Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Karakter Peaky Blinders yang Terinspirasi Tokoh Nyata
Peaky Blinders (dok. BBC/Peaky Blinders)
  • Serial Peaky Blinders memadukan fiksi dan sejarah nyata, menghadirkan karakter-karakter yang terinspirasi dari tokoh kriminal dan politik Inggris awal abad ke-20.
  • Beberapa karakter seperti Alfie Solomons, Oswald Mosley, dan Jessie Eden diadaptasi dari sosok nyata dengan latar dunia kriminal, politik ekstrem, hingga perjuangan buruh.
  • Kisah para tokoh ini memperlihatkan bagaimana konflik, ambisi, serta kekuasaan di masa lalu diolah menjadi drama penuh intrik yang memperkaya cerita Peaky Blinders.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu hal yang bikin Peaky Blinders (2013-2022) terasa begitu hidup adalah bagaimana ceritanya terinspirasi dari sejarah nyata. Walaupun banyak elemen dramatis yang ditambahkan, beberapa karakter dalam serial ini ternyata punya versi asli di dunia nyata. Dari gangster sampai tokoh politik, semuanya memberikan warna yang lebih dalam pada cerita.

Menariknya, karakter-karakter ini bukan sekadar tempelan sejarah. Mereka diolah dengan gaya khas serial ini yang penuh intrik, konflik, dan kejutan. Hasilnya, penonton bukan cuma menikmati drama kriminal, tapi juga sedikit banyak belajar tentang sosok nyata yang pernah berpengaruh di Inggris pada masanya. Siapa saja mereka?

1. Alfie Solomons

Tom Hardy sebagai Alfie Solomons (dok. BBC/Peaky Blinders)

Karakter Alfie Solomons yang diperankan Tom Hardy menjadi salah satu favorit banyak penonton karena sifatnya yang sulit ditebak. Kadang dia jadi sekutu Tommy Shelby, tapi di waktu lain justru jadi ancaman berbahaya. Cara bicaranya yang nyeleneh ditambah humor gelap bikin setiap kemunculannya selalu mencuri perhatian.

Di balik karakter ini, ada sosok nyata bernama Alfred Solomon, seorang bandar judi keturunan Yahudi di London, Inggris. Ia dikenal cukup berpengaruh di dunia kriminal dan pernah terlibat dalam konflik bersenjata dengan gangster lain. Kisah hidupnya yang penuh kekerasan dan intrik menjadi inspirasi kuat untuk membentuk karakter Alfie yang karismatik sekaligus berbahaya.

2. Oswald Mosley

Sam Claflin sebagai Oswald Mosley (dok. BBC/Peaky Blinders)

Oswald Mosley di serial ini digambarkan sebagai politikus cerdas sekaligus manipulatif yang mencoba menarik Tommy ke dalam lingkaran kekuasaannya. Hubungan mereka penuh ketegangan, karena Mosley selalu terlihat selangkah lebih maju dalam permainan politik. Aura dingin dan ambisinya membuatnya jadi salah satu musuh paling berbahaya.

Tokoh ini memang diangkat dari sosok nyata, yaitu Oswald Mosley yang mendirikan British Union of Fascists pada 1932. Ia adalah figur kontroversial dalam sejarah Inggris karena ideologi ekstrem yang dibawanya. Serial ini cukup akurat dalam menggambarkan sisi manipulatif dan ambisiusnya, meskipun dibalut dengan drama tambahan.

3. Jessie Eden

Charlie Murphy sebagai Jessie Eden (dok. BBC/Peaky Blinders)

Jessie Eden hadir sebagai karakter perempuan yang kuat dan berani melawan sistem. Ia memimpin aksi mogok kerja dan memperjuangkan hak buruh, membuatnya menjadi sosok yang tidak mudah ditundukkan oleh Tommy. Interaksinya dengan Tommy juga memberi dinamika berbeda karena ia tidak bisa dipengaruhi dengan cara biasa.

Di dunia nyata, Jessie Eden memang seorang aktivis buruh yang sangat berpengaruh. Ia dikenal karena mengorganisir pemogokan besar dan memperjuangkan hak pekerja, khususnya perempuan. Walaupun serial menambahkan unsur personal dalam ceritanya, esensi perjuangannya tetap mencerminkan sosok aslinya yang tangguh.

4. Billy Kimber

Charlie Creed-Miles sebagai Billy Kimber (dok. BBC/Peaky Blinders)

Billy Kimber adalah salah satu musuh awal Tommy Shelby yang cukup ikonik. Sebagai penguasa taruhan pacuan kuda, ia punya kekuatan besar di dunia kriminal Inggris. Konfliknya dengan Tommy menjadi titik penting yang menunjukkan bagaimana ambisi Shelby mulai berkembang.

Tokoh ini terinspirasi dari Billy Kimber asli, seorang bos kriminal yang benar-benar menguasai bisnis taruhan di Inggris pada awal abad ke-20. Ia memimpin geng Birmingham Boys dan dikenal sangat berpengaruh sebelum akhirnya kekuasaannya mulai runtuh. Kisahnya menunjukkan bagaimana dunia kriminal saat itu penuh persaingan brutal.

5. Darby Sabini

Noah Taylor sebagai Darby Sabini (dok. BBC/Peaky Blinders)

Darby Sabini muncul sebagai rival kuat dari London yang tidak bisa dianggap remeh. Ia membawa nuansa old school gangster dengan gaya elegan tapi mematikan. Kehadirannya memperluas konflik dari Birmingham ke skala yang lebih besar.

Karakter ini terinspirasi dari Charles “Darby” Sabini, seorang gangster London yang cukup terkenal. Ia terlibat dalam perebutan kekuasaan di dunia perjudian dan sering bentrok dengan geng lain, termasuk kelompok Billy Kimber. Sosok aslinya dikenal sebagai petarung tangguh yang membangun reputasi lewat kekuatan dan koneksi.

6. Brilliant Chang

Andrew Koji sebagai Brilliant Chang (dok. BBC/Peaky Blinders)

Brilliant Chang tampil sebagai sosok misterius dengan jaringan bisnis opium yang luas. Ia terlihat tenang dan elegan, tapi sebenarnya sangat berbahaya. Cara negosiasinya halus, tetapi selalu ada ancaman tersembunyi di balik sikapnya.

Karakter ini didasarkan pada tokoh nyata yang dijuluki Raja Opium di Inggris. Ia adalah seorang pengusaha yang diam-diam membangun jaringan perdagangan narkoba besar sebelum akhirnya tertangkap dan dideportasi. Kisahnya menunjukkan sisi gelap perdagangan internasional pada masa itu yang jarang disorot.

Menggabungkan fiksi dengan sejarah nyata membuat Peaky Blinders terasa jauh lebih menarik dan berlapis. Karakter-karakter ini bukan hanya sekadar tokoh drama, tapi juga refleksi dari dunia nyata yang penuh konflik, ambisi, dan kekuasaan. Dari semua karakter ini, mana yang menurut kamu paling menarik karena terinspirasi dari kisah nyata?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team