Junpei Yoshino (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)
Berbeda dengan Yuji dan Yuta, Junpei Yoshino memang tidak pernah menjadi Penyihir Jujutsu secara resmi. Meski begitu, Junpei tetap bisa dibilang sebagai Penyihir Jujutsu karena dirinya bisa menggunakan teknik kutukan. Hidup sebagai anak broken home, Junpei sebelumnya adalah korban perundungan.
Memiliki jiwa yang rapuh, Mahito melihat Junpei sebagai subjek eksperimen yang sempurna. Mahito kemudian datang sebagai penyelamat palsu dengan memberikan Junpei kekuatan untuk membalas orang-orang yang merundungnya. Di balik itu, Mahito sebenarnya hanya ingin memanipulasi Junpei.
Bagi Mahito, Junpei tidak lebih dari sekadar umpan untuk memancing Yuji. Mahito sengaja membuat Yuji membangun ikatan persahabatan dengan Junpei. Ketika Yuji mulai memiliki ikatan yang kuat dengan Junpei, maka Mahito akan langsung membunuh Junpei dengan cara yang kejam.
Hal tersebut sengaja dilakukan oleh Mahito untuk menghancurkan mental Yuji. Pasalnya, Mahito membunuh Junpei dengan mengubahnya menjadi monster menggunakan Idle Transfiguration. Mahito kemudian membuat Junpei menyerang Yuji dan akhirnya membiarkan Junpei mati di hadapan Yuji.
Ketiga karakter di atas sebenarnya tidak pernah berniat untuk menjadi Penyihir Jujutsu. Namun, keadaan yang memaksa mereka untuk memasuki dunia Jujutsu yang kejam. Jadi, bagaimana menurutmu tentang ketiga karakter di atas?