Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Jarang Ada Keluarga Utuh di One Piece? Cek 5 Hal Ini
Oden dan Toki (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Oda Sensei sengaja menghapus sosok ibu dalam cerita One Piece karena dianggap berlawanan dengan semangat petualangan dan kebebasan karakter utamanya.

  • Hampir semua anggota kru Topi Jerami tumbuh tanpa keluarga utuh, menjadikan kehilangan orangtua sebagai latar tragis yang membentuk ketangguhan mereka.

  • Ketiadaan keluarga kandung mendorong para bajak laut menciptakan ikatan persaudaraan kuat di kapal, menggantikan arti keluarga sejati selama perjalanan mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu menyadari sebuah pola aneh di sepanjang cerita One Piece? Jika diperhatikan lebih jeli, hampir tidak ada satu pun karakter penting yang memiliki keluarga utuh dan harmonis. Kru Topi Jerami bahkan selalu tampil sebagai sosok yang kehilangan figur orangtua, terutama ibu. Ketiadaan sosok ibu ini ternyata bukan kebetulan semata, melainkan keputusan sadar dari Oda Sensei dalam meracik cerita.

Di balik latar belakang tragis setiap karakternya, tersembunyi alasan brilian mengapa ketiadaan keluarga justru membuat petualangan ini terasa lebih menjiwai. Kehilangan figur orangtua pada akhirnya menjadi pendorong utama bagi mereka untuk berlayar dan mencari ikatan persaudaraan baru di lautan. Penasaran dengan alasan mendalam mengapa mereka bernasib serupa? Mari langsung simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

1. Oda Sensei yang secara sadar menganggap sosok ibu sebagai kebalikan dari petualangan

Amatsuki Toki (dok. Toei Animation/One Piece)

Oda Sensei pernah secara terang-terangan menjelaskan di kolom tanya jawab bahwa sosok ibu adalah kebalikan dari petualangan. Seorang ibu yang penuh kasih pasti akan melarang keras anaknya pergi berlayar mempertaruhkan nyawa di lautan ganas. Dengan menghilangkan sosok pelindung tersebut dari cerita, para karakter jadi punya kebebasan penuh untuk memulai perjalanan nekat tanpa halangan restu keluarga.

2. Kru Topi Jerami yang tidak satu pun dari mereka memiliki figur orangtua kandung yang lengkap dan harmonis

Kru Topi Jerami (dok. Toei Animation/One Piece)

Pola ketiadaan keluarga ini sangat tergambar jelas pada komposisi anggota kru Topi Jerami. Coba kamu perhatikan lagi, tokoh sentral seperti Luffy, Zoro, hingga Sanji tidak tumbuh besar bersama orangtua kandung yang peduli pada mereka. Hal serupa juga dialami oleh Nami, Robin, dan Usopp yang harus menelan pil pahit karena berpisah dengan sosok ibu akibat berbagai tragedi menyayat hati di masa kecil.

3. Latar belakang tragis kehilangan sosok ibu yang justru berfungsi menjadi pendorong untuk berlayar

Bellmere (dok. Toei Animation/One Piece)

Hilangnya figur keluarga nyatanya menjadi katalisator utama bagi perkembangan mental para karakter di jagat One Piece. Tragedi ditinggalkan sejak belia memaksa mereka tumbuh lebih cepat menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh sekaligus mandiri. Rentetan penderitaan masa lalu inilah yang terus menempa tekad baja para karakter untuk berani mewujudkan impian gila di lautan lepas.

4. Banyaknya hubungan keluarga pengganti yang terjalin erat antar kru bajak laut

Zeff (dok. Toei Animation/One Piece)

Ketiadaan tempat berpulang secara otomatis mendorong para pelaut ini untuk mencari rumah baru. Perasaan senasib sepenanggungan ini akhirnya melahirkan ikatan persaudaraan antar kru bajak laut yang kedalamannya melampaui ikatan darah. Kapal bajak laut kelompok Topi Jerami atau Bajak Laut Shirohige pada akhirnya berfungsi sebagai wujud keluarga sejati yang selalu siap saling mendukung.

5. Potensi sosok ibu Luffy yang sengaja disembunyikan

Tritoma (dok. Shueisha/One Piece)

Oda Sensei sempat memberi isyarat bahwa ibu kandung Luffy sebenarnya masih hidup dan hanya sengaja dijauhkan dari cerita utama. Taktik menyembunyikan figur ibu ini memunculkan dugaan kuat bahwa perjumpaan mereka baru akan terjadi setelah petualangan menemukan harta karun peninggalan Roger usai. Pertemuan yang tertunda sekian lama ini tentu dipersiapkan matang agar kelak menjadi momen penutup emosional yang tak terlupakan.

Misteri di balik kenapa nggak ada keluarga utuh di jagat One Piece pada akhirnya bermuara pada pesan mendalam tentang kebebasan. Ketiadaan figur orangtua justru membuka jalan bagi para karakter untuk bertumbuh dan merakit arti keluarga yang sesungguhnya di atas kapal bajak laut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article