Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gimbap and Onigiri
Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Intinya sih...

  • Kisah relate dengan masa muda yang memperjuangkan mimpi

  • Slow-paced drama yang ringan, tapi bermakna

  • Chemistry hangat dan natural antara tokoh utama

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Drama kolaborasi antara Jepang dan Korea Selatan (Korsel) kini semakin diminati. Salah satunya tayang pada 2026, yakni Gimbap and Onigiri (2026). Drama tersebut dibintangi oleh aktor Jepang, Eiji Akaso, dan aktris Korsel, Kang Hyewon.

Gimbap and Onigiri tayang perdana pada 12 Januari dan terdiri dari 10 episode. Meski dikategorikan drama Jepang, tetapi pembagian karakter, bahasa, unsur budaya, hingga script writer-nya melibatkan kedua negara. Tidak hanya itu, masih ada alasan lain kenapa kamu wajib nonton drama Gimbap and Onigiri.

1. Kisahnya relate dengan masa muda yang memperjuangkan mimpi

cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Gimbap and Onigiri mengusung kisah dua orang yang menjalani masa muda dengan cara berbeda. Hase Taiga (Eiji Akaso), dulu seorang pelari andalan tim estafet di universitasnya. Sayang sekali, kariernya terhambat oleh performa yang buruk.

Ia memilih bekerja paruh waktu di sebuah restoran kecil “Tanomi”. Taiga perlahan menikmati pekerjaannya, tanpa terasa 3 tahun telah berlalu. Sang pemilik restoran pun memberinya kepercayaan untuk menentukan menu musiman yang baru.

Taiga seolah tak punya impian khusus yang di masa depan. Namun, ia totalitas untuk pekerjaannya sekarang, termasuk berani membuat menu baru. Mulai dari mencicipi makanan kaleng sebagai sampel, belajar dari resep, dan eksperimen berulang kali agar mendapat menu dengan rasa yang layak untuk dihidangkan.

Di sisi lain, Park Rin (Kang Hyewon) adalah mahasiswa pascasarjana Jurusan Animasi, Universitas Seni Rupa Tokyo. Tepat ketika merasa lega setelah menyelesaikan tugas-tugasnya tepat waktu, ia diminta mengosongkan asrama. Bukan hal yang mudah bagi orang asing untuk mencari tempat tinggal di Jepang, bisa melelahkan secara fisik dan mental.

Sosok Rin tampak lebih ambisius dibanding Taiga. Ia tidak mudah menyerah untuk mendapatkan tempat tinggal baru secepatnya maupun memperbaiki tugasnya, meski sempat gagal. Bahkan, masih mampu memberikan kalimat penyemangat saat bertemu Taiga. 

2. Slow-paced drama yang ringan, tapi bermakna

cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri )

Sebagai hiburan tengah malam yang tayang di berbagai saluran TV Jepang, Weverse, dan Netflix, Gimbap and Onigiri termasuk slow-paced drama. Pengenalan setiap karakternya jelas, bertahap, dan ringan. Penonton dapat dengan mudah memahami alurnya tanpa kehilangan makna yang ingin disampaikan.

Latarnya memang berada di perkotaan, tetapi menunjukkan sisi lain yang lebih tenang. Semakin hidup dengan iringan suara piano ketika tidak ada dialog dalam scene. Drama tersebut menggambarkan nuansa hangat yang dapat membawa penonton hanyut dalam keseharian para tokoh.

3. Chemistry yang hangat dan natural antara tokoh utama

cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Eiji Akaso dan Kang Hyewon tampil apik saat memerankan karakter masing-masing. Meski baru pertama kali terlibat dalam satu proyek, tetapi mampu menunjukkan chemistry yang hangat dan natural. Di belakang layar pun Eiji Akaso memuji kemampuan bahasa Jepang Kang Hyewon yang lancar bak native speakers.

Pertemuan pertama yang sedikit malu-malu, perlahan berkembang untuk saling mengenal tanpa ragu. Park Rin menunjukkan ketertarikannya lebih dulu dan Taiga menyambutnya dengan baik. Kemunculan Kang Junho (Moon Jihu) sempat membuat Taiga ragu, tetapi Rin segera menepisnya agar tidak salah paham. 

4. Menampilkan unsur lintas budaya

cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri )

Unsur lintas negara dan budaya dapat disaksikan di depan maupun belakang layar. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, penulis skenario dari drama ini melibatkan beberapa orang dari Jepang dan Korsel. Pemeran asal Korsel selain Kang Hyewon juga turut berpartisipasi, seperti Moon Jihu, Seo Hyewon, dan Bang Eunhee.

Kang Hyewon harus menggunakan dua bahasa berbeda selama berperan sebagai Park Rin. Ia menggunakan bahasa Korea saat berdialog dengan temannya, Lee Yungyeol (Seo Hyewon) dan Kang Junho (Moon Jihu). Selama di kampus maupun saat berinteraksi dengan Taiga, harus menggunakan bahasa Jepang.

Budaya kedua negara pun tampak pada hidangan fusion yang dibuat Taiga. Kehadiran Rin menginspirasinya untuk membuat menu baru, seperti pajeon dengan natto, bibimguksu dengan rumput laut mekabu, dan okra samgyeopsal. Tidak sebatas pada kuliner, Rin juga menjelaskan cara bertukar kontak ala orang Korsel pada Taiga.

Bagian lain dari drama, original soundtrack-nya yang berjudul “In Halo” dinyanyikan oleh girl group KPop aespa. Selain itu, “Same Sky” dibawakan oleh NCT WISH dan “Shiawase no Iro” dari Masanori Otoda juga akan mewarnai drama tersebut. Lebih afdal dengan melibatkan Jeon Jin Hee, musisi sekaligus dikenal sebagai pianis asal Korsel yang menjadi penata musik untuk Gimbap and Onigiri.

5. Penonton seperti diajak wisata kuliner

daftar makanan yang ada di drama Gimbap and Onigiri Episode 1 (x.com/tx_premiere23)

Sesuai dengan judulnya, drama ini lekat dengan kuliner, gimbap dari Korea dan onigiri asal Jepang. Taiga yang bekerja di restoran akan menunjukkan beragam kuliner khas Jepang dan hidangan fusion. Sementara itu, Rin sesekali menunjukkan makanan Jepang yang didicipinya mirip dengan hidangan khas Korea, seperti shigureni beef dan jangjeorim.

Di balik itu bukan sekadar kuliner biasa. Gimbap dan onigiri, dua makanan dari bahan serupa, tetapi berasal dari negara berbeda serta cara penyajiannya pun berlainan. Kedua makanan tersebut menyiratkan karakter Taiga dan Rin.

Drama Gimbap and Onigiri yang slow-paced dengan nuansa hangat dan manis dapat menjadi tontonan saat bersantai. Penonton akan dimanjakan dengan unsur lintas budaya sambil menikmati alurnya. Bakal masuk watchlist gak, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team