cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)
Gimbap and Onigiri mengusung kisah dua orang yang menjalani masa muda dengan cara berbeda. Hase Taiga (Eiji Akaso), dulu seorang pelari andalan tim estafet di universitasnya. Sayang sekali, kariernya terhambat oleh performa yang buruk.
Ia memilih bekerja paruh waktu di sebuah restoran kecil “Tanomi”. Taiga perlahan menikmati pekerjaannya, tanpa terasa 3 tahun telah berlalu. Sang pemilik restoran pun memberinya kepercayaan untuk menentukan menu musiman yang baru.
Taiga seolah tak punya impian khusus yang di masa depan. Namun, ia totalitas untuk pekerjaannya sekarang, termasuk berani membuat menu baru. Mulai dari mencicipi makanan kaleng sebagai sampel, belajar dari resep, dan eksperimen berulang kali agar mendapat menu dengan rasa yang layak untuk dihidangkan.
Di sisi lain, Park Rin (Kang Hyewon) adalah mahasiswa pascasarjana Jurusan Animasi, Universitas Seni Rupa Tokyo. Tepat ketika merasa lega setelah menyelesaikan tugas-tugasnya tepat waktu, ia diminta mengosongkan asrama. Bukan hal yang mudah bagi orang asing untuk mencari tempat tinggal di Jepang, bisa melelahkan secara fisik dan mental.
Sosok Rin tampak lebih ambisius dibanding Taiga. Ia tidak mudah menyerah untuk mendapatkan tempat tinggal baru secepatnya maupun memperbaiki tugasnya, meski sempat gagal. Bahkan, masih mampu memberikan kalimat penyemangat saat bertemu Taiga.