Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
daftar karakter kartun yang dikenal pemalu
daftar karakter kartun yang dikenal pemalu (dok. Disney/Sofia The First | facebook.com/MD Animation Indonesia)

Intinya sih...

  • Princess Vivian - Sofia The First

  • Putri kerajaan pemalu dan tertutup

  • Berteman dengan Sofia, menghilangkan kesalahpahaman

  • Disuarakan oleh Sabrina Carpenter

  • Dennis – Adit Sopo Jarwo

  • Karakter penakut, pemalu, rendah percaya diri

  • Meme yang sering dijadikan bahan lucu

  • Dibantu Adit untuk belajar lebih berani

  • Sawako – Kimi ni Todoke

  • Tokoh utama introver dan tertutup

  • Susah memulai pertemanan baru

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak hal menarik yang bisa dibahas dari berbagai kartun masa kecil. Selain alur ceritanya yang seru, para karakter di dalamnya juga punya kepribadian yang beragam dan meninggalkan kesan tersendiri. Biasanya, karakter dengan sifat ceria, supel, dan mudah bergaul memang lebih sering dijadikan tokoh utama. Namun, berbeda dengan daftar berikut ini. Pihak animator dan pembuat cerita justru memilih menghadirkan karakter yang pemalu dan cenderung tertutup.

Ada yang berperan sebagai tokoh utama, ada pula yang hanya muncul sebagai side character. Meski begitu, kehadiran mereka tetap terasa penting dan menarik disimak. Pilihan kreatif ini juga patut diapresiasi, karena karakter pemalu pun nyatanya punya banyak sisi yang bisa dikulik. Mulai dari perkembangan karakter mereka, cara mereka menghadapi rasa takut, sampai proses perlahan menjadi lebih terbuka. Lewat karakter-karakter ini pula, kita ditunjukkan bahwa memiliki sifat pemalu dan tertutup itu bukan berarti lemah. Selama tidak sepenuhnya menghindari interaksi sosial, sifat tersebut tetap wajar dan manusiawi. Nah, berikut delapan karakter kartun yang dikenal pemalu dan tertutup abis!

1. Princess Vivian - Sofia The First

Princess Vivian (dok. Disney/Sofia The First)

Princess Vivian digambarkan sebagai sosok pemalu, pendiam, dan cenderung menghindari interaksi dengan putri-putri lainnya. Padahal, putri kerajaan seusianya justru terlihat mudah bergaul dan cepat akrab satu sama lain. Karena sifatnya yang tertutup, di sekolah beredar berbagai rumor aneh tentang dirinya, mulai dari isu bahwa ia memiliki orangtua kurcaci, tinggal di istana penuh kelelawar, sampai dikabarkan memelihara naga. Untungnya, segala kesalahpahaman tersebut mulai luntur setelah Princess Vivian berteman dengan Sofia. Oh iya, fakta menariknya, karakter Princess Vivian ternyata disuarakan oleh Sabrina Carpenter, lho.

2. Dennis – Adit Sopo Jarwo

karakter Dennis (facebook.com/MD Animation Indonesia)

Karakter kedua ini pastinya sudah familier bagi kebanyakan dari kamu. Bukan tanpa alasan, Dennis memang sering sekali dijadikan meme dan ia juga punya personaliti yang menonjol sebagai karakter penakut, pemalu, dan memiliki rasa percaya diri yang rendah. Saking mudah paniknya, Dennis seringkali bakal gemetaran, kebingungan, atau langsung kabur ketika berhadapan dengan sosok yang ia takuti, yaitu Bang Jarwo, maupun saat menemui masalah yang terasa berat baginya. Beruntung, Dennis punya satu teman dekat yang setia mendampinginya, yakni Adit. Adit hadir sebagai sosok yang sering membantu Dennis menghadapi situasi sulit, memboncenginya naik sepeda, serta perlahan membuatnya belajar lebih berani dan gak terus-terusan merasa takut.

3. Sawako – Kimi ni Todoke

Sawako Kuronuma (dok. Production I.G/Kimi ni Todoke)

Berbeda dari dua tokoh sebelumnya yang hanya muncul sebagai karakter sampingan, Sawako justru menjadi tokoh utama dalam serial anime Kimi ni Todoke. Ia diceritakan sebagai siswi yang sangat tertutup, introver, dan nyaris tak pernah terlihat memiliki teman dekat di kelasnya sendiri. Meski dikenal pemalu, Sawako sebenarnya beberapa kali berusaha memberanikan diri untuk menyapa dan berinteraksi lebih dulu dengan siswi perempuan lainnya. Sayangnya, penampilannya yang dianggap mirip karakter horor serta aura gelap yang melekat padanya justru membuat ia semakin dijauhi dan sulit memulai pertemanan baru.

4. Meena – Sing

karakter Meena (dok. Illumination Entertainment/Sing)

Sebagian dari kamu mungkin mengenal Meena lewat cuplikan video pendek ketika ia menyanyikan lagu “Happy Birthday” dengan improvisasi yang terdengar cukup ekstra, hingga bikin karakternya sempat dicap sebagai gajah pick me. Padahal, jika kamu benar-benar menonton film Sing, dapat terlihat bahwa Meena sangat jauh dari deskripsi karakter tersebut. Ia malah digambarkan sebagai gajah yang sangat tertutup, pemalu, dan mudah gugup. Meski memiliki suara emas dan bakat menyanyi yang luar biasa, rasa minder dan kecemasannya membuat Meena sering kesulitan mengekspresikan diri serta menunjukkan potensi terbaiknya.

5. Nurul - Upin & Ipin

karakter Nurul (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Di antara banyaknya murid Tadika Mesra di kelas Upin dan Ipin, ada satu murid yang tampak menonjol lewat kepribadiannya yang sangat pemalu. Bukan Ijat seperti yang kamu kira, melainkan murid perempuan yang jarang sekali berbicara, menimbrung, maupun berdialog, yaitu Nurul. Kalau kamu sadar, Nurul memang tampak pendiam dan pemalu sekali. Walau ia masih berbaur dengan murid perempuan di kelasnya, tapi Nurul tak pernah sekalipun terlihat melakukan presentasi atau punya peran besar dalam kegiatan sekolah. Bahkan, ketika diberi kesempatan untuk bernyanyi di episode "Belajar Sambil Main", Nurul malah tampak sangat ketakutan dan menolak untuk unjuk suaranya.

6. Embarrassment – Inside Out 2

karakter Embarrassment (dok. Pixar/Inside Out 2)

Walaupun Sadness sudah lebih dulu populer sebagai karakter dengan personaliti yang agak pemalu serta mudah waswas, kehadiran Inside Out 2 justru memperkenalkan sosok lain yang jauh lebih merepresentasikan karakter pemalu, yakni Embarrassment. Hal ini bisa langsung terlihat dari namanya, sekaligus penampilannya yang mencolok dengan hoodie besar yang seolah dipakai untuk menutupi dirinya agar tidak terlalu disorot. Di dalam film, Embarrassment menjadi perwujudan sisi pemalu yang dimiliki Riley. Ia dideskripsikan selalu berusaha menghindari kontak mata, sulit berkomunikasi, dan sangat mudah canggung dalam berbagai situasi sosial.

7. Fluttershy – My Little Pony

karakter Fluttershy (dok. ©Allspark Animation ©Studio B Productions ©DHX Studios Vancouver/My Little Pony: Friendship is Magic)

Dari namanya saja sudah memiliki unsur “shy”, dan di My Little Pony, Fluttershy memang jadi karakter yang sangat pemalu dan soft spoken. Namun, sifat pemalunya ini bukan sekadar level malu biasa, melainkan sudah di taraf social anxiety, karena Fluttershy kerap menghindari keramaian, tak nyaman dengan penilaian dari sekitarnya, serta takut menghadapi hal-hal yang terasa asing baginya. Meski demikian, Fluttershy sebenarnya punya sisi kindness yang kuat dan beberapa kali menunjukkan inisiatif di momen tertentu. Seiring perkembangan serial, karakternya juga mengalami kemajuan signifikan, di mana ia jadi lebih berani terbuka dan mampu mengekspresikan emosi dengan tegas, bahkan tak segan marah ketika menemui hal yang mengganggu atau dirasanya tidak adik. Fluttershy pun sampai dijuluki oleh sebagian penggemar sebagai sosok "ibu" di antara para kuda poni.

8. Gojo Wakana – My Dress-Up Darling

Gojo Wakana (dok. CloverWorks/My Dress-Up Darling)

Sebagai karakter utama di serial anime My Dress-Up Darling, Gojo Wakana justru cukup berbeda dari kebanyakan tokoh utama cowok anime yang biasanya digambarkan lively, hiperaktif, dan super likeable. Gojo tampil sebagai sosok pendiam dan tertutup. Sifatnya itu ternyata berakar dari minatnya pada boneka hina, hingga ia dicap aneh dan akhirnya memengaruhi kepercayaan dirinya. Trauma sosial tersebut membuat Gojo memilih menutup diri dan menjalani masa SMA dengan hidup menyendiri. Beruntung, kehadiran Marin perlahan mengubah hidupnya. Tanpa menghakimi apa yang ia sukai sebagai laki-laki, Marin berhasil menjadi sosok yang menceriakan hari-hari Gojo.

Sangat menarik melihat bahwa ada cukup banyak tokoh kartun yang hadir sebagai representasi karakter pemalu. Walau tidak semuanya berperan sebagai tokoh utama, perkembangan mereka tetap seru untuk diikuti. Memang, sebagian karakter masih digambarkan pemalu hingga akhir cerita, tetapi ada pula yang perlahan berhasil keluar dari keterbatasan dirinya dan menunjukkan perubahan positif seiring berjalannya episode. Kehadiran karakter-karakter ini juga seakan menegaskan bahwa mereka yang punya kepribadian pemalu bukan berarti sepenuhnya tertutup atau tak ingin didekati. Dalam banyak kasus, mereka hanya merasa canggung, bingung, dan kesulitan memulai interaksi sosial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team