Naoya Zenin (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)
Meski klan Zenin dikenal sebagai salah satu klan Penyihir Jujutsu yang terpandang, mereka masih memiliki pemikiran yang terbelakang. Hal ini dibuktikan dengan opini misoginis Naoya Zenin terhadap perempuan. Naoya menganggap bahwa perempuan hanya dilahirkan untuk melayani laki-laki.
Menurutnya, seorang perempuan yang menolak melayani laki-laki lebih baik ditusuk dari belakang. Tak hanya itu, Naoya juga menganggap bahwa orang yang lemah tidak layak untuk hidup. Tentunya, hal tersebut sangat tidak pantas dikatakan oleh seorang pemimpin klan.
Selain Naoya, kebobrokan klan Zenin juga dibuktikan oleh Ogi. Seperti yang sudah penulis sebutkan, Ogi berniat membunuh kedua putrinya sendiri hanya karena dirinya gagal menjadi pemimpin klan Zenin. Hal ini membuktikan bahwa gender, kekuatan, dan kekuasaan merupakan segalanya bagi klan Zenin.
Maki membantai klannya sendiri untuk mengakhiri hierarki klan Zenin yang bobrok. Hal ini menjadi alasan kenapa Maki ingin Megumi Fushiguro menjadi pemimpin klan Zenin selanjutnya. Maki sadar bahwa Megumi tidak memiliki pola pikir yang terbelakang seperti kebanyakan anggota klan Zenin.
Apa yang dilakukan oleh Maki memang bisa dibilang sebagai kejahatan. Meski begitu, Maki memiliki alasan yang jelas kenapa dirinya melakukan pembantaian tersebut. Bagaimanapun, klan Zenin adalah keluarga yang akan saling membunuh satu sama lain untuk kekuatan dan kekuasaan. Jadi, bagaimana pendapatmu tentang pembantaian klan Zenin dalam seri Jujutsu Kaisen?