Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Maki membantai klan Zenin.
Maki membantai klan Zenin. (dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen)

Maki Zenin mungkin bisa dibilang sebagai Itachi Uchiha versi Jujutsu Kaisen. Meski memiliki motif yang berbeda, mereka melakukan hal yang sama: membantai klan sendiri. Meski terdengar seperti pengkhianatan, Maki dan Itachi memiliki alasan yang kuat untuk melakukan hal tersebut.

Sebelum Culling Game dimulai, Maki membuat gebrakan besar dengan membantai klannya sendiri. Tentu saja, Maki tidak melakukan hal tersebut tanpa alasan yang jelas. Bahkan, meski klan Zenin yang menjadi korban, banyak penggemar yang justru memihak pada Maki.

Kira-kira, apa yang membuat Maki sampai membantai klannya sendiri. Penasaran? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Maki tidak pernah diterima oleh klannya

Maki meninggalkan klan Zenin. (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Sebagai salah satu klan Penyihir Jujutsu yang terpandang, kekuatan merupakan segalanya bagi klan Zenin. Terlahir dengan kekuatan yang lemah dalam klan Zenin merupakan sebuah aib. Itu alasannya, Maki tidak pernah diterima oleh klan Zenin.

Maki dianggap sebagai aib klan Zenin karena dirinya memiliki Energi Kutukan yang sangat lemah. Maki bahkan tidak bisa melihat Roh Terkutuk tanpa kacamatanya. Meski begitu, hal ini sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan Maki.

Sebagai keturunan klan Zenin, Maki seharusnya terlahir dengan kekuatan yang luar biasa. Namun, dirinya terlahir sebagai anak kembar sehingga hal tersebut membatasi kekuatannya. Karena sering dikucilkan oleh keluarganya sendiri, Maki memutuskan untuk meninggalkan klan Zenin.

2. Ogi Zenin berusaha untuk membunuh Maki dan Mai

Ogi Zenin (dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen)

Semuanya sebenarnya dimulai setelah Naoya terpilih menjadi pemimpin klan Zenin selanjutnya. Ayah Maki, Ogi Zenin, sebenarnya bisa saja mendapatkan posisi tersebut. Namun, Ogi disingkirkan dari kandidat pemimpin klan karena dirinya memiliki anak yang lemah.

Ogi tidak hanya menganggap putrinya sebagai kegagalan, tetapi juga melihat Maki dan Mai sebagai penghalangnya. Itu alasannya, Ogi akhirnya memutuskan untuk membunuh kedua putrinya. Ketika kembali ke kediaman klan Zenin, Maki melihat Mai yang sudah sekarat oleh Ogi.

Maki sempat bertarung dengan Ogi, tetapi berakhir dikalahkan oleh ayahnya. Ketika berada di ambang kematian, Mai mengorbankan nyawanya untuk membuka semua potensi Maki. Berkat pengorbanan Mai, Maki berhasil mengembangkan Heavenly Restriction yang membuatnya menjadi sekuat Toji Fushiguro.

Selain ditolak oleh keluarganya, kematian Mai juga menambah alasan lain kenapa Maki membantai klannya sendiri. Hal tersebut membuat Maki berpikir bahwa klan Zenin memang sudah busuk hingga ke akar. Bagaimana tidak, seorang ayah bahkan tega membunuh anaknya sendiri demi kekuasaan.

3. Maki melihat klan Zenin sebagai klan yang bobrok

Naoya Zenin (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Meski klan Zenin dikenal sebagai salah satu klan Penyihir Jujutsu yang terpandang, mereka masih memiliki pemikiran yang terbelakang. Hal ini dibuktikan dengan opini misoginis Naoya Zenin terhadap perempuan. Naoya menganggap bahwa perempuan hanya dilahirkan untuk melayani laki-laki.

Menurutnya, seorang perempuan yang menolak melayani laki-laki lebih baik ditusuk dari belakang. Tak hanya itu, Naoya juga menganggap bahwa orang yang lemah tidak layak untuk hidup. Tentunya, hal tersebut sangat tidak pantas dikatakan oleh seorang pemimpin klan.

Selain Naoya, kebobrokan klan Zenin juga dibuktikan oleh Ogi. Seperti yang sudah penulis sebutkan, Ogi berniat membunuh kedua putrinya sendiri hanya karena dirinya gagal menjadi pemimpin klan Zenin. Hal ini membuktikan bahwa gender, kekuatan, dan kekuasaan merupakan segalanya bagi klan Zenin.

Maki membantai klannya sendiri untuk mengakhiri hierarki klan Zenin yang bobrok. Hal ini menjadi alasan kenapa Maki ingin Megumi Fushiguro menjadi pemimpin klan Zenin selanjutnya. Maki sadar bahwa Megumi tidak memiliki pola pikir yang terbelakang seperti kebanyakan anggota klan Zenin.

Apa yang dilakukan oleh Maki memang bisa dibilang sebagai kejahatan. Meski begitu, Maki memiliki alasan yang jelas kenapa dirinya melakukan pembantaian tersebut. Bagaimanapun, klan Zenin adalah keluarga yang akan saling membunuh satu sama lain untuk kekuatan dan kekuasaan. Jadi, bagaimana pendapatmu tentang pembantaian klan Zenin dalam seri Jujutsu Kaisen?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎