Homelander (dok. Prime Video/The Boys)
Secara keseluruhan, The Boys Season 5 ini menjadi penutup yang lemah untuk serial The Boys yang awalnya cukup menjanjikan. Momentum yang dibangun selama empat musim seolah dibuang begitu saja dan digantikan dengan cerita yang ala kadarnya. Masalah utamanya adalah ritme cerita yang tidak konsisten. Dua musim spin-off Gen V juga tidak berdampak signifikan dan malah terasa sia-sia.
The Boys Season 5 terasa lambat dan banyak sekali adegan yang tidak penting, mulai dari episode pertama hingga penultimate. Namun, episode terakhir malah diburu-buru karena harus menyelesaikan dua plot utama yang harusnya bisa dicicil mulai tiga episode sebelumnya. Ini membuat ceritanya antiklimaks. Apalagi, eksekusi pertempuran akhirnya juga terlalu biasa. Tidak ada perasaan emosional yang didapatkan. Semua berakhir terlalu cepat dan mulus.
Ngomong-ngomong, Eric Kripke juga secara terang-terangan menggunakan musim final ini sebagai promosi untuk spin-off terbaru bertajuk Vought Rising. Kemunculan Bombsight, subplot V1, dan kembalinya Soldier Boy (Jensen Ackles), semuanya ternyata hanya untuk promosi. Ini membuat fokus serialnya jadi terganggu.
Demikian ulasan penulis untuk serial andalan Prime Video ini. Sebagai penutup serial sebesar The Boys, musim kelima terasa kurang mampu memberikan ledakan emosional yang benar-benar membekas. Ritme cerita tidak konsisten, adegan aksinya berkurang drastis, adanya agenda promosi, dan pertarungan akhir yang antiklimaks. Terlepas dari banyaknya masalah pada musim terakhir ini, Eric Kripke setidaknya berhasil menutup ceritanya dengan baik. Para karakter The Boys mendapatkan happy ending mereka dan memulai kehidupan yang lebih damai.