhirnya mendapat pekerjaan yang cukup disukainya sebagai pencicip makanan (cara halus untuk menyebut pencicip racun). Beberapa kali ia juga dihadiahi bahan obat langka oleh Jinshi yang membuat gadis itu sulit menolak misi di luar dari perbedaan statusnya dengan pemuda tersebut.
Selama menjalankan misi, tak jarang Maomao perlu menyamar atau membantu penyamaran. Ketajaman analisis membuat proses penyamaran yang diupayakannya menjadi jauh lebih menarik, di samping hasilnya yang memang luar biasa. Dijamin, penonton akan ikut terkesima.
Pada akhirnya, deretan karakter di atas membuktikan bahwa di lingkungan penuh intrik seperti istana dalam, wajah asli adalah aset yang paling dijaga kerahasiaannya. Penyamaran mereka bukan sekadar soal estetika, melainkan strategi bertahan hidup yang dipertimbangkan secara matang. Melalui topeng yang mereka ciptakan sendiri, lebih mudah bagi seseorang melindungi rahasia dan hal-hal yang berharga baginya.
Menurutmu, siapa yang memiliki transformasi paling tak terduga dan sukses menipu saat pertama kali menonton? Jangan lewatkan setiap detail kecil di episode anime The Apothecary Diaries. Siapa tahu, karakter yang terlihat paling tidak mencurigakan justru sedang mengenakan penyamaran terbaiknya!