Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Kejahatan Brutal di Dunia Nyata yang Diadaptasi Menjadi Film
cuplikan adegan dalam film 10 Rillington Place (dok. Filmways Pictures/10 Rillington Place)
  • Artikel ini membahas sepuluh film yang diadaptasi dari kejahatan nyata, mulai dari pembunuhan berantai hingga tragedi kemanusiaan, yang mengguncang publik dan menginspirasi sineas Hollywood.
  • Setiap film menyoroti kisah kelam berbeda, seperti kasus keluarga Clutter di Kansas, pembantaian Rosewood, hingga tragedi Olimpiade Munich 1972 yang menewaskan tim Israel.
  • Karya-karya tersebut menunjukkan bagaimana sinema mampu menghidupkan kembali peristiwa tragis dunia nyata sekaligus mengajak penonton merenungkan sisi gelap kemanusiaan melalui layar lebar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hollywood memang gak pernah kehabisan ide untuk membuat film. Gimana enggak, di dunia nyata terjadi banyak kejahatan yang benar-benar keji. Itulah kenapa, para eksekutif studio selalu berebut untuk mendapatkan hak adaptasinya ke layar lebar. Kejahatan ini bisa berupa pembunuhan berantai, serangan teroris, atau pembunuhan individu yang menarik perhatian publik. Jadi wajar saja jika film semacam ini akan selalu punya penontonnya sendiri.

Saat ini, ada banyak podcast dan serial yang membahas tentang kriminal dan kejahatan di dunia nyata. Podcast semacam ini pun diminati banyak orang, terutama di media sosial. Nah, kali ini kita akan membahas beberapa tindak kriminal paling brutal yang diadaptasi menjadi film. Apa saja, ya?

1. In Cold Blood (1967)

cuplikan adegan dalam film In Cold Blood (dok. Pax Enterprises/In Cold Blood)

Pada tahun 1959, Amerika Serikat bagian tengah dikejutkan dengan perampokan rumah yang brutal dan pembunuhan keluarga Clutter di Holcomb, Kansas. Kejahatan dan persidangan yang terjadi akhirnya menetapkan Perry Smith dan Richard Hickok sebagai tersangka dan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung. Rupanya, kasus ini dirinci dalam karya nonfiksi Truman Capote berjudul In Cold Blood (1966), seperti yang dijelaskan Britannica.

Di tahun berikutnya, buku tersebut diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama. Film ini dibintangi oleh Robert Blake dan Scott Wilson. Menariknya, Blake justru didakwa melakukan pembunuhan terhadap istrinya di kehidupan nyata pada tahun 2001. Meskipun begitu, ia akhirnya dibebaskan.

Film In Cold Blood mengisahkan tentang pembunuhan brutal. Kedua laki-laki yang melakukan perampokan itu hanya membunuh keluarga Clutter agar gak ada saksi atas kejahatan mereka. In Cold Blood adalah salah satu film kejahatan dari dunia nyata paling awal dan paling diingat dalam sejarah Amerika.

2. 10 Rillington Place (1971)

cuplikan adegan dalam film 10 Rillington Place (dok. Filmways Pictures/10 Rillington Place)

Dikutip BBC, pada akhir tahun 1940-an dan awal 1950-an, terjadi serangkaian pembunuhan di London, tepatnya di Scotland Yard. Adapun, Timothy Evans diidentifikasi sebagai tersangka atas dua pembunuhan terhadap istri dan putrinya yang masih bayi. Evans pun dituntut dan dihukum gantung atas kejahatan tersebut. Namun kemudian, ia dibebaskan dari segala tuntutan. Sebab, pembunuh dan pemerkosa berantai itu adalah John Christie, yang juga menargetkan istri dan anak Evans. Christie mengubur bukti-bukti mengerikan itu di bawah lantai rumahnya sendiri di 10 Rillington Place.

Dirilis pada tahun 1971, 10 Rillington Place menceritakan kisah kelam dari kejahatan John Christie, seperti upayanya untuk menyembunyikan bukti, dan keadaan putus asa Timothy Evans yang gak bersalah di tengah semua itu. Nah, dengan hadirnya aktor Richard Attenborough dan John Hurt yang memerankan Christie dan Evans, 10 Rillington Place menerima ulasan beragam dari para kritikus. Namun, kedua aktor utama ini dipuji berkat akting mereka. Nih, yang bikin kamu merinding lagi tentang film ini adalah, satu adegan difilmkan di lokasi kejadian sebenarnya, gak lama sebelum 10 Rillington Place dihancurkan oleh pemerintah kota.

3. Henry: Portrait of a Serial Killer (1986)

cuplikan adegan dalam film Henry: Portrait of a Serial Killer (dok. Maljack Productions/Henry: Portrait of a Serial Killer)

Michael Rooker membintangi film Henry: Portrait of a Serial Killer, dengan memerankan karakter pembunuh berantai. Film genre horor ini menampilkan Michael Rooker sebagai pemeran utamanya, yakni Henry. Ia adalah seorang pengembara, bersama teman satu selnya Otis (diperankan Tom Towles), keliling Amerika untuk melakukan pembunuhan.

Meskipun sutradara John McNaughton membuat film ini sebagai karya fiksi, tapi film ini terinspirasi dari kejahatan Henry Lee Lucas dan Ottis Toole, yang melakukan pembunuhan beruntun di sepanjang Pantai Timur Amerika selama tahun 1970-an. Henry: Portrait of a Serial Killer menerima reputasi sebagai salah satu film horor paling brutal di tahun 1980-an. Akibatnya, film ini menuai kontroversi dan adanya upaya penyensoran saat dirilis pada tahun 1986.

4. Heavenly Creatures (1994)

cuplikan adegan dalam film Heavenly Creatures (dok. WingNut Films/Heavenly Creatures)

Salah satu karya dramatis Peter Jackson, Heavenly Creatures, sebenernya mendefinisikan arti hubungan saling ketergantungan. Film ini dibintangi oleh Kate Winslet dan Melanie Lynskey dalam peran utama pertama mereka—Winslet sudah punya beberapa peran dalam film saat itu, sementara Lynskey melakukan debutnya di layar lebar. Mereka masing-masing berperan sebagai Juliet dan Pauline, sepasang sahabat yang selalu bersama. Layaknya cinta sejati, mereka gak mau dipisahkan satu sama lain. Bahkan ketika mereka terpaksa harus berpisah, mereka bertindak ekstrem agar perpisahan tersebut gak terjadi.

Nah, hal yang paling mengejutkan tentang Heavenly Creatures adalah, film ini ternyata berdasarkan kisah nyata. Yap, dari kasus pembunuhan Parker-Hulme. Dilansir El Pais, mereka adalah dua gadis remaja dari Selandia Baru yang membunuh salah satu ibu mereka secara brutal. Hal ini terjadi karena salah satu ibu mereka ingin memutus persahabatan mereka yang terlihat gak normal.

5. Citizen X (1995)

cuplikan adegan dalam film Citizen X (dok. HBO Pictures/Citizen X)

Seringkali, ketika film-film Hollywood menceritakan kisah pembunuh berantai, biasanya mereka mengangkat dari kasus pembunuh berantai di Amerika Serikat. Namun, film Citizen X, yang dirilis di HBO pada tahun 1995, lebih memilih Andrei Chikatilo, salah satu pembunuh berantai paling produktif dalam sejarah Rusia. Seperti yang dikutip The Moscow Times, Chikatilo terkenal karena membunuh 53 orang. Ia pun menggegerkan Uni Soviet pada saat itu, mengingat pembunuh berantai adalah fenomena yang kental di Barat.

Citizen X gak hanya menceritakan kejahatan Andrei Chikatilo, tetapi juga lingkungan politik di Uni Soviet selama tahun 1980-an yang memengaruhi penyelidikannya. Meskipun merupakan film televisi pada saat itu, Citizen X diperankan oleh aktor berbakat seperti Stephen Rea, Donald Sutherland, dan Max von Sydow sebagai penyelidik Rusia. Andrei Chikatilo sendiri diperankan oleh Jeffrey DeMunn, yang aktingnya dianggap sangat bagus.

6. Rosewood (1997)

cuplikan adegan dalam film Rosewood (dok. New Deal Productions/Rosewood)

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak yang ngasih perhatian terhadap peristiwa tragis dalam sejarah kaum kulit hitam yang melampaui perbudakan dan era hak-hak sipil. Nah, Rosewood adalah salah satu film yang menyoroti kejahatan yang dilakukan terhadap orang kulit hitam akibat rasisme. Disutradarai oleh John Singleton, yang juga menyutradarai Boyz 'n the Hood, Rosewood sendiri menceritakan kisah Pembantaian Rosewood tahun 1923.

Britannica melansir kabar bahwa konflik rasial meningkat di Rosewood, Florida, sebuah komunitas yang mayoritas penduduknya kulit hitam. Peristiwa ini terjadi setelah adanya sejumlah hukuman mati tanpa pengadilan (lynching) dilakukan terhadap penduduknya pada tahun sebelumnya. Namun, keadaan semakin panas ketika seorang perempuan kulit putih setempat menyebut kalau dirinya dipukuli oleh seorang laki-laki kulit hitam. Nah, massa kulit putih pun geram dan datang ke Rosewood hingga terjadi kerusuhan. Adapun, jumlah korban tewas yang tercatat adalah delapan orang. Meskipun begitu, saksi mata menunjukkan bahwa sebanyak 150 orang mungkin tewas dalam kerusuhan tersebut.

7. Boys Don't Cry (1999)

cuplikan adegan dalam film Boys Don't Cry (dok. Independent Film Channel Productions/Boys Don't Cry)

Dikutip NPR, pada tahun 1993, seorang laki-laki transgender berusia 21 tahun bernama Brandon Teena mengalami pelecehan seksual dan dibunuh. Kasus ini menjadi sebuah kejahatan yang punya peran penting dalam terjadinya gerakan yang membentuk undang-undang kejahatan kebencian yang akan melindungi komunitas LGBTQ+. Enam tahun kemudian, kisah hidup dan kematiannya diangkat menjadi film berjudul Boys Don't Cry. Dalam film ini, Hilary Swank berperan sebagai Brandon. Ia pun memenangkan Oscar atas perannya tersebut.

Meskipun begitu, Boys Don't Cry menuai kritik pada saat itu. Beberapa kritikus heran dengan pemilihan seorang perempuan yang berperan sebagai Brandon. Namun, pada masanya, film ini menyoroti pembunuhan seorang pemuda gak berdosa yang merupakan bagian dari kelompok yang gak dianggap dan sering kali mengalami perundungan. Rasa empati yang mendalam di film Boys Don't Cry membuat film ini masih terus ditonton selama hampir tiga dekade sejak perilisan awalnya.

8. Fruitvale Station (2013)

cuplikan adegan dalam film Fruitvale Station (dok. Significant Productions/Fruitvale Station)

Saat ini, pembunuhan laki-laki kulit hitam yang gak bersalah oleh petugas polisi acap kali terjadi. Namun, jarang sekali kejahatan dan tragedi ini digambarkan dari segi emosional, kecuali dalam film Fruitvale Station. Film ini menceritakan hari terakhir Oscar Grant III (diperankan Michael B. Jordan) sebelum ia ditembak mati oleh polisi BART di Oakland.

NPR menjelaskan bahwa setelah kematian Oscar Grant, masyarakat di Amerika marah dengan penegak hukum. Sebab, video pembunuhan Oscar beredar luas di media sosial. Adapun, petugas yang dituduh sebagai pelaku pembunuhan akhirnya didakwa dengan pembunuhan tingkat dua. Ia pun hanya dihukum atas pembunuhan yang ditetapkan sebagai tindakan gak disengaja. Dakwaan yang lebih ringan, ketimbang pembunuhan yang dilakukannya.

Fruitvale Station bisa dibilang sebagai film yang memilukan. Film ini menjadi batu loncatan bagi Michael B. Jordan, dan sutradara Ryan Coogler, yang melakukan debut film panjangnya lewat film ini.

9. Killers of the Flower Moon (2023)

cuplikan adegan dalam film Killers of the Flower Moon (dok. Apple Studios/Killers of the Flower Moon)

Dalam daftar ini, kita membahas tentang kejahatan yang dilakukan satu atau dua orang saja. Namun, dalam Killers of the Flower Moon, film ini didasarkan pada kisah kejahatan di dunia nyata yang menjerat komunitas (suku) Osage dengan begitu banyak korban, pelaku, dan mereka yang membiarkan pembunuhan ini terjadi.

Dilansir Time, suku Osage di Oklahoma punya tanah adat yang berada di atas cadangan minyak terbesar. Hal ini pun menjadikan suku ini sebagai salah satu kelompok terkaya di Amerika. Jadi gak mengherankan jika banyak rencana jahat untuk merebut kekayaan ini dari Osage. Meski dengan kekerasan sekali pun.

Film Killers of the Flower Moon menceritakan kisah yang sangat mengerikan tentang ketidakadilan. Adapun, Robert De Niro dan Leonardo DiCaprio menjadi dua pemeran utama yang bertanggung jawab atas kematian mengerikan suku Osage—termasuk anggota keluarga besar mereka sendiri. Sutradara Martin Scorsese pun berhasil menyoroti salah satu periode tergelap dan paling gak diingat dalam sejarah Amerika.

10. September 5 (2024)

cuplikan adegan dalam film September 5 (dok. BerghausWöbke Filmproduktion/September 5)

Seperti yang ditulis The Guardian, ketika Jerman Barat terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade di Munich pada tahun 1972—untuk pertama kalinya sejak Adolf Hitler berkuasa menjelang Perang Dunia II pada tahun 1936—hal itu dipandang oleh banyak orang sebagai kesempatan untuk memulai babak baru. Namun, hal itu juga memberikan tekanan besar pada negara tersebut untuk memastikan semuanya berjalan sempurna. Sebuah harapan yang secara tragis gak terpenuhi.

Film September 5 menceritakan tentang pembantaian Munich tahun 1972 lewat kaca mata kru ABC Sports yang meliput Olimpiade tersebut. Dalam kasus ini, mereka melihat langsung bagaimana tim Olimpiade Israel disandera oleh Black September. Black September adalah sebuah organisasi militan yang juga bertanggung jawab atas pembunuhan Perdana Menteri Yordania Wasfi Tal.

September 5 bisa dibilang sebagai film yang berfokus pada isu integritas jurnalistik. Sebab, mereka melaporkan kalau tim tersebut berhasil diselamatkan. Sayangnya, diketahui bahwa semua sanderanya tewas dibunuh.

Film menjadi bentuk visual yang bisa dinikmati banyak orang. Itu sebabnya banyak orang yang penasaran dengan penggambaran kejahatan di dunia nyata hingga akhirnya rela menonton film yang terinspirasi dengan kejahatan tersebut, untuk mencari tahu kebrutalannya. Nah, dari 10 film yang sudah kita bahas, semuanya menerim rating yang bagus, lho, di Rotten Tomatoes. Apa kamu tertarik untuk menonton salah satu filmnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team