Kenjaku menyegel Gojo. (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)
Dengan teknologi yang terus berkembang, anime shounen modern jelas memiliki animasi yang jauh lebih baik dari anime shounen klasik. Saat ini, industri anime shounen memiliki banyak studio yang sudah melahirkan banyak anime dengan animasi yang memanjakan mata, seperti Bones, ufotable, MAPPA, hingga WIT STUDIO. Hal ini tentunya menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi anime shounen modern.
Jika dibandingkan, tentunya anime shounen klasik jauh tertinggal dari anime shounen modern dalam segi kualitas animasi. Banyak adegan dalam anime shounen klasik yang terasa aneh karena eksekusinya yang kurang baik. Tak hanya itu, tidak sedikit juga pertarungan dalam anime shounen klasik yang seharusnya epik, tetapi malah menjadi aneh karena kualitas animasinya yang tidak terlalu baik.
Untungnya, masalah ini berhasil diatasi oleh anime shounen modern. Kebanyakan anime shounen modern tidak pernah gagal dalam menyuguhkan pertarungan epik dengan animasi yang berkualitas tinggi. Banyak pertarungan anime shounen modern yang akan terus diingat karena animasinya yang luar biasa, seperti pertarungan pada Entertainment District Arc dalam Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba atau pertarungan pada Shibuya Incident Arc dalam Jujutsu Kaisen.
Meski begitu, hal ini sebenarnya sangat bisa dimaklumi. Perkembangan teknologi tentunya sangat berperan penting dalam membantu semua sektor industri hiburan, termasuk industri anime. Membuat animasi zaman dulu tentunya lebih sulit dan rumit ketimbang zaman sekarang. Terlebih, kebanyakan anime shounen klasik memiliki sistem kejar tayang sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk menciptakan animasi yang mewah.